
Shazna, tampil anggun dalam balutan gaun malam yang tampak begitu pas di tubuhnya. Gaun berwarna hitam yang menjuntai panjang namun dengan belahan yang cukup tinggi. Menampilkan lekuk indah tubuhnya. Di tambah riasan yang sedikit tebal namun namun semakin menonjolkan sisi cantik wanita itu.
Perhiasan sederhana berupa anting yang menjuntai serta kalung berwarna putih dengan desain sederhana namun terlihat cocok untuk dengan gaun yang di kenakan oleh Shazna. Rambut sebahunya ia biarkan tergerai dengan sebuah jepit kecil di atas telinga.
Wanita itu tampak bercermin dan tersenyum melihat tampilan sempurna dirinya. Ia tak harus tampil cantik di acara resmi ini,ia tak mau mempermalukan sang atasan yang dengan khusus mengutus dirinya untuk datang di acara makan malam tersebut.
Setelah di rasa cukup, Shazna memakai sepatu hak tinggi untuk menunjang penampilannya. Kemudian wanita itu meraih tas yang berwarna senada dengan gaun yang ia kenakan. Berjalan dengan anggun keluar dari kamar. Tak di jumpai sang ayah yang tadi masih menonton tv di ruang keluarga.
" Ayah sudah tidur mas ?", tanya Shazna pada lelaki muda yang tampak sedang membereskan gelas bekas mereka minum. Shazna memanggil lelaki berumur lebih muda darinya dengan sebutan mas, untuk sebuah kesopanan.
"Sudah Mbak ", jawab lelaki yang bertugas menjaga dan merawat sang ayah ketika dirinya harus bekerja dan meninggalkan ayah. Shazna melangkah menuju kamar ayah. Di lihatnya lelaki renta yang telah memejamkan mata. Shazna menyelimuti sang ayah hingga batas dada. Kemudian wanita itu beranjak keluar.
" Titip ayah ya mas,aku pergi dulu ", pamit Shazna .
" Iya mbak tenang saja, hati-hati ", ucap sang perawat yang di angguki oleh Shazna dengan sebuah senyum tipis tergambar di bibir.
Rencananya ia akan datang langsung ke tempat acara dan menunggu sang anak bos di sana. Tapi siapa sangka saat ia membuka pintu, seseorang menyambutnya dengan senyum lebar. Lelaki itu berdiri dengan bersandar pada badan mobil sport yang tampak mengkilat.
" Lho mas Diaz kok di sini ? ", tanya Shazna seraya mendekati lelaki jangkung yang kini berpakaian formal dengan jas hitam serta celana bahan.
" Iya dong,masa aku biarin kamu berangkat sendiri ", ucap lelaki itu dengan santai dengan mengunakan aku, kamu.
__ADS_1
" Gak apa-apa kok mas,kan bisa ketemu di tempat acara saja ", ujar Shazna yang merasa tak enak karena merepotkan sang anak atasan.
" Gak bisa dong mbak, masa wanita cantik di biarkan menyetir sendiri. Wanita secantik mbak itu sudah seharusnya di perlukan bagai ratu ", ucap Diaz sembari mengulurkan tangan, dengan ragu Shazna menerima uluran tangan Diaz,ia takut anak atasannya itu akan tersinggung jika ia menolak.
Shazna tersenyum kecut melihat kelakuan Diaz yang membawanya berjalan ke arah pintu penumpang bagian depan.
" Silahkan masuk,ratu hatiku ", ucap gombal Diaz mempersilahkan Shazna masuk. Shazna mengikuti arahan Diaz seraya berucap.
" Terima kasih pangerannya Pak Setiawan", sahut Shazna dengan senyum merekah di bibir.
" Wah kok kecewa dengernya ya mbak ", ujar lelaki yang lebih muda beberapa tahun dari Shazna. Wanita itu tampak tergelak kemudian duduk dan memasang sabuk pengaman. Di susul Diaz yang duduk di bagian kemudi.
Diaz melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sepanjang perjalanan keduanya terlibat obrolan yang cukup seru. Diaz tipe lelaki yang cukup banyak bicara berbanding terbalik dengan sang ayah yang berbicara seperlunya. Beberapa kali juga lelaki itu tampak menggombali Shazna dengan kata-katanya. Sepertinya Diaz tipe-tipe buaya rawa,yang selalu menyiapkan taringnya untuk menyergap mangsa. Sayangnya Shazna sudah cukup dewasa untuk di buat baper pemuda tampan di sebelahnya.
Diaz mengulurkan lengan untuk di gandeng Shazna, wanita itu cukup paham maksud lelaki yang kini tampil dengan wajah serius dan tampak dingin. Sesaat Shazna menoleh pada Diaz yang seakan berlaku layaknya bunglon. Baru saja mereka berbicara asyik di sepanjang perjalanan. Namun lelaki itu sekarang menjelma menjadi lelaki karismatik yang memancarkan aura tegas dan dingin.
Memasuki ballroom hotel tampak ruangan megah itu di hias dengan mewah. Tamu-tamu terlihat sekali dari kalangan atas. Shazna berjalan penuh percaya diri tanpa melepaskan tangannya dari lengan Diaz.
" Kita temui dulu yang punya acara ", ujar Diaz dengan mode datar, Shazna hanya menganggukkan kepala. Terus berjalan mengikuti Diaz yang hendak menyapa sang empunya acara.
" Selamat malam om !", sapa Diaz pada lelaki seumuran sang ayah yang duduk dengan tiga orang lainnya. Serempak mereka yang ada di sana menoleh. Dan Shazna di buat tercengang melihat siapa yang duduk tepat berada di depannya.
__ADS_1
Dua pasang mata itu saling tatap dalam diam,dan ada sepasang mata yang menatap tajam pada Shazna. Namun ketegangan itu sedikit terurai saat Diaz menyalami sang pemilik acara dan menyerahkan kado titipan dari Papanya. Shazna ikut memberikan selamat, berusaha untuk mengabaikan sepasang kekasih yang masih memperhatikan dirinya dengan tatapan yang berbeda.
Setelah sedikit basa-basi,Diaz dan Shazna di persilahkan untuk menikmati hidangan yang tersedia. Sebelum pemilik acara itu pergi untuk menyapa para tamu.
Saat langkah Diaz dan Shazna baru beberapa langkah,suara wanita yang tak lain adalah Kellie menghentikan langkah Shazna.
" Hmm, ternyata masih berharap jadi Cinderella yang mendapat pangeran. Setelah tidak berhasil mendapatkan Mas Brandon sekarang mendekati Diaz. Wow luar biasa", ucap Kellie dengan nada mengejek . Kellie bersuara ketika kedua orang tuanya tak lagi berada diantara mereka. Brandon tampak geram.
" Kellie jaga ucapan mu ," geram Brandon yang merasa tak terima dengan penghinaan dari Kellie pada wanita yang masih memiliki hatinya. Kellie tersenyum sinis.
" Sampai kapan kamu terus membela dia mas ?," Kellie menekan ucapannya . Pertanda wanita itu tak terima dengan apa yang di lakukan tunangannya itu.
" Sepertinya ada yang tidak saya tahu di sini,tapi sepertinya tidak layak kita berdebat di tempat seperti ini. Nona Kellie pasti tidak ingin kan acara istimewa orang tua anda hancur karena ulah anda ?. Dan soal Shazna,dia datang ke sini atas ajakan saya,dan dia bukan Cinderella bagi saya karena dia ratu di hati saya ", ucap Diaz tegas dengan nada bicara yang sangat berwibawa.
Sesaat Shazna terkesima dengan Diaz yang terlihat bak pangeran dalam negeri dongeng yang dengan gagah berani membela dirinya. Berbeda sekali dengan Diaz yang tampak urakan dan cuek saat berada dalam suasana yang santai.
Dan ucapan Diaz menjadi pukulan telak untuk Brandon yang hanya bisa menatap sang mantan dengan tatapan sendu. Ada gelenyar rasa tak terima dalam hatinya saat ada lelaki lain yang mengatakan Shazna adalah ratu di hatinya.
Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa menunggu ucapan dari Kellie, Diaz membawa Shazna berjalan menjauh dari Kellie dan Brandon yang menatap kepergian keduanya dengan tatapan yang berbanding terbalik.
Suara tepuk tangan terdengar tepat di belakang Shazna yang telah menjauh dari Kellie.
__ADS_1
" Luar biasa sekali nona Shazna, baru beberapa bulan di tinggal ternyata sudah menjadi ratu orang lain", suara yang membuat Shazna mengernyitkan dahi,dan membalikkan badan.
" Dilla ", lirih Shazna melihat siapa yang kini ada di hadapannya. Wanita itu tersenyum sinis. Shazna hanya bisa menghela nafas panjang.' Drama apalagi yang akan terjadi ?' gerutu Shazna dalam hati. Kenapa hidupnya jadi rumit begini.