
Rhidho POV
Rhidho dengan pakaian pelayan, bersembunyi di sudut,dia melihat bagaimana Stefani memerah dan bagaimana Jhonatan menggengam tangan Stefani.
Tangan yang dulu dia pikir akan selalu bergandengan dengan nya.
"Ani,aku..aku cinta kamu Ani, sungguh"bisik nya dengan lirih
Dulu ridho memiliki pandangan yang tinggi atas dirinya sendiri, merasa tampan dan layak disebut Casanova di kalangan sekolahnya. Keyakinan akan pesonanya membuatnya merasa tak terbantahkan di mana pun dia berada.
Ridho telah menjalin beberapa hubungan asmara selama berada di SMA, dan mayoritas hubungan itu berakhir setelah beberapa bulan. Namun ketika Stefani masuk dalam hidupnya, hubungan mereka berlanjut hingga mencapai 2 tahun. Meskipun demikian ,Ridho masih memiliki beberapa pacar gelap , intinya dia masih mempertahankan hubungannya dengan Stefani sekaligus dengan pacar gelapnya.
Awalnya Rhido tidak berpikir jika hubungan nya akan langgeng dengan stefania.Ini karena Stefani menolak untuk terlibat secara fisik dalam hubungan mereka. Mereka hanya berpegangan tangan sebagai bentuk sentuhan yang paling sering
Tapi ini juga membuat Stefani terlihat unik dan istimewa bagi Ridho .Ini adalah hal yang berbeda dari mantan-mantan pacar sebelumnya yang siap menyerah kan diri pada pesona Ridho secara utuh.
Ketika Mama Ridho mengusulkan pernikahan lebih awal, Ridho setuju aja. Karena dia melihat keuntungan dalam memiliki Stefani sebagai istri.
Selain dari penampilannya yang cantik dan kemampuannya menjaga diri, Stefani juga pandai memasak, membuatnya menjadi pilihan yang bagus sebagai pendamping hidup. Di tambah keluarga Stefani tidak miskin, dia adalah anak satu satu nya, jadi cepat atau lambat, Stefani akan memiliki semua yang dia butuhkan setelah menikah.
Meski tanggal pernikahan semakin dekat, Ridho tidak berniat untuk mengakhiri hubungannya dengan pacar gelapnya. Dia yakin bahwa itu tidak akan mengganggu hubungan pernikahannya.
Tapi pada malam itu ,segalanya berubah. Pacar gelapnya memiliki rencana tersusun . Alasannya adalah pacar gelap, sudah hamil duluan dan tidak ingin ditinggal menikah oleh Rhido.
Jadi itu lah mengapa video dari peristiwa ini menjadi viral, menghancurkan rencana pernikahan dan membuat Stefani menjadi istri Jonathan secara tiba-tiba.
Sekarang, Ridho merasa menyesal dengan kejadian tersebut. Meskipun dia sudah menikah dengan pacar gelapnya, dia tidak merasa bahagia dan sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan besar.
Ridho merasakan kehidupan yang penuh dengan kekecewaan dan penyesalan. Dia tidak bahagia dengan istri barunya, yang menjadi pasangannya setelah pernikahannya yang batal dengan Stefani. Akibat skandal yang terjadi, dia bahkan dikeluarkan dari SMA dan sekarang bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran.
Hari ini, saat dia bekerja di restoran, Stefani dan Jonathan datang sebagai tamu. Perasaan tidak suka dan kesal mengisi hatinya. Dia merasa tidak bisa memahami bagaimana bisa Stefani, gadis cantik yang seharusnya menjadi miliknya, kini bahagia bersama pria lain. Melihat mereka berdua bersama, terlihat romantis dan bahagia, membuatnya semakin kesal.
Tiba-tiba saja, kenangan tentang Stefani datang kembali dalam pikiran Ridho. Dia mengingat bagaimana Stefani selalu lembut dan penyayang dan itu kontras dengan perilaku istri barunya yang seringkali marah-marah di rumah. Perbedaan ini semakin membuatnya merindukan kelembutan dan perhatian yang dulu dia temukan pada Stefani.
__ADS_1
Sekarang, dia harus melihat hubungan romantis antara Stefani dan Jonathan di depan matanya. Pandangan itu menyingkapkan perasaan yang selama ini dia pendam, perasaan cinta yang sebenarnya terhadap Stefani. Namun, kini semuanya terlambat.
Momen ini menjadi pahit bagi Ridho, karena dia menyadari bahwa dia baru sekarang merasakan cinta sejatinya terhadap Stefani, ketika semuanya sudah terlalu jauh dan tidak mungkin lagi.
"Ani, setelah kehilangan mu, baru aku sadar jika kau adalah cinta sejati ku, Ani.Jika bisa kembali lah,aku masih cinta " pikir Rhidho.
Ridho merogoh kantong celananya dengan tangan yang gemetar dan mengambil telepon genggamnya. Matanya terpaku pada layar, niatnya untuk menghubungi Stefani semakin kuat. Namun, detik setelah dia menekan tombol panggilan, kesadaran tiba-tiba datang. Stefani sudah mengganti nomor lama.
Wajah Ridho berubah menjadi cemas saat menyadari bahwa dia tidak tahu nomor baru Stefani. Tapi kemudian, pikirannya segera bekerja.
Dia menghubungi teman lama yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi, berharap bisa mendapatkan nomor baru Stefani. Setelah beberapa menit berlalu, Ridho menerima pesan dengan nomor telepon baru tersebut.
Dia membaca nomor itu dengan hati berdebar, merasa sedikit lega karena memiliki kemungkinan untuk berbicara dengan Stefani. Namun begitu dia tidak berniat untuk menelepon, Rhidho memutuskan untuk mengirim pesan singkat melalui WhatsApp.
Dengan jari gemetar, Ridho mengetik pesan singkat yang dipenuhi dengan perasaannya. "Halo Ani ,ini Ridho. Aku ingin mengatakan bahwa aku masih mencintaimu dan berharap kita bisa kembali seperti dulu. Aku merindukanmu."
 Setelah yakin dengan isinya, dia menekan tombol kirim dan menunggu dengan gugup.Mata nya jelas sedang menatap ke arah Stefani yang duduk di meja makan.
Stefani membaca pesan singkat dari Ridho, tetapi hatinya tetap teguh pada keputusannya. Dia tidak berniat untuk membalas pesan tersebut. Matanya melirik layar telepon sejenak, membaca kata-kata yang telah ditulis Ridho, namun dia tidak merasa ada alasan untuk memberi tanggapan.
Dengan ragu, dia meletakkan telepon genggamnya di atas meja. Tampak jelas bahwa pesan itu memicu perasaan rumit di dalam dirinya, namun Stefani telah membuat keputusan yang kuat. Tidak ada ruang bagi Ridho dalam hidupnya lagi.
Sementara mereka berdua duduk di meja yang sama, Stefani tahu bahwa Ridho ada di sana. Meskipun suasana makan malam romantis sedikit terganggu oleh pesan tersebut, dia tidak akan memberikan kesempatan bagi Ridho untuk mengubah keputusannya.
Di sisi lain, Ridho merasa kecewa dan hancur ketika dia melihat bahwa Stefani tidak berniat untuk membalas pesannya. Tatapannya beralih antara telepon genggam dan wajah Stefani, mencoba mencari tanda-tanda bahwa ada harapan.
Ekspresinya menjadi murung dan penuh dengan perasaan kecewa. Hatinya berdesir, merasakan betapa sulitnya menerima kenyataan bahwa hubungan yang pernah ada antara mereka sekarang hanya menjadi kenangan.
Dia memandang ke arah Stefani dengan perasaan yang rumit. Meskipun begitu, dia masih merasakan getaran kecil dalam dirinya, harapan yang berusaha untuk dapat hidup bersama Stefani di masa depan ,meskipun terhalang oleh kenyataan yang keras.
POV end
Jonathan merasa perubahan suasana begitu terasa. Ketika matanya melirik ke arah Stefani, dia melihat ekspresi yang berbeda di wajahnya. Terlihat jelas bahwa ada sesuatu yang mengganggu Stefani dan Jonathan merasa kebingungan tentang apa yang bisa menyebabkan perubahan ini. Tatapannya terus meneropong wajah Stefani, mencoba menemukan petunjuk dalam ekspresi dan gerak tubuhnya.
__ADS_1
Dalam hati, Jonathan mulai merasa ragu. Apakah Stefani masih meragukan hubungannya dengan Jonathan? Meskipun mereka telah menikah, tapi Jonathan tau bahwa Stefani masih memiliki luka masa lalu yang belum sembuh sepenuhnya.
Dia tahu bahwa Stefani pernah memiliki hubungan yang rumit sebelumnya dan dia khawatir bahwa Stefani mungkin masih merasa ragu-ragu.
Namun begitu Jonathan memiliki tekad yang kuat untuk membuktikan cintanya kepada Stefani. Meskipun perasaannya tercampur aduk oleh perubahan suasana ini, dia ingin Stefani merasakan betapa tulusnya hati Jonathan.
Dia ingin memberikan kebahagiaan dan kenyamanan kepada Stefani, dan dia ingin membuktikan bahwa dia adalah pilihan yang tepat sebagai suaminya.
Dia memandang Stefani dengan penuh perhatian dan bertanya, "Ani, ada apa?"
Stefani menatap ke arah Jonathan dengan tatapan kosong., akhirnya dia menggelengkan kepala dengan senyuman tipis. "Tidak apa-apa, tuan Aku baik-baik saja."
"Ani!"
"mas,maaf "
"Bagus, harus seperti itu "
Setelah makan malam yang agak canggung, Jonathan memutuskan untuk mengajak Stefani ke tempat lain untuk mencoba mengubah suasana hati yang tampaknya tidak baik. Namun, begitu mereka kembali ke apartemen, Jonathan dengan cepat menyadari bahwa Stefani masih dalam suasana hati yang buruk.
Mereka berdua masuk ke dalam apartemen dengan suasana yang hening. Jonathan mencoba untuk memancing percakapan, " Ani bagaimana kalau besok kita pergi jalan-jalan? Mungkin ke taman atau tempat yang bisa membuatmu lebih rileks."
Stefani hanya mengangguk setuju dengan lemah, tetapi pandangannya tampak kosong dan pikirannya jauh. Jonathan merasa canggung dengan situasi ini, merasa bahwa ada sesuatu yang mengganggu antara mereka berdua.
Tanpa banyak kata, mereka berdua hanya duduk di sofa dengan jarak yang agak jauh. Jonathan merasa ingin menghibur Stefani, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa. Perasaan canggung semakin kuat saat dia melihat Stefani hanya menatap hampa ke arah lain.
Ketika waktu berjalan, suasana semakin hening. Tidak ada percakapan, tidak ada tindakan. Mereka hanya duduk di sana, merasa seperti ada dinding antara mereka. Jonathan merasa ragu apakah dia harus mencoba menanyakan lagi tentang perasaan Stefani atau hanya membiarkan waktu mengatasi situasi ini.
Akhirnya, setelah beberapa saat, Stefani menarik selimut lebih erat di sekitar tubuhnya. "tu..mas, maafkan aku. Aku merasa lelah dan agak tidak enak badan. Mungkin lebih baik kalau aku tidur sekarang."
Jonathan mengangguk dengan pengertian, meskipun dia masih merasa kebingungan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mereka berdua beralih ke kamarnya dan dalam sekejap, suasana hening mengisi ruangan saat mereka berdua terbaring di tempat tidur.
Jonathan merasa sedikit kecewa dengan hari ini. Dia ingin memberikan Stefani waktu yang baik dan menghiburnya, tetapi suasana hati Stefani tidak memungkinkan. Dalam keheningan malam itu, mereka berdua hanya merenungkan perasaan masing-masing, berharap bahwa esok hari akan membawa suasana yang lebih baik..
__ADS_1