Terjebak Pernikahan Dadakan.

Terjebak Pernikahan Dadakan.
lupa dengan status


__ADS_3

Di dalam kamar tidurnya yang terhias dengan gaya remaja yang sederhana namun modern, Stefani meletakkan ponselnya di atas ranjangnya. Kamar ini terlihat ceria dengan dinding berwarna pastel dan beberapa hiasan dinding yang mencerminkan minatnya, seperti poster konser favoritnya dan gambar-gambar yang ia buat sendiri. Ranjangnya dilapisi dengan selimut yang lembut dan bantal-bantal berwarna-warni.


Stefani baru saja selesai berkomunikasi dengan mantan kekasihnya, Ridho, dan perasaan sedih dan frustrasi mulai mengisi hatinya. Dalam keadaan yang emosional, dia mencari hadiah-hadiah yang dulu pernah diberikan oleh Ridho saat mereka masih berpacaran.


Sret..sret..sret...


Dia membuka laci kecil di meja riasnya dan menemukan sejumlah hadiah yang dulu pernah diberikan oleh Ridho. Di antara hadiah-hadiah itu, ada kalung cantik dengan liontin berbentuk hati, sebuah buku yang berisi catatan-catatan manis dari Ridho, dan sebuah gelang berwarna perak yang dulunya sering melingkari pergelangan tangannya. Hadiah-hadiah ini adalah saksi dari momen-momen romantis dan kenangan yang mereka bagi bersama.


"Ridho Aku tidak akan pernah melupakan apa yang kau lakukan padaku hari ini. tidak akan pernah ridho, Aku benci kau aku benci...


Sret. tak.. tak..


Tapi, dalam kemarahan yang melanda Stefani, ia meraih hadiah-hadiah tersebut dan melemparkannya dengan marah. Dengan rasa sakit dan amarah yang meluap, dia merobek-robek hadiah-hadiah tersebut bahkan menginjak-injaknya tanpa ampun.


Robekan-robekan kertas dan suara perhentian mengisi kamar tidurnya, mencerminkan keputusasaan yang sedang dia rasakan.


Sari berada di kamar sebelah dan dia belum tidur. tentu saja dia mendengar apa yang sedang dilakukan oleh putrinya itu. Namun begitu Sari tidak berniat untuk menghentikannya, dia mendengarnya saja dan justru menitipkan air matanya di saat yang sama.


Sementara itu di dalam kamar sebelah ,dalam ketidaksabaran dan kekesalan, Stefani memandang puing-puing hadiah yang hancur di hadapannya. Dia merasa puas dengan tindakannya, merasa seolah-olah merobek hadiah-hadiah itu adalah prestasi yang membebaskan dirinya dari kenangan yang menyakitkan. Dalam batinnya, ia berbicara kepada dirinya sendiri dengan penuh keberanian, merujuk pada momen itu, "Inilah keputusan yang tepat. Tidak ada lagi tempat bagi kenangan yang menyakitkan dalam hidupku. Aku kuat, dan aku akan melanjutkan hidupku dengan lebih baik."


Dalam kesunyian yang mengikuti aksi merobeknya, Stefani merasa lega, meskipun tetap ada sedikit kehampaan di hatinya.


Stephanie POV

__ADS_1


Di tengah istirahat sekolah, Stefani berada di antara teman-teman sekelasnya yang duduk di area kantin sekolah. Mereka sedang asyik bercengkrama dan tertawa bersama. Tiba-tiba, Ridho berjalan mendekati Stefani dengan langkah percaya diri.


"Hai, Stefani. Bolehkah aku bicara denganmu sebentar?"


"Tentu, ada apa?" kata Stefani yang saat itu memakai setelan putih abu-abunya.


"Stefani, aku sudah lama memiliki perasaan istimewa padamu. Setiap kali kita bersama, hatiku berdebar dan aku merasa sangat bahagia. Aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat menyukaimu, dan aku ingin bertanya apakah kamu mau menjadi pacarku?" kata ridho yang sebenarnya pernyataan itu sedikit asal-asalan tapi bagi para wanita yang memiliki adrenalin berlebih mereka menganggap itu adalah kata-kata romantis dan membuat mereka berdebar kencang.


Itu juga yang dirasakan oleh Stefani saat itu.


Teman-teman sekelas segera mengeluarkan suara terkejut mereka dengan waktu yang bersamaan"Wah! Aduh! Itu romantis sekali!"


"Ani.. terima .. terima...


Stefani tersenyum dan menggenggam tangan Ridho. sudah beberapa waktu Stefani merasakan Dia memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap ridho jadi dia berkata. "Ridho, aku merasa hal yang sama. Aku juga menyukaimu dan ingin menjalani hubungan yang lebih serius denganmu."


"Selamat Stefani Kamu udah punya pacar sekarang hahaha...


"Stephanie, ini adalah hari patah hati sedunia.ow..huhuhu..


Percakapan ini terjadi di hadapan teman-teman sekelas, menambah suasana tegang dan romantis dalam adegan tersebut.


Stephanie mengingat itu sampai detik ini. Dia pikir itu adalah hari di mana dia bertemu dengan imamnya. Seorang pria yang akan membawa dia ke jalan surga seperti yang diinginkan oleh mamanya.

__ADS_1


Tapi siapa sangka apa yang terjadi adalah sebaliknya. Surga yang ingin diregunya ternyata neraka yang dirasakan Stefani saat ini.


Dalam hati yang terluka, Stefani berbisik dengan penuh kesedihan.


"Kenapa semua ini harus terjadi? Aku begitu mencintainya, tapi pernikahan kami gagal. Rasanya seperti kehidupanku hancur dalam sekejap. Aku merasa kecewa dan kesal, bukan hanya pada Ridho, tapi juga pada nasib yang menghancurkan impian kami bersama"


"Papa, tolong berikan aku kekuatan dan petunjuk di tengah kegelapan ini. Aku merindukan nasihatmu, kehangatanmu, dan keberkahanmu. Doakanlah aku agar aku bisa melewati rasa sakit ini dan menemukan kebahagiaan yang sejati"


"Ya Allah berikan lah,aku ketabahan dan kekuatan untuk meneruskan hidupku. Jadikanlah cobaan ini sebagai pelajaran berharga dan berikan aku kesempatan untuk menemukan cinta yang lebih baik di masa depan. Aku memohon agar Engkau memberkahi langkahku dan mengarahkan aku menuju kebahagiaan sejati"


Semoga aku bisa mengubah kekecewaan menjadi kekuatan. Semoga aku bisa bangkit dari puing-puing pernikahan yang gagal ini dan menjadi pribadi yang lebih kuat. Aku berharap masa depanku akan penuh dengan kebahagiaan, cinta, dan keberkahan yang sejati."


Dalam kesedihannya, Stefani meminta doa dan berharap untuk mendapatkan kekuatan serta keberkahan dalam menjalani hidupnya ke depan. Dia berharap agar pengalaman pernikahan yang gagal ini dapat mengubahnya menjadi pribadi yang lebih kuat dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih bahagia.


Namun diantara begitu banyak doa yang dia lepaskan hari ini Stefani tentu sudah melupakan jika dia sebenarnya saat ini sudah menikah dengan pria lain. Yang notabene Adalah bos dari mamanya sendiri.


Jauh di dalam hatinya yang paling dalam dia bahkan tidak menganggap pernikahan itu sebagai sebuah pernikahan.


Pria ini adalah Jonathan yang saat ini juga melupakan posisinya sebagai seorang suami yang baru saja menikah dengan gadis muda belia.


Saat ini Jonathan lebih disibukkan dengan pemikiran jika besok adalah hari Senin di mana sekolah akan dimulai. Tapi dua jagoannya belum juga menampakkan batang hidungnya.


Jonathan yang juga melupakan pernikahan tersebut sekarang sedang berada di bandara internasional. Dia sedang menunggu kembaran itu tiba dan melaporkan kedatangan mereka ke sekolah besok.

__ADS_1


Sudah belasan tahun Jonathan menjadi seorang ayah tapi belum pernah benar-benar memeluk 2 jagoan ini dengan serius palingan mereka bertemu setiap liburan atau ketika dirinya bepergian ke Amsterdam.


Setelah itu Jonathan hanya berbicara dengan mereka melalui telepon. Di saat ini adalah hal yang benar-benar membahagiakan Jonathan karena anak-anak akan sekolah di Indonesia dan itu artinya Dia memiliki waktu yang tidak terbatas dengan carlos dan juga Charlie.


__ADS_2