Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Cinta Atau Obsesi ?


__ADS_3

Shazna mengikuti langkah kaki Fattan yang membawanya masuk ke dalam rumah. Mata Shazna kembali di suguhkan pemandangan yang membuatnya tercengang. Warna interior rumah itu pun sebagian besar warna kesukaannya.


'' Aku gak nyangka kalau ternyata kamu segila ini,'' ucap Shazna yang mengamati sekeliling ruangan dengan senyum miring di bibirnya. Fattan tergelak, mendapat cibiran dari sang mantan.


'' Ya aku memang tergila-gila sama kamu,'' sahut Fattan dengan senyum terkembang. Shazna mencebikkan bibir seraya menggeleng pelan. Wanita itu menyusuri ruang tamu hingga ruang tengah. Ia benar-benar di buat geleng-geleng kepala dengan semua yang ada di dalam rumah tersebut.


" Bi !," panggil Fattan assisten rumah tangga yang tak terlihat dari ruang tengah.


" Ya Mas," sahut wanita paruh baya yang berjalan tergopoh-gopoh menghampiri sang majikan.


" Tolong buatkan minuman bi,ada tamu ," ucap Fattan seraya menatap Shazna yang sedang melihat sebuah lukisan pemandangan alam yang tergantung di dinding.


'' Lho,ini non Shazna kan Mas ?,'' tanya wanita bernama Bi Rumi itu. Shazna yang mendengar namanya di sebut menoleh pada wanita yang tak di kenalnya. Shazna tampak mengernyit.


'' Kok Bibi tahu nama saya, rasanya saya baru pertama kali bertemu dengan bibi ?,'' tanya Shazna bingung. Wanita paruh baya itu tersenyum lebar seraya mendekati wanita yang tak asing di mata bi Rumi. Bi Rumi mengulurkan tangan pada Shazna yang berdiri mematung dengan tanda tanya di benaknya.


'' Kenalkan non,saya bi Rumi. Saya sudah bekerja ikut Mas dokter dua tahun. Ternyata calon istri mas dokter lebih cantik aslinya daripada di foto,'' ungkap Bi Rumi semakin membuat Shazna yang sedang menyambut uluran tangan Bi Rumi semakin mengernyitkan dahi.


'' Calon istri ?,'' tanya Shazna dengan kernyitan di dahi yang semakin dalam. Fattan yang melihat kebingungan di wajah Shazna mendekati dua wanita itu.


'' Soalnya yang di foto itu udah lama bi, sekarang tolong Bibi buatkan minum dulu buat Shazna,'' tutur halus Fattan pada Bi Rumi. Bi Rumi mengangguk dan bergegas pergi dari ruang tengah.

__ADS_1


Shazna menatap tajam lelaki yang kini berdiri di hadapannya dengan seulas senyum tipis.


'' Kamu bener-bener gak waras ya, bisa-bisanya orang nganggep calon istri kamu. Terus foto maksudnya apa ?,''cercah Shazna dengan tatapan tertuju pada Fattan yang kini berdiri berjarak tak lebih dari setengah meter dari dirinya yang berdiri dengan bersandar di sandaran sofa.


'' Karena menang kamu adalah calon nyonya di rumah ini, sampai kapanpun hanya ada kamu Shaz. Gak akan ada yang berubah,'' ucap Fattan yang kini berjalan semakin dekat dengan Shazna.


'' Jangan gila kamu Tan, hubungan kita sudah berakhir bertahun-tahun yang lalu. Apa perlu aku ingatkan ?, kalau kamu yang sudah mengakhiri semuanya ?. Cerita kita sudah berakhir Tan, anggap saja hanya sebuah cerita cinta monyet yang ada di antara kita dahulu,'' ujar Shazna dengan perasaan gugup karena Fattan yang kini kian mendekat.


Fattan mengungkung tubuh Shazna, dengan mengurung tubuh itu di antara lengannya yang berpegangan pada sandaran sofa.


'' Cerita kita belum berakhir Shaz,sampai kamu menemukan kebahagiaan kamu. Meski mungkin itu bukan dengan aku. Aku akan melepaskan kamu. Jika kamu sudah menemukan kebahagiaan mu.Tapi tidak sekarang, karena lelaki yang bersamamu saat ini masih memberi mu luka,'' ucap Fattan dengan mata tak lepas menatap wanita yang kini berjarak tak lebih dari sepuluh sentimeter dengan dirinya.


'' Aku akan selalu ada di hidup kamu, menjadi bayangan dirimu. Aku akan menebus semua waktu yang telah aku lewatkan tanpa kamu,'' ucap Fattan dengan pasti, Shazna menarik paksa tangannya namun tak terlepas dari genggaman erat Fattan.


Lelaki itu justru menarik sang wanita masuk ke ruang makan yang bersatu dengan dapur bersih. Hanya di beri sekat tembok sebatas dada. Tampak Bi Rumi telah selesai membuat minum untuk tuannya serta tamu yang di bawa sang majikan.


Fattan menarik kursi di ruang makan. Mendudukkan Shazna yang tampak kesal di sana.


" Bi minumnya taruh sini aja Bi ,'' titah Fattan pada Bi Rumi yang sedang mengangkat nampan berisi minuman dan sepiring kue basah.


'' Baik Mas,'' sahut Bi Rumi yang kemudian meletakkan bawaannya di hadapan Setelah mempersilahkan Shazna minum Bi Rumi beranjak dari sana.

__ADS_1


'' Kamu minum dulu ,aku masakin makan siang buat kamu ,'' ucap Fattan seraya mengusap lembut rambut Shazna. Membuat wanita itu menegang sesaat. Bi Rumi yang melihat adegan itu tersenyum sendiri.


Fattan membuka pintu kulkas dan mencari bahan makanan yang tersedia. Bu Rumi mendekati sang majikan.


'' Mau Bibi masakan apa mas ?," tanya Bibi membuat lelaki itu menoleh.


" Gak usah Bi,Bibi istirahat saja. Biar saya masak sendiri buat Shazna ," jawab Fattan dengan senyum yang seakan enggan luntur dari bibir lelaki itu.


" Baiklah kalau begitu Mas," ucap Bibi yang kemudian berjalan menjauh. Dengan senyum terkembang,Bibi merasa ikut bahagia melihat raut ceria di wajah majikannya.


Fattan berjalan menuju dapur bersih dengan bahan makanan di kedua tangannya. Shazna memperhatikan lelaki itu dalam diam. Tampak wanita itu tersenyum tipis melihat kesibukan Fattan di dapur.


Shazna tahu, lelaki itu sedang mewujudkan ucapnya dulu saat mereka masih bersama. Pernah Shazna memuji seorang pelakon drama yang mereka tonton berdua, saat aktor dalam drama tersebut sedang masak. Shazna memujinya dengan mengatakan sang aktor sangat menawan . Dan kali ini, Fattan sedang menunjukkan pesonanya dengan celemek dan peralatan masak yang digunakannya untuk menyiapkan makan siang untuk Shazna.


Sepiring udang goreng crispy, sop ayam dengan kuah yang masih mengepulkan asap sudah tersedia di hadapan Shazna. Tak ketinggalan nasi yang juga baru keluar dari rice cooker.


" Kamu harus makan yang banyak,biar tekanan darah kamu kembali normal," ujar Fattan seraya menyodorkan sepiring nasi dengan lauk di hadapan Shazna. Shazna menatap lelaki itu dengan sorot mata resah.


Hatinya bergumuruh, lelaki di hadapannya mempermainkan perasaan Shazna dengan sangat baik. Fattan sengaja memancing memori tentang kebersamaan mereka dahulu. Mewujudkan impian Shazna dengan cara yang sangat manis.


Namun sebuah tanya menggantung dalam benak Shazna. Apa yang sesungguhnya ada di diri lelaki itu untuk dirinya. Cinta atau obsesi kah yang sesungguhnya kini ada dalam hati Fattan ?. Shazna tak mampu menebak dan meraba tentang rasa yang bersemayam dalam dada lelaki yang seakan enggan memalingkan tatapan dari wajah Shazna di sepanjang mereka makan siang.

__ADS_1


__ADS_2