
Carlos dan Charlie bersenang-senang di klub malam, menikmati musik dan suasana yang energik. Tiba-tiba, mereka disapa oleh seorang pria yang datang menepuk pundak Carlos.
"Hei, Carlos dan Charlie! akhirnya kalian datang juga kan?"
"Hai Tommy! Kami ingin tahu rasanya klub malam di Jakarta ini.baru datang?"
"Oke ,gitulah kalau jadi cowok bro! Hei perkenalkan ini teman-teman saya. Ini Jack, Rachel, dan Sarah. Mereka juga sedang bersenang-senang di sini malam ini"
Jack mengenakan pakaian casual yang fashionable. Ia mengenakan kaos dengan jaket kulit di atasnya, celana jeans, dan sepatu sneakers. Penampilannya yang santai namun tetap stylish cocok dengan suasana klub malam.
Sarah dan Rachel tampil menawan dengan penampilan seksi mereka. Sarah mengenakan dress hitam yang sedikit terbuka di bagian pundak, menonjolkan lekuk tubuhnya yang indah. Sementara Rachel mengenakan jumpsuit ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang mempesona. Keduanya memiliki rambut yang diatur dengan cantik dan riasan yang menonjolkan kecantikan mereka.
Jack, Rachel dan Sarah segera melambaikan tangan masing-masing. "Hai, Carlos dan Charlie! Senang bertemu kalian"
"Senang bertemu kalian juga! Sepertinya malam ini akan semakin menyenangkan dengan kehadiran teman-teman baru" kata Carlos
" Tentu saja! Mari bergabung bersama kami di lantai dansa.Tapi yang mana Carlos dan yang mana Carlie ya?"
"Ah nggak masalah, yang penting enjoy beb "
"Iya, ayo bergoyang bersama!"kata Sarah pula.
Carlos dan Charlie dengan antusias bergabung dengan Tommy dan teman-teman barunya di lantai dansa. Mereka bergembira menari dan berbincang-bincang sambil menikmati suasana yang semakin meriah.
Sarah dan Rachel adalah dua wanita yang percaya diri dan memiliki kepercayaan diri tinggi dalam mengekspresikan diri melalui tarian mereka di klub malam.
Mereka memiliki gerakan yang sensual dan menggoda, dengan gerakan pinggul yang lembut dan langkah kaki yang mengalun dengan indah.
Sarah menari dengan gaya yang elegan dan anggun, menggabungkan gerakan tarian Latin dan tarian modern dengan sentuhan eksotis. Ia memutar pinggulnya dengan lincah, menarik perhatian setiap mata yang melihatnya. Gerakannya yang lancar dan gesit mengisi ruang klub malam dengan aura sensual yang menggoda.
Rachel di sisi lain, menari dengan semangat dan energi yang tinggi. Gerakannya penuh dengan keberanian dan kegairahan, dengan langkah tarian yang mempesona dan sentuhan kejutan yang menggoda. Ia menggunakan gaya tarian yang menggabungkan elemen- elemen dari tarian jazz dan tarian kontemporer, menciptakan tarian yang memikat dan menggairahkan.
Kedua wanita ini bekerja sama dengan baik, saling berpadu dalam gerakan-gerakan yang sensual dan menarik.
Mereka bermain-main dengan rambut mereka yang tergerai dan membiarkan tubuh mereka bergerak mengikuti alunan musik yang menggema di klub malam. Penampilan mereka yang seksi dan hot meninggalkan kesan mendalam pada semua orang yang menyaksikannya.
Mereka menjadi sorotan di tengah kerumunan dan menarik perhatian para penonton dengan gerakan mereka yang penuh gairah dan pesona.
Tarian Sarah dan Rachel menciptakan suasana yang panas dan membara di klub malam, menjadikan mereka sebagai pusat perhatian dan penguasa panggung selama mereka menari.
"Kalian semua punya moves yang keren! Ini benar-benar malam yang seru" teriak Carlos.
" Haha, terima kasih, Carlos! Kalian juga hebat. Kami senang bisa bertemu teman baru di klub malam ini" kata Sarah.
Mungkin karena tariannya tadi serah segera berkeringat tapi berkeringatnya ini malah membuat dia semakin mempesona.
Beberapa pakaiannya menempel dengan pas sehingga lekuk tubuhnya begitu jelas dan sepertinya memanggil laki-laki untuk menatap ke arah sana.
Hem seperti seekor ikan yang sudah siap disajikan di meja makan,uft..
Begitu juga dengan Rachel yang pandangannya tidak pernah lepas dari Carlos. Bahkan gayanya itu muncul ke arah sesuatu yang vulgar.
"Betul sekali! Klub malam ini selalu menyenangkan, terutama saat bertemu dengan orang-orang baru dan tampan lagi "kata Rachel dengan nada menggoda.
Carlos bisa melihat jika Rachel ini bukanlah gadis di bawah umur. Tapi dia fine-fine aja bergabung dengan wanita yang lebih dewasa.
Yang penting happy.
"Nah, jangan lupa nantikan pertunjukan live band nanti. Mereka selalu membuat suasana semakin panas!"
Hanya orang yang naif saja yang tidak mengetahui maksud dari kata panas itu. Carlos dan Charlie melirik satu sama lain tapi kemudian mereka menampilkan senyum mereka lagi.
Mari kita lihat sepanas apa itu, hehehe.
Carlos dan Charlie merasa semakin nyaman dengan kehadiran Tommy dan teman-temannya. Mereka bercanda dan tertawa bersama, menghilangkan rasa canggung yang awalnya ada.
"Carlos , duduk dulu ta,capek"kata Tomi tiba tiba.Carlos juga setuju karena dia juga merasa lelah menari beberapa menit.
__ADS_1
Di sisi lain kali menolak untuk mengikuti mereka Dia pikir lebih nyaman menari seperti ini apalagi ditemani dengan dua gadis yang begitu hot dan.. Ehem ehem.
Carlos hanya menggelengkan kepalanya sebentar dan dia mengikuti Tommy untuk istirahat.
Tommy dan Carlos segera duduk di kursi bartender yang nyaman setelah menari dengan semangat. Tommy dengan penuh semangat memesan sebuah koktail berwarna merah menyala dengan nama "Fiery Passion". Koktail tersebut memiliki campuran vodka, triple sec, dan sirup stroberi dengan hiasan irisan jeruk dan buah beri segar di atasnya. Tommy tersenyum senang ketika pesanan minumannya datang.
Tommy yang bersemangat berteriak dengan keras" Hei, coba deh Carlos, pesan minuman ini! Rasanya luar biasa, pasti kau suka!"
"Maaf, Tom. Tapi aku tidak minum alkohol, khususnya malam ini. Aku memesan saja minuman tanpa alkohol.
Carlos memesan minuman mocktail berwarna kuning cerah dengan nama "Tropical Sunset". Mocktail tersebut terdiri dari campuran jus jeruk, jus nanas, dan grenadine, dengan hiasan payung warna-warni di pinggir gelasnya. Carlos menunjukkan minuman tanpa alkoholnya dengan senyuman.
"Ehh masih anak mami rupanya, kupikir orang yang besar di luar negeri itu lebih berani tapi rupanya masih penakut seperti tidak kusangka kau hanyalah macan yang tidak punya gigi hahaha" kata Tommy tertawa mengejek.
Carlos tersenyum mendengar komentar Tommy dan tidak terpengaruh oleh ejekannya.
" Haha, mungkin kau benar, Tom. Tapi percayalah, bukan karena takut. Aku hanya ingin memastikan diriku tetap dalam kondisi yang baik, terutama karena aku memiliki kelas penting besok"
Baru kemudian Tommy menyadari jika Carlos dan juga Charly adalah anak yang baru saja masuk ke SMA. Bagaimana mungkin dia bisa membuat reputasinya buruk karena masuk ke kelas dalam kondisi.
Hem alasannya memang masuk akal sih.
"Oke mengerti, mengerti. Aku hanya bercanda, Carlos. Semoga saja kau tidak akan melewatkan semua keseruan malam ini"
"Tentu saja tidak, aku akan menikmati malam ini dengan tetap sadar. Ayo, jangan lupa kita masih harus bertemu dengan teman-teman lainnya. Lagipula, aku penasaran dengan penampilan yang Sarah dan Rachel kata kan tadi"
Tidak berselang lama Charlie, Sarah, Rachel, dan Jack tiba di meja bartender tempat Tommy dan Carlos duduk. Mereka langsung bergabung dengan percakapan yang sedang berlangsung.
Charlie sambil tersenyum berkata."Hey guys, maaf kami terlambat. Semua tempat tampak penuh di sini. Ahh gerah banget "
"Hahaha Tenang saja, masih ada banyak tempat di sini. Ayo duduk dan nikmati malam ini!"kata Tommy.
Bartender segera menyapa semua orang."Ada yang bisa saya bantu, guys?
Sarah yang pertama berkata sambil mengacungkan jari."hem Aku pesan Long Island Iced Tea, dong"
Rachel mengangguk."Aku juga ikut pesan itu"
Bartender mengangguk."Baik, dua Long Island Iced Tea, satu Moscow Mule. Bagaimana dengan kamu ?"
Charlie sambil tersenyum malu-malu. "aku pesan jus jeruk, terima kasih"
Teman-teman yang lain tertawa melihat pesanan Charlie, sambil memberi lelucon.
x Serius, Charlie? Jus jeruk? Kau tidak berani minum?"
Rachel segera menggoda Carlie dengan mencolek pinggang nya."Ayo, kita kan di klub malam. Lagi pula, kita sudah cukup umur untuk minum, Charlie"
"Hei aku baru empat belas tahun lho, kalian gila apa?"kata Carlos tersedak.
tampan-tampan gini dibilang udah tua, hei.
"Eh kalian berdua di bawah umur? beneran, nggak bohong kan?"tanya Sarah yang langsung tidak percaya.
Dia melirik dari kaki sampai ke kepala. Ketika melihat ini dalam benaknya hanya adalah satu kata yaitu tampan.
Mana ada kata di bawah umur di dalam kamus sarah.
"Tommy?"
Tommy yang ditanyai oleh Sarah terkekeh kekeh geli tapi dia mengganggukan kepalanya dengan menyetujui jika dua kembar ini sebenarnya masih di bawah umur.
Mungkin karena lingkungan tempat mereka tumbuh jadi tubuh mereka begitu kokoh sehingga dikira sebagai pria dewasa.
" Biarkan dia, guys. Mungkin mereka hanya ingin tetap sadar dan bisa mengingat momen-momen menyenangkan kita semua malam ini" kata Tommy tenang
" Ya, persis seperti itu"kata Carlos dan juga menegaskan jika mereka masih akan masuk kelas besok.
__ADS_1
" Hei, ngomong-ngomong kalian berdua hidup di luar negeri, nih. Pasti seru banget ya di sana, banyak kesempatan buat bersenang-senang!"Jack bertanya dengan memainkan alisnya yang memberikan artian berbeda.
Tentu saja artian itu mengarah kepada sesuatu yang sedikit vulgar.
"Ya, memang seru sih, tapi bukan berarti kami mengabaikan prinsip hidup"jawab Carlos yang langsung menepis pemikiran orang-orang ini tentang gaya hidup bebas di luar negeri.
Tidak semua orang mengamalkan gaya hidup bebas seperti itu.
"Iya, kami memegang teguh prinsip tentang ini"tambah Charlie lagi.
"Hahaha Wow, kalian berdua masih perjaka juga, ya? Di sana kan bebas, nggak ada yang mengawasi. Santai aja guys,mungkin kalian hanya belum pernah mencobanya jika sudah mencoba pasti menagih hahaha"
"Hei semua akan ada waktunya, sekarang adalah waktu bersenang-senang tanpa memikirkan masalah yang sebegitu .kenapa mengumbar masalah itu jika kita bisa melakukannya seumur hidup setelah menikah Hem?" kata Carlos.
Cahaya bolak-balik yang ada di klub malam ini benar-benar membiaskan ketampanannya. Tapi kata-kata yang keluar dari mulut Charlos ini membuat semua orang terpana dan merasa ini adalah hal yang lucu.
Terutama Sarah dia tergelitik untuk menjadi guru bagi kembar ini.Ya guru *** lah kan.
Kira-kira gimana ya rasanya.
Sementara itu Tomi dan Jack tertawa kaget." Serius? Kalian tidak berpikir untuk mencoba hal-hal yang lebih bebas di luar negeri?"
Mereka bingung sebenarnya apa isi otak dari dua kembar ini. Kebebasan di luar negeri adalah hal yang mereka impikan di Indonesia. Di sini orang merasa tertekan karena begitu banyak ikatan dan juga norma-norma yang harus diikuti.
Contohnya sekarang mau mabuk-mabukan aja dilarang dan katanya tidak bagus, cis.
Apa-apaan itu.
Sudahkah mereka berdua hidup di lingkungan yang bebas tapi malah merasa nyaman mengikuti norma-norma yang sedikit mengekang.
Apakah mereka berdua itu bodoh.
" Tidak, kami percaya bahwa perjaka adalah prinsip yang penting dalam kehidupan kami. Perjaka berarti menjaga diri dari hubungan romantis sebelum menikah, sesuai dengan ajaran agama"kata kalau saya menggelengkan kepala mencoba membuat mereka semua mengerti apa yang dia maksudkan.
Charlie tidak mau kalah dia jugamenambahkan." Memang sulit di tengah lingkungan yang berbeda, tapi kami ingin hidup dengan penuh integritas dan tidak ingin mengabaikan nilai-nilai kehidupan "
Sementara mereka berbicara, Carlos dan Charlie tetap santai dengan gerak-gerik yang penuh percaya diri. Mereka sesekali meminum minuman mereka sambil mengutarakan pendapatnya dengan tegas dan penuh keyakinan.
Meskipun di bawah umur dan hidup di luar negeri yang menawarkan kebebasan, keduanya tetap memilih untuk memegang teguh prinsip keagamaan yang diajarkan oleh mama mereka.
Sarah dan Rachel saling pandang mungkin karena mereka sudah berteman lama jadi keduanya memiliki pemahaman diam-diam.
Tiba-tiba saja mereka bergerak dan memeluk Carlos dan Charli dari belakang. Dengan gaya vulgar mereka langsung menggesekkan bola lembut mereka di punggung Carlos dan Charlie.
"Hei Sarah what are you doing?"kata Carlos setengah berteriak.
Meskipun kalau mengatakan dia ingin menjaga posisi terakhir untuk pasangan nikahnya tapi dia masih seorang pria normal.
Carlos segera bangkit dan tidak terima dengan perlakuan seperti itu. Tapi ketika dia bangkit Sarah mengambil celah dan memeluknya sehingga mereka saling berhadap-hadapan.
Meskipun usia masih di bawah umur tapi tinggi dia dan Sarah itu masih setara.
"you get no *** ,how but kissing Hem?"
Cup...
Carlos tidak percaya jika Sarah begitu nekat, secara kasar Sarah mencium Carlos tapi Carlos dengan cepat mendorongnya.
"what the hell? Sarah aku nggak suka seperti ini ya...
"Hei Carlos, ada apa ini hanya ciuman"kata Tommy terkekeh kekeh.
Sarah yang sempat didorong juga awalnya marah tapi kemudian dia juga terkekeh.
"Hem kalau izinkan aku menjadi guru mu.Hem milikmu belum pernah bertemu dengan sarangnya kan hehehe, ayolah Carlos"kata Sarah lagi yang tidak peduli dengan dirinya yang seorang wanita.
"Carlos Ayo Kiss me oke"Kata Sarah.Mata Sarah yang sayu mengatakan jika dia sudah mulai terganggu dengan minuman beralkohol tadi.
__ADS_1
Dia maju selangkah demi selangkah sedangkan Carlos mundur sampai tubuh bersandar pada meja bartender.
Di sini semua orang menertawakan mereka berdua. Menertawakan pemuda cupu yang datang dari Amsterdam.