
Setelah pertemuannya dengan Fattan, Brandon lebih banyak diam. Bahkan terkadang lelaki itu tak memperhatikan Kellie yang mengajaknya berbicara. Kini keduanya berada di dalam mobil milik Brandon dalam perjalanan pulang.
Kellie tampak cemberut dengan dua tangannya yang bersedekap di dada. Bukan Brandon tak mengetahui gadis di sampingnya sedang kesal pada dirinya. Tapi ia sedang malas berbicara apa lagi untuk membujuk gadis itu.
'' Om kenapa sih ?, tiba-tiba diem gak jelas,'' Kellie akhirnya tak tahan untuk tidak memprotes sikap Brandon yang di rasa acuh padanya.
'' Aku lagi banyak kerjaan, tadi aku di hubungi orang kantor. Ada masalah yang harus di selesaikan,'' tutur Brandon ia beralasan soal kerjaan ,agar wanita di sampingnya tak lagi meminta penjelasan lebih.
'' Aku pikir kenapa,ya udah langsung ke kantor aja. Aku gak apa-apa kok ikut om ke kantor,'' ujar gadis berambut cokelat itu.
'' Aduh gak bisa Kell, soalnya aku mesti rapat. Aku gak mau kamu kelamaan nunggu. Aku juga gak tahu bakal selesai jam berapa ,'' jelas Brandon untuk menghindari gadis itu mengikutinya ke kantor.
''Ih om perhatian sih,gak mau aku capek nunggu. Ya udah anterin Kellie ke butik aja. Nanti Kellie minta jemput orang rumah,'' ujar gadis yang sudah kembali dengan wajah cerianya.
__ADS_1
'' Oke,'' sahut Brandon,ia tak ingin banyak basa-basi. Ia hanya ingin segera kembali ke kantor dan bertemu dengan kekasihnya. Ancaman Fattan yang hendak mengambil sang kekasih darinya terlalu menakutkan dalam bayangannya.
Sisa perjalanan mereka di habiskan dalam diam. Brandon dengan segala kecamuk rasa di dadanya. Sedang Kellie lebih memilih mendengarkan musik lewat earphone. Brandon mengantarkan Kellie sampai depan butik yang biasa di kunjungi oleh ibunya juga.
'' Sorry ya,aku dropin di sini. Aku buru-buru soalnya,'' ujar Brandon yang berada di dalam mobil saat gadis itu telah turun. Ia hanya menurunkan kaca pintu tanpa berniat untuk turun.
'' Gak apa-apa om, makasih ya om udah nyampetin waktu buat Kellie,'' ucap gadis itu dengan wajah ceria penuh senyum. Brandon hanya mengangguk dengan senyum kecil di bibirnya.
Lelaki itu hanya ingin cepat-cepat bertemu sang kekasih dan memastikan lelaki yang tadi di jumpai dirinya tak mengadu pada Shazna. Sekarang ia benar-benar merasa menjadi pria berengseek yang mengencani dua wanita. Tapi ia tak bisa melepaskan salah satu dari keduanya. Ia memang tak mencintai Kellie,tapi balas budi itu tak bisa ia abaikan. Apalagi ia tahu Kellie sama sekali tak menolak soal perjodohan itu.
Sedang Shazna adalah cintanya,ia merasa sesak tak mampu bernafas dengan baik tanpa wanita itu di sampingnya. Cintanya terlalu dalam pada wanita itu. Tak perduli dengan semua penolakan terhadap hubungan dirinya dengan Shazna. Ia akan mempertahankan wanitanya dengan cara dia.
Egois,satu kata yang layak tersemat untuk seorang Brandon. Ingin memiliki kedua wanita itu untuk kepentingan dirinya. Ia tak mau di anggap lupa diri dengan menolak perjodohan. Tapi ia tak juga ingin menyerah pada cintanya.
__ADS_1
Sampai di kantor, lelaki itu turun dari mobil dan berjalan cepat. Beberapa karyawan yang berpapasan dengan dirinya tampak menyapa, namun lelaki itu seakan tak mengindahkan. Ia hanya ingin cepat-cepat naik bertemu kekasihnya. Menenangkan batinnya yang dilanda kekhawatiran . Langkah panjang Brandon menyusuri lorong menuju ruangannya setelah keluar dari dalam lift.
Sampai di depan ruangannya lelaki itu berhenti di depan meja kerja sang kekasih. Wanita pujaannya sedang sibuk dengan laptop di depannya.
'' Hei, sudah kembali ?,'' tanya Shazna dengan seulas senyum yang menyadari sang kekasih berdiri di seberang meja kerjanya. Brandon tersenyum lebar,raut wajah Shazna mengatakan wanita itu tak tahu ia baru saja darimana.
'' Iya sayang, maaf ya kamu jadi repot meng cancel meeting dengan Pak Danu,'' ujar Brandon yang tadi memberi alasan pada Shazna untuk ke rumah sakit menjenguk salah satu anggota keluarganya yang sakit.
'' Iya gak apa-apa, gimana keluarga kamu yang sakit, udah baikan ?,'' tanya Shazna tanpa curiga. Brandon duduk di tepi meja kerja Shazna. Tangannya meraih pipi lembut sang kekasih dan membelainya dengan sayang.
'' Udah baikan kok,oh ya sayang. Aku udah reservasi restoran. Nanti malam kita dinner, udah lama kita gak we time berdua. Aku kangen,''ungkap Brandon dengan jari yang sudah berada di atas bibir merona sang kekasih.
Shazna hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Dua pasang bola mata itu saling menatap dalam. Shazna terbius tatapan kekasihnya yang terlihat begitu mendamba. Brandon semakin menundukkan wajah. Sekilas pria itu mengecup bibir menggoda kekasihnya.
__ADS_1