Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
falling in love


__ADS_3

Mereka akhirnya tiba di depan apartemen dengan Carlos mengendarai sepeda motor dan Stefani membonceng di belakangnya. Wajah Stefani begitu buruk, seolah-olah hatinya berdebar-debar dalam kekesalan. Matanya memancarkan amarah, dan pipinya memerah.


Tiba-tiba, tanpa memberi tahu atau menunggu reaksi Carlos, Stefani meraih paksa kunci sepeda motor dari tangan Carlos. Ekspresi wajahnya penuh dengan kekesalan, seolah-olah dia ingin meninju wajah Carlos dengan marah. Dengan tindakan tiba-tiba itu, dia mengesankan bahwa dia sangat tidak puas dengan perjalanan yang berisiko tadi.


Stefani dengan cepat meraih kembali kunci sepeda motor dari tangan Carlos. Dia meraihnya dengan tegas dan tegas, seolah-olah ingin memastikan bahwa kendali kembali ada padanya. Wajahnya masih memancarkan kekesalan, dan matanya melotot dengan tegas.


"Dengar baik-baik, Carlos!" ujar Stefani dengan suara tegas, wajahnya mendekatkan diri ke wajah Carlos. "Ini adalah pertama dan terakhir kalinya aku naik sepeda motor denganmu! Jelas sekali bahwa kamu tidak bisa mengendarai dengan benar dan sangat tidak bertanggung jawab!"


Setelah mengatakan itu dengan nada yang tegas, Stefani tidak memberi waktu untuk dibantah atau diperdebatkan. Dengan gerakan yang tiba-tiba, dia mempercepat sepeda motornya dan melarikan diri dari tempat itu dengan cepat. Rambutnya berkibar di angin, dan dia terlihat begitu fokus pada jalannya, seolah-olah benar-benar tidak ingin melihat ke belakang.


Sementara itu Carlos, yang masih berdiri di tempatnya, tercengang oleh reaksi tiba-tiba Stefani. Dia merasa sedikit kaget untuk beberapa detik tetapi tiba-tiba, gelak tawa keluar dari bibirnya.


"Hahaha...!"


Tawa itu semakin lama semakin keras, dan dia menutup mulutnya dengan tangannya ketika dia merasakan betapa lucunya situasi ini.


Meskipun terkejut oleh reaksi Stefani, Carlos tidak bisa menahan tawa yang tiba-tiba muncul. Dia merenung sejenak pada kejadian yang baru saja terjadi, sambil menggelengkan kepala dengan candaan di dalam hatinya. Entah bagaimana, meskipun semuanya tampak serius, akhirnya semuanya menjadi lelucon bagi Carlos.


Dia masih tidak baik menyingkirkan senyum itu bahkan ketika dia masuk ke apartemen nya.


Di dalam apartemen, Charlie sedang berdiri dengan tangan pada saku sedangkan tubuhnya menyender pada dinding.


Dia sudah melihat adegan tadi dengan kamera mini nya.Sekarang dia ingin sebuah penjelasan dari Charlos atas keanehannya beberapa waktu ini.


"Apa?"tanya Charlos melihat Charlie.


Mereka adalah saudara sejak dari dalam rahim, jadi sangat akrab dengan perilaku masing masing.Karena itu dia melihat ada sesuatu yang ingin di tanyakan oleh charlie.

__ADS_1


"Ada apa dengan kau dan bibi?"


Gerakan tangan Charlos berhenti sebentar, tapi dia duduk di sofa dengan santai setelahnya.


Dia masih mengenakan seragam sekolah menengah atasnya. Wajahnya dipenuhi dengan ekspresi penuh kekaguman dan khayalan. Matanya sedikit terpejam, seolah-olah dia sedang terhanyut dalam pemikiran yang indah.


"Dengar, Charlie," ujar Carlos, suaranya penuh dengan kekaguman yang jelas terdengar. "Aku harus mengakui, Stefani itu luar biasa. Kau tahu, dia itu lucu cantik dan langka. Aku tidak pernah bertemu dengan gadis sepertinya sebelumnya."


Mimik wajah Carlos memancarkan pesona dan daya tarik yang jelas. Ada senyum lembut di bibirnya, dan matanya berbinar saat dia membayangkan sosok Stefani. Dia terlihat seperti tengah merenungkan keajaiban dunia yang baru dia temukan.


Namun, kata-kata Carlos ini segera membuat Charlie kesal. Dia menatap saudaranya dengan raut wajah yang sedikit marah. "Kamu sudah gila, Carlos," ujar Charlie dengan suara agak bergetar.


Carlos mengangkat alisnya, sedikit bingung dengan reaksi Charlie. "Kenapa kamu berkata begitu? Aku hanya mengatakan kenyataan. Stefani itu benar-benar istimewa."


Charlie menggelengkan kepala dengan keras. "Tapi, Carlos, dia adalah istri dari Papa kita. Kau tidak bisa memiliki perasaan khusus terhadapnya!"


Carlos menghela nafas, menatap Charlie dengan serius. "Tapi dia masih sangat muda, Charlie. Apa yang akan terjadi pada mereka dalam jangka panjang? Aku khawatir ini tidak akan berakhir dengan baik. Papa Jho bisa saja terluka lagi."


Charlie tetap kesal dan tambah kesal aja jadinya."Tapi itu bukan urusanmu, Carlos. Stefani adalah ibu tiri kita sekarang dan tidak benar untuk memiliki perasaan seperti itu padanya."


Berdasarkan pada firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 22:


وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا


Artinya: “Dan janganlah kalian menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh bapak-bapak kalian kecuali yang telah berlalu. Sesungguhnya hal itu sangat keji dan dibenci oleh Allah dan seburuk-buruk jalan.”


"Ahh , charlie sejak kapan kau jadi ustadz gini sih, nggak asyik ahh" kata Charlos kesal.

__ADS_1


"Sejak kamu memperlihatkan gelagat jatuh cinta sama bibi. aku langsung searching ke Google dan hasil nya gini lah. Walaupun Papa tuh nggak pernah nyentuh dia kamu juga nggak diperbolehin oke "


"Eh ustad abal-abal nanyanya ke Google.Eh pergi gih cari ustad beneran pasti jawabannya juga bakal beneran.Wong ijab kabul doang nggak di apa-apain juga ,masa nggak boleh jatuh cinta, Ckckck " kata Charlos yang langsung masuk ke dalam kamar pribadinya dengan kesal.


Ini terlihat ketika dia menutup pintu dengan suara yang sedikit keras.Charlie tidak peduli apa yang dipikirkan oleh kembarannya itu tapi dia berteriak memperingatkan Carlos agar tidak melewati batas dan juga mengingatkan dia tentang janji bersama Tommy besok di hari ini.


Sementara itu charlos dibuat bingung sendiri dengan argumen yang disebutkan oleh Charlie tadi.


Benarkah dia tidak diperbolehkan jatuh cinta dengan Stefani meskipun Stefani tidak pernah diapa-apain sama papanya.


Hei apakah ada orang yang bisa menjawab pertanyaan ini.


i am falling in love oke .


Carlos duduk sendirian di kamarnya, memandangi langit-langit dengan tatapan kosong. Wajah Stefani terpatri begitu jelas dalam ingatannyadan detak jantungnya terasa semakin cepat. Dia merasakan sensasi aneh di dalam perutnya, seperti kupu-kupu yang beterbangan.


Perlahan, mata Carlos terpejam setelah beberapa detik dan dia terlihat sedang tenggelam dalam lamunan. Wajah Stefani muncul di benaknya dan dia membayangkan bagaimana senyumnya yang lembut dan matanya yang cerah. Senyum muncul di bibir Carlos, dan dia bahkan merasa pipinya memanas.


Tapi segera, senyum itu menghilang dan wajah Carlos kembali serius. Dia mengguncangkan kepala sebagai tanda frustrasi pada dirinya sendiri. "Bodoh!" gumamnya pelan, mencoba mengusir bayangan-bayangan aneh yang muncul di pikirannya.


Carlos menyadari bahwa dia merasa seperti orang bodoh. Bagaimana mungkin dia bisa terpengaruh oleh ibu tirinya sendiri? Dia menghela nafas panjang dan mencubit pelan lengan kirinya, mencoba mengalihkan perhatiannya dari pikiran-pikiran aneh itu.


"Dia adalah ibu tiriku," bisik Carlos pada dirinya sendiri.


Dengan langkah pelan,Carlos berjalan menuju cermin di dinding kamarnya. Dia menatap dirinya sendiri dengan keras, sebagai upaya untuk mengembalikan pikirannya ke realitas.


"Dia adalah ibu tiriku," ulang Carlos dengan tegas, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Ahh cinta pertama Charlos yang hebat sebenarnya jatuh kepada ibu tiri yang cantik.


Ahhh tidak.


__ADS_2