Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Bertemu Camer


__ADS_3

Fattan mengikuti Shazna yang berjalan ke arah dapur. Lelaki itu seakan tak ingin berpisah dengan wanitanya. Saat Shazna membuat minuman pun lelaki itu menempel pada kekasihnya.


'' Katanya berangkat jam sembilan,ini udah setengah sepuluh belum berangkat,'' sungut Shazna sambil menyeduh teh dalam cangkir.


'' Keberangkatan di undur jadi nanti malem,'' jawab Fattan yang kini memeluk kekasihnya dari belakang. Lelaki itu melingkarkan tangannya di perut Shazna.


'' Ini apa sih,ada Mama kamu. Malu tau,'' sewot Shazna sembari memukul lengan Fattan dengan sendok yang dipegangnya.


'' Biarin,aku bakal kangen banget sama kamu,'' ucap Fattan tanpa merenggangkan tubuhnya dari Shazna.


'' Ih apa sih,udah keberangkatan dimundurin gak ngasi tau lagi. Sebel,'' sambung Shazna dengan sikunya memukul perut Fattan.


'' Aku tuh pengen seharian ini sama kamu,eh Mama malah datangnya kecepatan,'' ucap Fattan dengan wajah keruhnya. Shazna tersenyum, kemudian merenggangkan tangan Fattan. Wanita itu membalikkan tubuh menghadap ke arah Fattan.


'' Dasar, mamanya datang bukannya seneng malah menggerutu,'' ucap Shazna sembari memencet hidung mancung kekasihnya. Fattan menangkap tangan Shazna dan mengecupnya.


'' Karena datangnya di waktu yang tidak tepat,''

__ADS_1


'' Mmm, gitu . Jadi Mama salah waktu gitu,dasar nakal ,'' ucap Mama yang ternyata sudah di belakang putranya, seraya menarik daun telinga Fattan. Shazna yang sudah melihat ibu dari kekasihnya itu hanya menjulurkan lidah.


'' Ma,aduh sakit,'' keluh Fattan seraya mengusap telinganya.


'' Kalau Mama gak datang ,kamu mau ngapain ?, mau ngurung anak gadis orang. Dasar kamu ya,'' omel Mama, Shazna tersenyum lebar saat keluar dari dapur. Berjalan dengan nampan berisi teh yang masih mengepulkan asap.


''Aduh,gak kok Ma,gak,'' sangkal Fattan. Mama hanya menggelengkan kepala. Tak menyangka betapa lengketnya Fattan dengan kekasihnya itu.


Selama ini, Fattan adalah anggota keluarga yang akan selalu mendapat bully an setiap kali berkumpul keluarga besar. Karena lelaki itu tak pernah mengenalkan seorang wanita pun pada keluarga. Mama sempat khawatir pada putranya itu. Meski ia tahu bahwa sang anak tidak bisa berpaling dari wanita bernama Shazna yang baru di lihatnya secara langsung hari ini. Selama ini Mama hanya melihat dari foto yang berada di kamar Fattan.


Sedikit berbeda memang, foto yang di lihatnya selama ini, adalah foto gadis cantik berseragam SMA yang tampak ceria. Yang sekarang ada di hadapannya adalah sosok wanita anggun yang tampak elegan dengan kecantikan yang lebih matang dan terlihat dewasa.


'' Mendadak ada acara katanya,'' sahut Mama yang sudah duduk di hadapan Shazna. Wanita cantik berwajah lembut itu mengangkat cangkir berisi teh yang di seduh oleh calon menantu.


'' Pas dengan selera Mama,'' Ucap Mama Dhea setelah meminum teh buatan Shazna. Wanita itu tersenyum lega.


'' Pinter kan Fattan nyari calon mantu buat Mama,'' Fattan ikut menyusul.

__ADS_1


'' Apa sih ,'' gerutu Shazna dengan wajah di tekuk. Mama tampak tertawa melihat tingkah sepasang kekasih itu.


'' Kalau itu tidak Mama ragukan. Kamu saja rela menjomblo bertahun-tahun. Pasti dia yang terbaik buat kamu,'' ucap Mama, Shazna tersipu sedang Fattan langsung mencium pipi sang Mama.


'' Pasti Ma,'' jawab Fattan mantap. Melihat binar di mata anak lelakinya membuat kelegaan tersendiri di hati Mama. Sudah bertahun-tahun ia tak melihat binar bahagia di mata itu.


Fattan memilih duduk di samping Mama. Wanita itu meraih tangan sang anak dan menepuk punggung tangan itu.


'' Maafkan Mama dan Papa yang sudah menjadi penyebab putusnya hubungan kalian dulu,'' tutur Mama, mengingat ia yang bersikeras agar anaknya fokus pada pendidikan dan melupakan tentang urusan asmara.


'' Semua memang sudah jalannya Tante, tidak akan ada yang bisa merubah ketentuan yang sudah Tuhan garis kan. Mungkin perpisahan yang dulu terjadi adalah jeda waktu yang Tuhan berikan untuk kita sama-sama mendewasakan diri. Tidak ada yang salah di sini, tidak ada yang perlu minta maaf dan di maafkan,'' sela Shazna dengan dewasanya. Membuat Mama menatap dengan mata berkaca-kaca dengan raut wajah haru.


'' Pantesan anak Mama gak bisa move on dari kamu. Selain cantik wajahnya,hati kamu juga cantik. Dan pemikiran kamu sangat dewasa,'' puji Mama membuat Shazna merasa tersanjung.


'' Tante terlalu memuji,'' sangkal Shazna,ia merasa tak sesempurna itu. Namun Fattan justru tersenyum bangga saat bertemu tatap dengan sang ibu.


Siang itu yang di harapkan menjadi siang perpisahan antara Fattan dan Shazna nyatanya berakhir gagal. Shazna tampak asyik berbincang dengan Mama sembari duduk bersantai di tengah taman. Entah apa yang di bicarakan dua wanita beda usia itu. Yang pasti Fattan yang justru tak dihiraukan. Membuat lelaki itu merasa kesal dengan dua wanita tersayang dalam hidupnya.

__ADS_1


Fattan hanya bisa pasrah, duduk diantara dua wanita yang membicarakan hal yang tidak ia pahami. Mereka membicarakan tentang tanaman, kulineran hingga fashion terbaru. Membuat Fattan berkali-kali menguap karena merasa bosan.


__ADS_2