
Shazna tampak mematut diri didepan cermin. Gaun cantik berwarna merah muda membalut tubuh indahnya. Make up tipis menghiasi wajah ayu yang tampak segar dan berseri. Rambut panjangnya di sanggul dengan cantik dengan beberapa helai rambut di biarkan tergerai di bagian depan.
Shazna tersenyum kecil menatap tampilan dirinya dalam cermin. Sepatu berhak tinggi berwarna putih semakin menunjang kaki jenjangnya. Tas tangan senada warna sepatunya melengkapi penampilan cantik malam itu. Ia akan menghadiri undangan resepsi pernikahan Vito sahabat sang mantan pacar. Dulu mereka cukup dekat, sampai ia berpisah dengan Fattan pun, mereka masih sering bertemu. Karena tinggal di satu kota yang sama.
Merasa penampilannya sudah cukup , Shazna berpamitan dengan sang ayah yang malam itu di tunggu oleh perawat. Baru beberapa langkah keluar dari kamar ayah, suara ketukan pintu membuat dahi wanita itu tampak mengernyit. Langkah panjang Shazna membawanya ke pintu depan.
Saat pintu di buka,buket bunga mawar merah menyambut wanita yang malam itu tampil cantik memukau.
'' Fattan ?,'' ucap Shazna saat melihat wajah terkesima di hadapannya.
'' Ngapain kamu di sini ?,'' sambung Shazna yang melihat lelaki di hadapannya masih terbengong menatap wajahnya.
'' Aku,ehm. Mau ngajak kamu ke acara resepsi temen. Tapi kayaknya kamu udah ada acara,'' sahut Fattan setelah mampu menguasai diri melihat Shazna yang begitu cantik malam itu.
'' Resepsi Vito ?,'' tanya Shazna.
'' Kamu juga ?,'' lanjut Fattan seraya menunjuk Shazna. Wanita itu mengangguk dan keduanya tertawa bersama.
'' Berarti pas, pas kamu udah siap aku dateng. Kita berangkat bareng,'' ucap Fattan dengan senyum tak luntur dari wajah tampan yang malam itu terlihat lebih mempesona dalam balutan stelan jas yang tampak rapi.
''Oh ya, bunga buat kamu,'' ujar Fattan menyodorkan bunga di tangannya.
__ADS_1
'' Thanks,'' sahut Shazna seraya mengambil buket bunga dari tangan Fattan.
" Aku taruh ke dalam dulu,'' ucap Shazna seraya melangkah masuk dan meletakkan bunga di atas meja ruang tamu. Fattan menunggu dengan debaran jantung yang meningkat melihat betapa cantiknya Shazna malam itu.
" Yuk !," ajak Shazna setelah kembali keluar. Fattan menyodorkan lengannya untuk di gandeng Shazna. Shazna menatap Fattan dengan kernyitan di dahinya , namun tak urung menelusupkan tangan di lengan lelaki itu.
Dengan langkah tegap dan wajah penuh senyum. Fattan melangkah menuju mobil yang terparkir di depan rumah Shazna. Sampai di samping mobil , Fattan membukakan pintu untuk sang wanita.
'' Makasih,'' ucap Shazna dengan senyum tipisnya. Fattan menanggapi dengan seulas senyum seraya mengusap lembut kepala Shazna. Kemudian ia menyusul masuk ke dalam mobil. Duduk di belakang kemudi dengan debaran jantung yang semakin membuat dirinya salah tingkah.
Terlihat lelaki itu menarik nafas dalam. Menenangkan debaran jantung yang membuat dirinya resah. Lewat ujung matanya ia menyempatkan diri melirik wanita yang duduk tenang di sampingnya. Fattan menghidupkan mesin mobil. Melajukan perlahan keluar dari halaman rumah Shazna.
'' Ehmm,'' Fattan berdehem kecil, menetralkan rasa yang membuncah di hatinya. Rasanya ia seperti jatuh cinta lagi pada wanita yang sama. Rasa yang ia jaga sekian tahun lamanya kini semakin tumbuh dengan suburnya.
Shazna menoleh sekilas pada lelaki yang malam itu tampil rapi dan memancarkan aura ketampanan yang luar biasa.
'' Kamu jadi resign ?,'' Fattan memulai percakapan setelah hening beberapa saat di dalam mobil.
'' Jadi,udah di acc sama Brandon. Besok terakhir ke kantor,'' jawab Shazna dengan tatapan lurus ke depan.
" Langsung keluar ?,gak nunggu sebulan setelah resign ?,'' lanjut Fattan yang masih mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
'' Iya,gak enak aja masih sekantor dengan status kita sekarang. Brandon juga udah merekrut pengganti aku dengan karyawan yang udah tahu ritme kerja Brandon,'' sahut Shazna dengan diakhiri sebuah helaan nafas dalam.
'' Are you oke ?,'' tanya Fattan yang merasa wanita di sampingnya masih terbebani dengan perpisahannya.
'' I'm oke,yah cuma sedang berdamai dengan hati aja. Penyesuaian diri, kalau orang yang selama ini selalu ada buat aku yang selalu nge treat aku like a princess udah bukan milik aku lagi,'' jawab Shazna dengan nada getir.
Gemuruh rasa menyelinap di hati Fattan,rasa bersalah hinggap di sana. Ia pernah menorehkan luka yang sana pada wanita yang berada di sampingnya.
'' Maaf ,'' lirih Fattan.
'' Buat ?,'' tanya Shazna sembari menoleh pada Fattan yang fokus menyetir .
'' Buat luka yang sama, yang pernah aku torehkan di hati kamu,'' ucap Fattan. Shazna tersenyum tipis.
'' Lupakan, tidak perlu di bahas. Itu bagian masa lalu yang memang harus kita lalui. Katakan itu adalah takdir,'' pungkas Shazna. Fattan bungkam, lelaki itu membelokkan mobilnya masuk ke sebuah hotel berbintang lima yang tampak ramai dengan tamu yang mulai berdatangan.
Yah di sanalah tempat Vito mengadakan resepsi pernikahannya. Tampak begitu megah dan mewah. Fattan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Shazna. Kembali menyodorkan lengan untuk wanita yang kini langsung menyambutnya. Berjalan beriringan masuk ke dalam ballroom hotel yang telah di tata begitu cantiknya dengan rangkaian bunga berwarna putih .
Saat memasuki ruangan mata Shazna tertuju ada sepasang tamu yang tampak serasi berjalan dengan lengan sang lelaki digelayuti wanitanya. Masih ada nyeri di dada yang menyapa,meski ia telah berusaha ikhlas melepaskannya. Fattan yang mengikuti arah pandang sang wanita menggenggam telapak tangan Shazna. Mengulas senyum saat wanita di sampingnya menoleh.
'' Ada aku,'' bisik Fattan yang di sambut Shazna dengan senyuman.
__ADS_1