Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Menjemput Dua Pemabuk Amatir


__ADS_3

Panik, itulah hal yang di rasa Shazna saat mendapati kabar sang kekasih yang membuat kerusuhan di tengah malam. Selama mengenal Brandon, lelaki itu bukanlah tipe lelaki yang suka keluar malam, apalagi untuk mabuk-mabukkan di club malam.


Setelah menghubungi perawat sang Ayah untuk menemani ayahnya dengan alasan ada kepentingan urgent. Shazna meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil miliknya. Menembus gelapnya jalanan yang sepi di tengah malam itu.


Ada rasa takut yang menyelimuti hati wanita itu,tapi mengingat sang kekasih yang sedang bermasalah ia memilih memberanikan diri untuk pergi. Berharap tak terjadi sesuatu yang membahayakan dirinya. Dengan rasa khawatir bercampur panik, Shazna mengemudi dengan kecepatan cukup tinggi. Apalagi jalanan yang lengang di malam hari. Membuat Shazna leluasa mengemudi dengan kecepatan tinggi.


Sampai di depan tempat dimana ia di beri tahu seseorang tadi. Shazna tampak menghirup nafas dalam. Mengingat tempat yang akan di masuki adalah club malam,ia sedikit takut. Shazna menatap penampilan dirinya, cukup sopan dan di rasa aman. Celana panjang dengan cardigan yang juga berlengan panjang.


Dengan perasaan berdebar , Shazna turun dari mobil. Menatap bangunan di depannya. Wanita itu menghampiri dua penjaga yang setia berdiri di sisi pintu masuk.


''Selamat malam pak !,'' sapa Shazna sopan sambil mengangguk hormat.


'' Ya selamat malam nona,ada yang bisa kami bantu ?,'' tanya salah satu dari mereka yang dengan sopan.


''Maaf pak, tadi saya mendapat telepon, jika ada lelaki yang membuat keributan di dalam. Saya tunangannya,mau menjemputnya,'' ucap Shazna dengan senyum sopan.


'' Oh, nona yang saya telepon tadi. Mereka ada di dalam. Mari nona saya antar ,'' ujar lelaki yang tadi menelpon Shazna.


''Baik Pak, terima kasih sebelumnya,'' sambung Shazna yang di sambut lelaki itu tak kalah sopan.


'' Sama-sama nona, mari !,'' lelaki itu mempersilahkan Shazna untuk berjalan di depan.


Dengan hati was-was dan jantung yang berdebar kencang. Shazna melangkah masuk. Untuk pertama kalinya seorang Shazna masuk club malam. Musik yang menghentak memekakkan telinga. Lampu yang berkelap-kelip membuat kepalanya pusing. Belum lagi aroma alkohol yang menguar di seluruh ruangan. Membuat Shazna ingin segera keluar dari sana. Belum lagi tatapan memangsa para lelaki yang bisa di pastikan dalam keadaan setengah sadar. Untung penjaga keamanan mau mengantar masuk membuatnya aman dari gangguan.


Saat melewati para wanita berpakaian mini, tatapan mata mereka seakan menertawakan dirinya yang berpakaian terlalu sopan untuk masuk di sebuah club malam. Tapi ia tak perduli,ia hanya mengikuti instruksi lelaki di belakangnya yang menunjukkan di mana Brandon berada.


'' Itu mereka nona,'' ujar lelaki yang masih setia berjalan di belakang Shazna dengan jarak cukup dekat. Nata Shazna tertuju pada dua lelaki yang terkapar di atas sofa. Langkah wanita itu tampak dipercepat.


Sampai di dekat sang kekasih,ia di buat terperangah dengan keadaan lelaki itu. Brandon tampak berantakan dengan wajah lebam . Dan mulai tampak membiru di kulit putih Brandon.

__ADS_1


'' Astaga Brandon !," geram Shazna melihat keadaan lelakinya. Shazna tampak berkacak pinggang, kemudian mengusap kasar wajahnya.


'' Kok bisa gini sih, Brandon hey ...!!," ucap Shazna seraya menepuk pipi sang kekasih yang tampak memejamkan mata. Lelaki tersebut terlihat mengerjapkan mata, membuka kelopak matanya yang tertutup. Dan senyum lebar tergambar di bibir yang ujungnya terdapat darah yang mulai mengering.


'' Sayang... ," ucap Brandon sembari membuka kedua tangannya berusaha menggapai sang kekasih. Shazna menatap putus asa pada lelaki di hadapannya. Sungguh pemandangan yang memprihatinkan.


'' Pak tolong bantu saya, bawa dia ke mobil saya pak,'' ucap Shazna yang tak mungkin kuat membawa tumbuh jangkung sang kekasih.


'' Baik nona,'' sahut lelaki kekar itu.


'' Shazna,'' suara gumaman terdengar dari lelaki yang terkapar di sofa satunya. Mendengar namanya di sebut Shazna menoleh.


Dan betapa terkejutnya wanita itu,saat melihat siapa yang terkapar di sana.


'' Fattan !," seru Shazna yang tak menyangka seorang Fattan busa berakhir di club malam.


'' Pak jadi yang berantem mete berdua ?,'' tanya Shazna yang melihat wajah Fattan tak kalah hancurnya dengan wajah Brandon.


'' Tolong sekalian dia di masukkan mobil saya pak,'' ujar Shazna yang merasa tak tega melihat sang mantan yang terkapar sendiri di sana.


'' Nona mengenalnya ?,'' tanya sang penjaga seraya menatap wajah Shazna untuk memastikan.


'' Kenal pak, namanya Fattan dia teman saya,'' jelas Shazna. Dengan bergantian mereka membawa keluar dua lelaki setengah sadar itu. Sudah harus mengurusi dua lelaki itu, Shazna ketiban sial, karena harus membayar tagihan dari minuman yang di minum lelaki itu.


Dengan bersungut-sungut kesal, Shazna keluar dari club malam. Ia tak akan pernah melupakan malam ini. Karena sangat mengesalkan.


'' Terima kasih ya Pak ,'' ucap Shazna pada lelaki yang sudah membantunya.


'' Sama-sama nona,'' jawab lelaki berkulit gelap itu .

__ADS_1


'' Saya sekalian titip mobil mereka ya Pak,biar mereka ambil sendiri besok. Ini untuk beli rokok. Terima kasih banyak pak,'' ujar Shazna santun seraya memberikan uang rokok,yang di sambut senyum oleh lelaki itu.


Shazna berpamitan dan segera masuk ke dalam mobil. Sebelum menyalakan mesin ia menoleh sejenak ke belakang. Keduanya tampak terlelap di kursi belakang. Ia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang di lakukan dua lelaki itu.


Shazna melajukan mobil,di kegelapan malam menjelang pagi itu dengan kecepatan sedang. Ia tak mau membahayakan dirinya sendiri dan dua orang tak sadarkan diri di belakangnya. Beberapa kali wanita itu menghela nafas panjang. Melirik sesekali spion untuk melihat dua lelaki di belakang. Yang bahkan tak terganggu saat mobilnya sedikit terguncang.


Dalam perjalanan Shazna berpikir , haruskah mengantar mereka kerumah masing-masing ?. Tapi rasanya dia pun mengantuk. Akhirnya setelah berpikir sesaat ia memutuskan untuk membawa mereka ke apartemen Brandon saja. Di sana ia bisa meminta tolong satpam untuk membawa dua lelaki itu ke dalam unit. Ia tak mungkin sanggup membawa mereka sendiri.


Shazna memasuki area apartemen tempat tinggal Brandon. Wanita itu memarkir mobil di dekat lobby agar memudahkan dirinya menurunkan dua lelaki yang tampak mengigau tak jelas. Shazna keluar dari dalam mobil, menghampiri pos satpam untuk meminta bantuan .


'' Selamat malam Pak ,'' sapa Shazna sopan pada dua satpam yang sedang berjaga. Dua satpam itu menatap Shazna dengan tatapan menyelidik.


'' Ada apa ya Mbak ?,'' tanya salah satu dari mereka. Shazna memang sudah beberapa kali datang ke apartemen tersebut namun ia tak mengenal satpam di sana.


'' Saya mau minta tolong Pak,itu di mobil saya ada penghuni Apartemen ini dan sedang mabuk. Bisa bapak antar kan ke unitnya ?,'' tani Shazna ragu-ragu. Kedua satpam itu saling pandang.


'' Memang siapa Mbak ?,''tanya yang lain pada Shazna.


'' Pak Brandon dan temannya,'' jawab Shazna.


'' Oh Pak Brandon ?,mari mbak kami bantu,'' sambung pak satpam membuat Shazna lega. Untung mereka mengenali Brandon sebagai penghuni apartemen tersebut.


'' Lho Mbak,kok babak belur begini ?,'' tanya salah satu dari mereka yang melihat keadaan dua lelaki itu.


'' Saya juga kurang tau itu kenapa Pak,saya cuma di telpon dari club malam tempat mereka berdua minum. Saya datang keadaan mereka sudah seperti itu,'' terang Shazna,ia juga tak mengerti bagaimana dua orang itu terlibat perkelahian. Ia pikir keduanya tidak saling kenal.


'' Mbak siapanya ?,'' lanjut pak satpam seperti mengintrogasi seraya berusaha mengeluarkan Brandon yang tampak telah terbangun dari tidur. Namun tak mampu menegakkan tubuhnya sendiri.


'' Saya sekertaris Pak Brandon,'' jawab Shazna mantap,ia sedang merasa kesal dengan kekasihnya yang kini telah di rangkul satpam dan di bawa masuk kedalam apartemen. Seorang satpam yang lain membawa Fattan yang juga terlihat mengenaskan dengan wajah penuh luka dan tubuh lunglainya.

__ADS_1


Shazna menutup pintu mobil dan berjalan mengikuti mereka untuk masuk lift yang akan membawanya ke lantai dimana unit apartemen yang di tinggali Brandon berada.


__ADS_2