Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Mantan Vs Tunangan


__ADS_3

Brandon tampak melenguh, sembari mengerjakan mata. Sesaat lelaki itu menatap sekeliling dan menyakinkan diri berada dalam kamar tidur miliknya. Brandon merasakan kakinya tertindih sesuatu. Membuat lelaki itu membuka selimut dan menyadari dirinya tak lagi memakai baju. Dan bagian bawah tubuhnya hanya tertutup celana bokser.


Brandon tampak berpikir,ia mengingat-ingat dengan siapa ia kembali ke apartemen. Sekilas bayangan Shazna sang kekasih terlintas. Dengan kepala yang masih terasa berat. Brandon mencoba untuk bangun. Ia melihat kesamping. Seseorang yang tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Bahkan wajahnya tak terlihat.


Brandon menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, dengan sedikit berdebar lelaki itu membuka selimut yang menutupi tubuh di sampingnya. Ia hanya berharap, kalau seandainya terjadi hal-hal yang di luar kendalinya semalam. Setidaknya ia melakukan dengan kekasihnya, karena ia tak mengingat dengan jelas apa saja yang sudah terjadi dengan dirinya. Ia hanya mengingat dirinya berkelahi dengan seorang lelaki yang mengaku masih mencintai kekasihnya.


Brandon menarik selimut perlahan,dan betapa shock lelaki itu melihat siapa yang tertidur di sampingnya. Reflek Brandon menendang seseorang yang tidur telungkup di sebelahnya dengan keadaan yang sama seperti dirinya . Tanpa baju dan hanya mengenakan celana bokser.


" Ngapain kamu di sini ?," teriak Brandon. Fattan yang kaget dengan tendangan dan teriakan Brandon terbangun dengan cepat. Saat lelaki itu hendak duduk kepalanya terasa pusing. Hingga Fattan kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan tangan memegangi kepalanya.


'' Heh, bangun kamu !, ngapain di kamar ku ,'' bentak Brandon lagi. Fattan tampak celingukan merasa asing dengan keberadaan dirinya. Kemudian lelaki itu menyadari dirinya dalam keadaan setengah telanjang.


Lelaki itu buru-buru mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.


'' Kamu ngapain aku,wah parah kamu gak normal ya ?,'' tuduh Fattan dengan tatapan menyelidik pada Brandon yang masih bersandar di kepala ranjang. Brandon mengambil bantal yang berada di dekatnya. Kemudian melemparkannya ke arah Fattan, namun lelaki tersebut menangkis dengan cepat.


'' Enak aja, kamu pasti yang gak normal,'' sangkal Brandon dengan sengit. Keduanya saling tuduh tanpa beranjak dari tempat tidur. Karena kepala keduanya yang tak bisa di ajak bersahabat. Setiap kali berusaha hendak berdiri mereka terhuyung dan kembali terjatuh di atas tempat tidur.

__ADS_1


Dua lelaki itu sebenarnya bisa di katakan tak pernah mabuk. Tapi persoalan cinta ternyata mampu menghilangkan akal sehat mereka. Dan kini keduanya terjebak di satu kamar. Setelah berdebat cukup lama,kini mereka sama-sama berbaring dengan wajah menatap langit-langit kamar.


'' Kamu sebenarnya siapa ?,'' tanya Brandon dingin tanpa menatap lelaki di sampingnya.


'' Fattan, mantan pacar tunangan mu ,''sahut Fattan. Brandon menoleh sekilas Fattan yang menatap nanar pada langit-langit kamar itu. Brandon sebenarnya cukup kaget dengan kenyataan tersebut. Karena Shazna tak pernah bercerita tentang mantan pacarnya ini.


'' Kamu masih mengharapkan Shazna ?,'' lanjut Brandon, Fattan tampak tersenyum miring.


'' Dia adalah satu-satunya wanita yang ku harapkan menjadi pendampingku,'' jawab Fattan yang memantik amarah Brandon. Rasa cemburu menggerogoti hatinya. Brandon berbalik dan menatap tajam Fattan.


'' Kamu sadar apa yang sudah kamu katakan ?, Shazna sekarang adalah tunangan ku. Dan kamu seenaknya mengatakan kalau dia adalah wanita yang kamu harapkan jadi pendamping,'' cerca Brandon, Fattan menoleh sekilas. Senyum getir terpampang di wajah yang kini tampak lebam membiru.


Ia terlalu memaksakan hubungan ini. Apakah pada akhirnya hubungan ini akan membawa kebahagiaan ? . Ia sendiri ragu, restu sang ibu jelas tak mungkin ia raih. Tapi melepaskan Shazna dan menerima perjodohan pun rasanya terlalu menyakitkan.


Saat dua lelaki itu terdiam , suara pintu kamar terbuka. Mata dua orang itu sama-sama tertuju ke arah pintu. Shazna masih dengan pakaian semalam dengan rambut diikat asal. Masuk ke kamar Brandon dengan nampan berisi minuman serta makanan.


" Udah berantemnya ?,'' tanya Shazna yang sesungguhnya mendengar keributan dari luar kamar..

__ADS_1


'' Sayang ,''


'' Shazna ,'' dua kata terucap dari dua lelaki yang melihat wanita itu melangkah dengan wajah masam yang tergambar jelas di raut wajah wanita itu.


'' Minum dulu, habis itu makan. Kata orang minuman ini bisa sedikit membantu meringankan pusing dan mual kalian,'' terang Shazna tanpa menoleh dua lelaki yang mengikuti dirinya dengan tatapan mata. Shazna meletakkan nampan di atas meja. Kemudian hendak berlalu dari sana. Namun genggaman di pergelangan tangannya membuat wanita itu berhenti melangkah.


'' Sayang,maaf ,'' ucap Brandon yang melihat raut tak bersahabat dari sang kekasih. Shazna menghela nafas, wanita itu masih mematung di tempat saat sebuah kecupan mendarat di punggung tangannya.


Shazna menoleh sang kekasih, sesungguhnya ia tak tega melihat wajah lebam itu. Tapi mengingat kejadian semalam sungguh membuat dirinya kesal.


Bagaimana tidak ?, setelah di bantu satpam sampai di unit Brandon. Keduanya muntah bersamaan, membuat baju dan celana mereka basah. Itulah sebabnya kedua lelaki itu tidak memakai baju dan celana. Karena Shazna yang malas memakaikannya. Untuk menyeret tubuh mereka sampai di tempat tidur saja sudah membuat dirinya lelah.


'' Aku lagi kesel,'' ketus Shazna seraya menarik tangan dari genggaman Brandon. Fattan tampak tersenyum kecil melihat kelakuan mantannya yang ternyata masih sama saat wanita itu sedang kesal.


''Maaf,aku gak akan gini lagi,'' ujar Brandon yang di balas tatapan tajam kekasihnya. Sekilas wanita itu juga menatap horor pada Fattan yang langsung berpaling,tak berani beradu pandang dengan Shazna.


'' Aku gak ngerti apa yang ada di otak kalian,yang pasti apa yang kalian lakukan semalam gak akan nyelesain masalah. Yang ada nambah masalah tau gak ?," tutur Shazna . Keduanya hanya terdiam, nyatanya memang tak ada yang terselesaikan. Kini justru mereka yang babak belur.

__ADS_1


'' Sekarang kalian sarapan habis itu mandi,baru aku obatin luka kalian,'' ucap tegas Shazna kemudian berlalu dari kamar. Meninggalkan dua lelaki yang duduk terdiam di atas tempat tidur.


__ADS_2