Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Perpisahan


__ADS_3

Di kursi tunggu Bandara sepasang kekasih duduk bersebelahan dengan sang wanita bersandar di bahu lelakinya. Sedang sang lelaki terus mengusap lembut kepala wanitanya. Cukup lama keduanya duduk dalam diam. Mereka sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Fattan menggenggam erat telapak tangan Shazna dan mengecupnya dengan lembut.


'' Kamu hati-hati di sini,aku mungkin bakal susah di hubungi. Kalau ada apa-apa kamu bilang aja ke Mama,'' tutur Fattan kemudian mengecup puncak kepala kekasihnya.


Shazna menarik nafas dalam, kemudian mengeratkan di pinggang Fattan. Wanita itu mengangguk pelan. Fattan tersenyum,ia tak menyangka ibu dan kekasihnya itu akan sangat mudah untuk akrab. Ibu pun menerima wanita pilihannya tanpa ada protes sedikitpun.


Shazna menegakkan tubuhnya, melepaskan dekapannya pada sang kekasih. Wanita itu menunduk, menatap ujung sepatu kets yang di pakainya.


'' Kamu pernah merasa kalau hubungan kita rumit gak ?,'' tanya Shazna tanpa menoleh pada Fattan. Lelaki di sampingnya tampak merenung. Tatapannya menerawang, seakan menembus ruang.


'' Entahlah, aku sendiri tidak tahu. Di saat kita bisa berdamai dengan masa lalu. Mencoba membuka hati kembali, ternyata semesta masih mempermainkan kita. Jarak lagi-lagi memisahkan kita berdua,'' jawab Fattan, Shazna tersenyum getir. Karena ia pun merasakan hal yang sama.


'' Atau mungkin semesta tidak merestui kita ?,'' pertanyaan yang terdengar gamang terucap di bibir Shazna. Fattan mengambil tangan Shazna yang berada di atas pangkuan wanita itu.


'' Bukan tidak merestui, hanya sedang menguji perasaan dan kedewasaan kita berdua. Aku harap kita bisa terus sama-sama memegang janji kita. Kita akan di pertemukan kembali di saat aku akan menjadikan kamu nyonya Ghifari,'' Shazna tersenyum lembut, keduanya bertemu pandang. Sirat bayang kerisauan tergambar di sorot mata Shazna.

__ADS_1


Fattan menyelipkan helaian rambut di belakang daun telinga Shazna. Kemudian membawa kepala sang wanita mendekat , kemudian satu kecupan mendarat di kening Shazna.


'' Aku tunggu kamu menepati janji kamu,'' ucap Shazna, Fattan menganggukkan kepala.


'' Pasti,'' sahut Fattan.


Beberapa saat kemudian suara panggilan untuk para penumpang pesawat terdengar meminta mereka untuk segera naik.


'' Aku pergi dulu, kamu jangan nakal,'' ujar Fattan yang kini telah berdiri dari duduknya. Lelaki itu membawa sang wanita dalam pelukan . Shazna tak mampu menahan laju air matanya. Wanita itu menelungkup kan wajah di dada bidang Fattan.


'' Hati-hati di sana, jangan tergoda kembang desa,'' ucap Shazna, Fattan tersenyum seraya mengangguk. Lelaki itu melepaskan genggaman tangan Shazna dan membawa tubuh kekasihnya kembali dalam dekapan.


Lelaki itu melepaskan pelukan,saat dua teman lainnya yang akan berangkat bersama sudah berjalan masuk.


'' Aku berangkat ,'' pamit Fattan, Shazna melepas kepergian Fattan dengan senyum tipis meski air matanya pun ikut mengalir dari pelupuk mata.


'' Hati-hati,'' sambut Shazna dengan suara tercekat, Fattan mengangguk kemudian menarik koper miliknya. Melangkah meninggalkan Shazna yang berdiri mematung di tempat.

__ADS_1


Sekali lagi, Fattan menoleh kebelakang. Melihat wajah cantik sang kekasih yang tampak sendu. Keduanya sama-sama melambaikan tangan. Terulang lagi kisah mereka yang terpisah jarak. Mungkinkah akan berakhir sama ?. Entahlah, pasrahkan saja pada kehendak semesta. Bukankah jikalau jodoh tak akan kemana ?.


Shazna keluar dari area bandara, wanita itu berjalan dengan sesekali mengusap pipinya yang masih berurai air mata. Ia menarik nafas, memenangkan perasaannya sebelum masuk ke dalam mobil.


Sesaat Shazna yang sudah berada di dalam mobil, duduk terdiam. Wanita itu menyandarkan tubuhnya dengan mata terpejam. Ini adalah perpisahan ke dua dari satu orang yang sama. Ada perasaan resah yang menggangu hatinya. Rencana apa yang sebenarnya tertulis di hidupnya ?. Apakah ia yang akan selalu tidak beruntung soal cinta ?. Atau ada rencana indah di hidupnya yang belum ia tahu dimana akhirnya ?.


Beberapa saat bergelut dengan pikirannya sendiri. Shazna tersadar saat mendengar deru suara pesawat yang baru saja lepas landas. Wanita itu menengadah menatap pesawat yang membawa kekasihnya.


'' Aku akan sangat merindukan kamu, Fattan,'' bisik Shazna yang lagi-lagi disertai lelehan air mata. Pesawat semakin meninggi, Shazna menghapus air matanya. Kemudian menghidupkan mesin mobil dan melaju meninggalkan bandara.


Sementara di dalam pesawat Fattan yang duduk di dekat jendela menatap daratan di bawah sana . Daratan yang awalnya masih terlihat jelas kemudian hanya menampakkan hamparan hijau hingga saat pesawat semakin meninggi hanya ada awan putih yang tampak.


'' Tunggu aku kembali , sayang,'' lirih Fattan dalam batinnya.


Saat lelaki itu menoleh ke arah samping. Matanya di buat terbelalak melihat seseorang yang duduk di bangku di barisan sebelahnya. Seorang gadis yang tersenyum lebar ke arahnya .


'' Dilla ?,''ucap Fattan dengan suara pelan.

__ADS_1


__ADS_2