
Di aula pernikahan yang indah dan terang. Hiasan bunga-bunga dan dekorasi yang menawan menghiasi ruangan, menciptakan atmosfer yang penuh kegembiraan dan kehangatan. Di tengah aula, terdapat sebuah panggung yang dilengkapi dengan meja kecil, kursin dan seorang penghulu yang berdiri di sampingnya.
Stefani yang mengenakan gaun putih yang cantik digandeng oleh ibu guru Yanti sedang berjalan masuk ke aula pernikahan.
Mereka menarik perhatian semua orang yang hadir, yang seketika tercengang melihat kedatangan mereka. Tatapan kagum, kebingungan, dan tanda tanya muncul di wajah para tamu.
Tamu tamu yang isinya adalah para guru di sekolah berdiri di panggung memandang mereka dengan keheranan, sebelum akhirnya mengatur senyum dan memberi tanda pada Stefani untuk duduk di kursi di depannya.
"Terima kasih atas kehadiran kalian semua. Kita berkumpul di sini pada hari yang istimewa ini. Namun, ada perubahan dalam rencana pernikahan yang telah kami setujui sebelumnya"suara pembawa acara.
Keluarga ridho yang masih duduk di ruang tamu juga tercengang. jika Stefani berdiri di situ dari siapa calon pengantin penggantinya.
Sama seperti mereka,para tamu juga saling berbisik-bisik, mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Wajah-wajah penasaran dan takjub menghiasi aula.
Tiba-tiba saja terjadi kehebohan ketika kursi di atas panggung di aula pernikahan, ada Jonathan yang duduk di kursi yang seharusnya menjadi tempat duduk pengantin pria.
Dia duduk dengan tegap dan penuh penghargaan, posisinya persis di sebelah Stefani. Udara di sekitarnya dipenuhi dengan keheningan dan antusiasme yang terbaur.
Jhonatan tidak mengganti pakaiannya sama sekali jadi tidak ada orang yang berpikir jika dia lah yang berperan sebagai pengantin-pengganti hari ini.
Stefani memakai gaun pengantin yang cantik dan berkilauan, duduk di samping Jonathan dengan perasaan campuran antara kecewa dan harapan. Dia merasakan kehadiran Jonathan sebagai bentuk dukungan yang tak tergantikan di saat-saat yang sulit ini.
Tatapan para tamu yang hadir terpaku pada Jonathan dan Stefani yang duduk berdampingan di kursi pengantin. Wajah-wajah mereka penuh dengan antusiasme, penasaran dan kekaguman di saat yang sama.
"Bu Yanti ada apa? kenapa jadi pak Jhonatan sih?"Bisik guru lain .
Ibu guru Yanti juga tidak tahu menahu jadi dia angkat bahu dan menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"Is ... tapi nggak apa-apa Bu pak Jonathan itu belum begitu tua dan dia masih ganteng kaya lagi kan. yang lebih menguntungkan Pak Jonathan itu belum punya istri"
"Ya kupikir ini adalah hal yang membuat Stephanie beruntung. lebih baik baju Nathan dibandingkan dengan pria yang disodorkan oleh mereka kan. Masak calon kakak ipar bisa berubah menjadi suami. Nanti gimana jika stefaninya melihat setiap hari bagaimana ridho bermesraan dengan istri barunya sementara dia statusnya sudah berubah jadi kakak ipar.ckckckck"
__ADS_1
"Oh benar itu Bu jadi pilihan terbaik memang Pak Jonathan sih"
orang yang berbicara malah tidak mengindahkan jika keluarga pihak ridho mendengar.
karena situasinya ridho masih ada di sana begitu juga dengan kakak laki-lakinya mereka bersiap untuk dipilih oleh Stefani siapa yang akan menikah di panggung tersebut.
Dua-duanya juga sudah menggunakan pakaian yang khusus untuk ijab Kabul. tapi sekarang bukannya kakak ataupun adik tapi malah bos dari tuan rumah yang menjadi pengantin.
"Pah buat apa kita di sini Ini memalukan Ayo kita pulang"kata ridho pada papanya.
"pulang apa kamu yang bikin masalah papa yang jadi malu kayak gini kan. sekarang kamu perhatikan jika pacar kamu yang cantik itu nikah dengan orang lain. lagi pula urusan kita belum kelar apa kamu mau masuk penjara?"kata papanya pelan.
Di sini papanya ridho juga merasa tidak nyaman karena wajah mereka benar-benar dibuat malu dengan adegan hari ini. Tapi mau bagaimana lagi ini adalah kesalahan yang dibuat oleh pihak mereka ,bukan pihaknya Stefani.
Padahal dia dan keluarganya sudah nyaman dengan Stefani dan Stefani juga sudah memanggil dirinya papa dan Mama di rumah.
Tapi siapa yang menyangka jika sebenarnya Stefani dan ridho sama sekali tidak berjodoh.
Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini.
Adegan berlangsung di aula pernikahan yang indah dan khusyuk. Ruangan dihiasi dengan hiasan bunga, cahaya lembut, dan aroma harum yang mengisi udara. Suasana aula dipenuhi dengan keheningan dan doa para tamu yang hadir.
Sementara orang di bawah berbisik-bisik acara di atas panggung tetap dilakukan. Pak penghulu tidak tahu jika saat ini pengantin prianya sudah diubah dia hanya melakukan pekerjaannya saja.
yang dia tahu nama yang tertera itu salah dan itu harus diubah nanti tapi itu bukan masalah saat ini adalah dia harus menikahkan mereka.
"Jonathan Aldelis ,aku nikah dan kawinkan engkau berwalikan aku dengan Stefani binti Burhanuddin dengan mas kawinnya sebentuk cincin emas tunai"kata Pak penghulu dengan nafas yang jelas.
Ketika kata-kata itu jatuh dan tangan mereka bergenggam dengan erat Jonathan langsung berkata.
" saya terima nikah dan kawinnya Stefani binti bulan dengan mas kawin tersebut tunai"
__ADS_1
untuk beberapa waktu Pak penghulu terdiam dan bertanya dengan para saksi yang namanya sudah ditulis.
"gimana saksi?" tanya pak penghulu pada para saksi.
"Sah...
"Sah..
"Sah..
Alhamdulillahirobbilalamin...
Setelah ijab kabul , Jhonatan membaca doa sembari menyentuh ubun-ubun Stefani dengan telapak tangan kanan. Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa 'alaihi, wa a'uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa 'alaihi.
Ketika Jonathan membacakan itu tiba-tiba ada suara tangis yang terendam dari Stefani. Memang pernikahan ini dia yang memintanya tapi dia juga tidak munafik karena hati ini benar-benar sakit.
Beberapa guru juga melihat Stefani menangis dan mereka juga menangis di saat yang sama. Sungguh hal yang terjadi ini adalah hal yang tidak mereka duga sebelumnya.
Kasihan Stefani.
Tapi kemudian semuanya segera menyampaikan takbir dalam hati, merasa bahagia dan terharu menyaksikan momen sakral ini.
Dalam suasana yang khusyuk mereka semua menyampaikan doa-doa dalam hati memohon petunjuk, keberkahan dan kesuksesan bagi pernikahan yang baru saja dimulai.
Ridho tidak kuasa menyaksikan pernikahan ini jadi dia tanpa minta izin terlebih dahulu sendirian untuk meninggalkan tempat pernikahan itu.
Sama seperti stefani hatinya juga terluka, dia tidak pernah menduga jika pertemuannya diam-diam bersama wanita itu. Bisa mengakhiri pernikahan yang sudah direncanakan dengan Stefani.
Padahal kan...
Sementara itu keluarga ridho tidak bergerak dari posisinya karena mereka masih ada beberapa hal yang perlu dibicarakan dengan Jonathan.
__ADS_1
Mereka masih berharap jika Jonathan tidak mempermasalahkan hal ini ke meja hijau. Secara yang diuntungkan di sini adalah Jonathan sendiri.
Dia bisa menikah dengan gadis yang bisa dia sebut sebagai putrinya sendiri.