Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
bibi Stefani


__ADS_3

Kantin SMA ini terlihat ramai dengan meja-meja yang dipenuhi oleh murid-murid yang sedang makan dan berbincang. Dinding-dinding kantin dihiasi dengan lukisan-lukisan warna-warni, menciptakan suasana yang ceria.


Beberapa gadis duduk di meja sambil memperhatikan dua kembar tampan yang baru saja diperkenalkan, Charlie dan Charles. Mereka takjub dengan ketampanan keduanya dan kesulitan dalam membedakan satu dari yang lainnya.


"Kamu lihat dua kembar itu? Aku benar-benar tidak bisa membedakan mereka. Mereka sangat mirip!" Bisik seorang gadis pelan. Kebetulan sekali dia tidak satu kelas jadi dia hanya bisa menikmati ketampanan duo kembar ini ketika masuk ke dalam kantin.


Ya hitung-hitung cuci mulut lah eh cuci mata.


"Iya, benar sekali. Aku terpesona dengan kondisi mereka yang berasal dari luar negeri. Rasanya seperti memiliki dua bintang tamu di sekolah kita sendiri!"


Melihat dua tampan itu lewat ,bakso yang di depan mata pun jadi tidak harum lagi.Umm keselnya kenapa nggak lihat ke sini sih.


Dalam kantin yang ramai, Charlie dan Charles tiba-tiba mengambil kursi di depan Stefani yang kebetulan masih kosong. Mereka duduk dengan santai dan meletakkan sepiring makanan di atas meja.


"Ini menu yang cocok untuk kita berdua. Aku suka hidangan di kantin ini, apalagi makanan yang ada di sini terlihat enak." kata Carlos dengan meletakkan menu yang dikesannya tadi di atas meja.


"Benar sekali, kita harus mencoba semuanya. Bagaimana denganmu, bibi Stefani? Apa menu favoritmu di kantin?" tanya Charly pula.


Stefani yang tidak siap dengan kehadiran mereka berdua, merasa gugup dan canggung. Yang bikin dia bingung adalah panggilan dari mereka berdua.


What ,bibi?


Dia tersenyum kecut dan tidak bisa menyentuh sendoknya sama sekali.Mari pura pura tidak mendengar sebutan itu.


"Ah, aku... eh, maaf. Aku agak kaget dengan kehadiran kalian tiba-tiba. Maaf, aku belum menyelesaikan hidanganku."


Charlie terkekeh mendengarnya. "Oh, maaf jika kami mengganggu. Tidak apa-apa, kita bisa makan bersama. Kami senang mengenalmu lebih baik."


"Ya, kami ingin menjadi temanmu di sini. Ayo, coba menu favoritmu, bibi Stefani. Apa yang kamu pesan hari ini?"


Stefani makin gugup tapi dia mencoba mengatasi rasa canggungnya.

__ADS_1


"Terima kasih. Aku suka nasi goreng ayam di sini, rasanya enak dan mengenyangkan."


"Nasi goreng ayam? Itu pilihan yang bagus! Kita berdua juga suka nasi goreng. Ini adalah awal yang baik untuk kita bersama."


Perbincangan itu terdengar ringan tapi di telinga teman-teman Stefani itu tidak ringan sama sekali .Masalahnya dua kembaran tampan ini menyebut Stefani dengan awalan kata bibi.


Stephanie bahkan tidak menyangkal sebutan itu tentu saja mereka bingung. Ana yang berada di samping Stefani langsung bertanya to the point pada mereka meskipun dia tidak tahu apakah itu charlos ataupun Charlie.


"Halo, namaku Diana agustian panggilan anak, Hem kalau boleh tahu kenapa sih manggil Stefan itu bibi. Kan kita masih seumuran loh sekelas lagi kan"


Mendengar pertanyaan itu Stefani yang berada di samping membeku sesaat. Dia juga bingung dan berpikir itu mungkin salah pendengarannya .Tapi dengan pertanyaan dari Ana,ini membuktikan jika pendengarannya ini masih normal.


Takut Carlos akan menjawab hal yang tidak tidak jadi dia buru-buru berkata."Ohh di Amsterdam mungkin bibi itu adalah panggilan yang cocok untuk pembokat.Itu Hem kan mama sekretarisnya Papa mereka, jadi mungkin mereka kepikiran aku tuh sama kayak Mama. Tapi nggak masalah kok biarin aja mereka mau manggil bibi kek ,Kakak kek, terserah"


Hahaha...


Hahaha...


sebenarnya mereka sendiri tidak tahu harus memanggil Stefani apa. mau dipanggil kakak wajarkah tapi nggak wajarnya itu karena saat ini adalah ibu tiri mereka.


Mau dipanggil ibu tiri juga nggak wajar usianya hanya terpaut beberapa tahun.


Tapi karena setiap hari sudah menjelaskan seperti itu mereka hanya bisa mengganggu dan tersetuju.


Ya memanggilnya sebagai bibi Stefani juga nggak apa-apa meskipun didasari dengan kata-kata pembokat sih.


"Ohh gitu ya, orang luar negeri memang aneh-aneh ya. mungkin mereka itu pada suka memanggil pembantu di rumah juga dengan sebutan bibi kan"gumam ana pelan.


"Ohh tidak masalah tapi kalau bisakah kau menjelaskan bagaimana cara kami bisa membedakan kalian berdua. tidak ada perbedaan sama sekali Gimana sih caranya?"


Pertanyaan yang dilontarkan oleh Ranti benar-benar menarik perhatian begitu banyak orang yang mendengarnya.

__ADS_1


Dari segi pakaian dan sepatu mereka tidak ada bedanya sama sekali Ditambah lagi dengan potongan rambut yang benar-benar mirip.


Menyadari jika mereka kembar seharusnya mereka memiliki gaya rambut yang berbeda bukan. Tapi kenapa harus dibikin semirip mungkin seperti ini ,bikin bingung aja membedakan mereka berdua.


"oh maaf kalau kalian semua agak bingung tapi kalian bisa melihat gelang yang kami pakai. Punyaku ini warnanya ada dua pola, lihat " kata Charlie yang menunjukkan gelang yang dipakainya. Gelang ini mirip dengan yang dipakai oleh kembarannya itu tapi gelang nya hanya memiliki pola dengan dua warna yang mencolok.


"Hem punyaku cuman ada satu artinya aku adalah kakak dan dia adik"Kata Charlos bangga.


"Begitu kah? Carlos anak pertama dan Charlie anak kedua begitu maksudnya?" kata Ana lagi yang terkejut sekaligus senang karena bisa membedakan dua kembaran identik yang tampan ini.


"Ya hahaha, sekarang kalian tahu kan Gimana cara membedakan kami berdua"


Segera saja terjadi pembicara meriah di dalam kantin tersebut. Dalam kesempatan ini Carlos mengundang teman sekelas untuk datang ke apartemen mereka akhir minggu.


Mereka adalah orang yang baru saja tiba di Indonesia dan belum mengenal tentang situasi di sini. Ini juga untuk mendekatkan diri pada teman-teman sekelas.


Undangan dari dua tempat ini benar-benar disambut oleh teman sekelas terutama dengan para gadis yang mendengar undangan itu.


Keluarga aldelis dikenal karena kekayaannya. Jadi apartemen yang dihuni oleh kembaran ini mungkin bukan apartemen yang bisa dimiliki oleh banyak orang.


Selain dari kesempatan untuk mengenal baik dua kembaran ini .Mereka juga berkesempatan untuk mencuci mata dan merasakan indahnya apartemen mewah.


Stephanie hanya menjadi pendengar yang baik di sini. Tapi tiba-tiba dia dikejutkan dengan kalau yang memberikan dirinya sebuah kartu kredit.


Belum sempat hilang rasa terkejutnya, tiba-tiba Charlos berkata." bibi tolong urus makanan yang akan disajikan ujung minggu ini oke"


"A..apa?" kata Stefani.


"Hahaha Ani, terima sajalah nasib menjadi bibi hahaha"kata ana yang tertawa dibarengi oleh beberapa temannya yang lainnya.


Melihat perlakuan Carlos ini mereka benar-benar berpikir jika kalos menjadikan Stefani sebagai pembantunya. Lihat saja bagaimana Carlos meminta Stefani mengurus hal-hal yang akan mereka konsumsi di apartemen itu nantinya.

__ADS_1


Stephanie yang malang.


__ADS_2