
Entah kegilaan apa yang membawa Fattan hingga pagi-pagi sudah berada di sana. Menatap dalam diam sepasang Ayah dan anak yang sedang duduk sambil bercengkrama. Tanpa sadar sudut bibir lelaki itu ikut tertarik melihat wajah penuh senyum wanita pujaannya.
Ya,sepagi itu dengan stelan kaos olahraga, Fattan sudah duduk manis di belakang kemudi mobil miliknya yang ia parkir kan di seberang jalan rumah Shazna.
Tekadnya semalam untuk melupakan wanita itu ternyata tak semudah yang ia angankan. Wanita itu tetap hadir dalam mimpi dan angannya. Hatinya tak bisa berdusta jika ia masih mengharapkan sang wanita kembali menjadi bagian hidupnya.
Akhirnya pagi itu lelaki yang tak bisa tidur dengan nyenyak itu kembali melajukan mobil ke alamat yang sudah dihafalnya di luar kepala. Ia ingin memastikan hubungan Shazna dengan lelaki yang semalam datang. Dam ada sedikit kelegaan dalam hati saat menyadari tak ada mobil yang semalam di lihatnya terparkir di sana.
Cukup lama Fattan berada di dalam mobil. Mengamati dalam diam, sampai datang seorang lelaki muda dengan seragam perawat . Lelaki itu tampak mengernyit kan dahi. Namun setelah lelaki itu datang, Shazna keluar rumah dengan stelan kerja. Kemudian wanita itu mengeluarkan mobil dari dalam garasi yang terletak di samping rumah.
Fattan menghidupkan mesin mobil sebelum Shazna keluar dari halaman rumah. Ia tak mau terlihat seperti penguntit yang mengawasi wanita itu. Meski pada kenyataannya itulah yang ia lakukan.
Setelah mobil itu menjauh, Fattan tampak membuka ponsel dan menuliskan sesuatu. Diakhiri dengan sebuah senyum yang mengembang di bibir lelaki tersebut. Fattah menyusuri jalanan pagi untuk segera pulang , membersihkan diri dan berangkat bekerja.
'' Pagi dok !'' sapa wanita cantik dengan rambut hitam sebahu. Saat melihat Fattan di depannya yang sedang berjalan di koridor rumah sakit. Wanita itu tampak mempercepat langkahnya untuk mensejajari Fattan yang kini melambatkan langkah dan menoleh ke arah wanita berjas putih,senyum mengembang di bibir keduanya.
" Pagi dokter Hera ,baru datang juga ?'' tanya Fattan yang kini berjalan sejajar dengan wanita tinggi semampai itu.
'' Sebenarnya sudah dari sejam yang lalu. Tapi mampir kantin dulu. Belum sempat sarapan tadi di rumah '' sahut wanita wanita itu di akhiri tawa ringan.
__ADS_1
'' Gak sempat masak ya ?'' tanya Fattan basa-basi.
'' Iya, mbaknya lagi pulang ada acara. Dokter sendiri sudah sarapan ?'' tanya wanita yang kini berjalan semakin dekat dengan Fattan.
'' Sudah tadi " jawab Fattan ramah, keduanya berjalan beriringan dengan cerita ringan yang mengalir dari bibir keduanya.
Sesekali tampak sang wanita memukul manja lengan Fattan yang sesekali melempar candaan. Jelas terlihat ada ketertarikan Hera pada Fattan, namun lelaki itu memperlakuka nya seperti pada wanita lain. Bersikap baik tanpa pernah menggunakan perasaan. Rasanya telah habis untuk satu wanita yang bahkan tak ia tahu apakah masih ada rasa di hati sang wanita ?.
Di tempat lain,di kantor tempat Shazna bekerja. Wanita itu baru saja turun dari dalam mobil. Berjalan dengan langkah anggun, menyapa dengan senyum saat berpapasan dengan karyawan lain.
'' Mbak Shazna !" panggil seorang karyawan wanita yang bertugas di bagian front office.
'' Ini Mbak ada kiriman '' ucap Dea seraya mengulurkan bingkisan yang sepertinya makanan. Dan sebuah kotak kecil yang entah apa isinya .
''Dari siapa ya Mbak ?''tanya Shazna yang merasa tak memesan apapun.
'' Kurang tau mbak, mungkin dari pak Brandon ?'' ujar Dea dengan senyum menggoda.
'' Gak mungkin lah mbak,kan orangnya sebentar lagi juga datang'' sahut Shazna seraya melihat isi bungkusan yang benar saja berisi makanan.
__ADS_1
'' Saya ambil ya mbak Dea. Terima kasih ya,aku keatas dulu '' pamit Shazna, yang kini melanjutkan langkah dengan tentengan fi tangannya. Dea tampak mengangguk dan mengiyakan ucapan Shazna.
Shazna masuk ke dalam lift yang kebetulan kosong. Hanya dirinya yang naik ke lantai atas. Sampai di lantai yang di tuju. Shazna segera turun dan langkahnya sedikit di percepat untuk segera sampai di ruangannya.
Wanita itu sepertinya cukup di buat penasaran dengan kiriman yang di terimanya pagi itu. Shazna masuk ke dalam ruangan. Meletakkan tas, kemudian membuka paper bag berisi makanan. Sandwich,susu strawberry kesukaannya dan salad buah. Menu sarapan sehat yang membuat wanita itu tersenyum.
Sebuah catatan kecil berada di dalam paper bag uang baru ia buka.
" Jaga kesehatan, jangan lupa makan '' pesan singkat yang membuat dahi wanita itu mengernyit. Dan dibukanya satu bingkisan lagi. Kotak kecil dan saat di buka ternyata berisi sebuah vitamin.
'' Fattan '' lirih Shazna yang dapat dengan mudah menebak siapa pengirim makanan dan vitamin itu. Wanita itu menghela nafas, namun ia mengambil sandwich yang berisi lengkap,dari daging hingga sayur.
Wanita itu menarik dua ujung bibirnya sebelum menggigit sandwich yang kini sudah berpindah ke tangannya.
'' Ternyata kamu benar-benar tidak berubah Tan '' bisik Shazna yang mengingat betapa perhatiannya sang mantan.
Rasanya ia di tarik kembali ke dalam masa lalu. Dimana Fattan yang selalu menomor satukan dia. Membuatnya menjadi sosok gadis yang begitu tergantung pada Fattan. Hingga saat lelaki itu memutuskan untuk meninggalkannya. Dunia yang ia pijak seakan runtuh.
Fattan adalah bagian hidup yang sangat sulit untuk di lupakan. Namun memiliki dia lagi. Mustahil. Brandon terlalu berharga dengan segala kebaikan dan ketulusan yang di miliki lelaki itu.
__ADS_1