
Setelah melakukan serangkaian hal-hal terkait pernikahan Stefani. Jonathan juga mengurus masalah Sari yang pergi ke rumah sakit.
Sebagai seorang CEO apa yang dilakukan Jonathan sebenarnya hanya masalah membuka mulut saja. Hanya dengan satu kali perintah ada beberapa orang yang mengurus masalah itu.
Karena itu Jonathan melanjutkan harinya seperti biasa seolah-olah tidak ada kejadian sama sekali.
Setelah pernikahan yang penuh liku-liku tersebut, Jonathan dan Stefani berusaha menjalani hari-harinya dengan ketenangan dan kegembiraan.
Jonathan terus menjalankan perannya sebagai suami di atas kertas.
Stefani meskipun masih terbayang dengan kejadian yang telah terjadi, berusaha melihat ke depan dengan penuh semangat. Dia tidak ingin membiarkan masa lalu menghambat kebahagiaannya sebagai seorang remaja.
Selain dari pekerjaannya di rumah dia selalu menghabiskan waktu di rumah sakit menemani Sari yang sedang dirawat di sana.
Ditambah dengan semua orang yang merahasiakan kejadian hari itu. Maka Jonathan bahkan lupa dengan posisinya sebagai suami Stefani.
Tapi kejadian itu diketahui oleh keluarga Aldelis entah bagaimana.
Pagi pagi sekali Jonathan menerima panggilan telepon dari Mama-nya yang terkesan terkejut dan antusias. Dia mengangkat telepon dengan senyum di wajahnya, merasa senang mendengar suara ibunya.
" Halo, Mama. Ada apa?"
" Jonathan, aku baru saja mendengar kabar bahwa kamu sudah menikah! Aku sangat terkejut, tapi juga sangat bahagia untukmu, sayang"dari nada suaranya saja Jonathan mengetahui jika mamanya ini begitu antusias sekali.
Tapi sayang sekali Jonathan tidak berpikir itu adalah hal yang baik.
"Ya, Mama. Tapi mama tau kan situasinya mah, jadi jangan berharap mah "
"Sayang Kamu tahu, meskipun kamu sudah menikah dua kali sebelumnya, mama selalu mendoakanmu menemukan kebahagiaan sejati. mama berharap kali ini bisa menjadi pernikahan yang langgeng dan penuh berkah" suara mamanya seperti tersedak. Ini menyiratkan jika mamanya masih mengingat peristiwa lama.
"Mama stop mah, Jhonatan sibuk mah.Tapi ingat mah ,aku cuma nganggap Stefani itu sebagai keponakan sendiri Mama tahu kan. putrinya Yana itu namanya juga Stefani mah. Tolong untuk sekali ini Mama ngertiin Jonathan oke" kata Jhonatan panjang lebar.
__ADS_1
Dua pernikahan sudah membuat dirinya trauma. Dia tidak ingin mengalami hal yang sama lagi.Karena itu Jonathan memberikan mamanya sugesti lebih awal.
"Tapi sayang...
"Mama please mah tolong jangan beri aku beban lagi, Jonathan sudah sembuh dan Jonathan tidak ingin sakit lagi mah"kata Jhonatan
Mungkin mamanya di seberang sedang pikir-pikir tentang apa yang dikatakan oleh Jonathan.
"Oke sayang mama nggak akan mendorong kamu lagi. Tapi kamu jangan banyak pikiran ya. Santai aja Mama juga nggak mau kamu itu kambuh. Lupakan apa yang sudah mama kasih katakan tadi oke"
"Hem baiklah mah tapi Jonatan pergi dulu ya ini masih banyak kerjaan" kilah Jhonatan.
"Oke sayang jaga dirimu baik-baik ya Mama ingin kamu selalu sehat seperti sekarang ini. assalamualaikum"
"waalaikumsalam" kata Jhonatan pelan.
Jonathan menarik nafas panjang dan memutar kursi kerja nya ke arah jendela.
Dia menatap keluar melalui jendela besar yang menghadap ke ibukota yang sibuk. Wajahnya penuh dengan kegalauan dan keraguan ,mengingat pernikahannya dengan Stefani yang terjadi tanpa perencanaan sebelumnya.
Dari jendela besar ini, Jonathan bisa melihat pemandangan yang mencerminkan kehidupan sibuk di ibukota.
Meskipun pemandangan tersebut penuh dengan kehidupan, saat ini Jonathan merasa terjebak dalam kegalauan yang mendalam.
Dia melihat dirinya sendiri dalam pantulan jendela, mencerminkan masa lalunya yang penuh dengan ketidakpastian dan kegagalan dalam pernikahan.
Perasaan yang bertentangan dan kenangan buruk terus terbayang dalam pikirannya, mengingatkannya pada dua pernikahan sebelumnya yang berakhir dengan kegagalan.
Dengan pandangan penuh kegalauan dan refleksi dalam matanya.
Tiba-tiba, telepon berdering dan ini menarik perhatiannya. Jonathan mengangkat telepon dengan penuh kebingungan.
__ADS_1
"Halo? Yana?"sapa Jhonatan dengan suara yang bergetar. Sulit dipungkiri untuk Jhonatan jika hatinya masih mengingat bagaimana kebahagiaan mereka yang dulu.
Tapi kebahagiaan itu dialah yang menghancurkannya sendiri. Tapi hanya Tuhan yang tahu bagaimana inginnya Jonathan merajut lagi cinta lama. Tapi sayang Yana sekarang memiliki suami bahkan sudah bahagia bersama orang lain.
Suara Yana dari seberang telepon terdengar dengan gembira." Jonathan, ini Yana. Aku baru saja mendengar kabar bahwa kamu telah menikah dengan Stefani. Aku ingin mengucapkan selamat!"
Perlu diingatkan lagi Yana juga tahu siapa itu Stefani. Bahkan dia juga tahu siapa itu Sari karena masa lalu mereka berdua sebagai pasangan.
Karena itu Yana sempat terkejut mendengar informasi ini. Tapi dia berharap jika ini mungkin adalah anugerah dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Tapi di sini Jonathan terkejut bukan main."Yana? Bagaimana kamu tahu?"
" Oh Jhoni, aku masih memiliki teman-teman yang memberitahuku. Aku sangat senang mendengarnya, Jonathan. Ini adalah langkah besar untuk kau berdamai dengan masa lalux
Jonathan terlihat bingung dengan perasaan yang campur aduk."Terima kasih, Yana. Aku tidak menyangka kamu akan tahu tentang pernikahanku.Tapi kau tahu , ini hanya pernikahan di atas kertas tidak serius"
"Jhonatan, Walaupun kita telah berpisah, kita tetap memiliki sejarah bersama dan dua putra kembar yang baik.Aku berharap yang terbaik untukmu dan Stefani"
Jonathan mendengar kata-kata Yana dengan hati yang bimbang. Dia merasakan kehangatan dan cinta yang pernah mereka bagikan, tetapi juga menyadari bahwa dia dan yana adalah masa lalu saja.
"Terima kasih, Yana. Aku juga berharap yang terbaik untukmu. Kami telah berpisah lama, dan aku berharap kita bisa menjaga hubungan yang baik sebagai orang tua untuk anak-anak kita"
" Tentu, Jonathan. Anak-anak kita adalah prioritas utama kita. Aku berdoa agar kamu menemukan kebahagiaan sejati dan bahagia seperti aku sekarang ini "
Jonathan merasa terdampar dalam dilema emosional. Di satu sisi, dia merasakan ikatan yang kuat dengan Yana dan mengingat masa lalu mereka bersama.
"Jangan ragu untuk mencari bantuan dan mendukungan dari orang-orang terdekatmu.Ingat Jhoni anak anak selalu bangga punya papa seperti kamu"kata Yana lagi.
Percakapan itu berakhir, dan Jonathan duduk dengan perasaan campur aduk. Meskipun hatinya masih terikat dengan Yana, Jonathan tahu kebahagiaan Yana adalah hal yang paling penting.
Sebuah hal yang tidak pernah bisa dia berikan ketika dia menjadi suami Yana dulu.
__ADS_1
"Yana Aku juga ingin bahagia seperti kau Yana tapi bagaimana mungkin aku bisa"guman Jhonatan pelan.Matanya kembali menatap ke arah jendela.
Bisakah aku bahagia.