Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Tangis Brandon


__ADS_3

Sepi, keadaan kantor pagi itu masih cukup sepi. Shazna sengaja datang lebih awal untuk mengemas barang-barang pribadi miliknya. Tampak wanita itu menatap sekeliling ruangan setelah memasukkan beberapa barang miliknya ke dalam kardus.


" Good bay my room. Thanks for everything," lirih Shazna seraya mengitari ruangan dengan tatapan matanya. Mata Shazna tampak berkaca-kaca, banyak cerita yang telah ia lalui semenjak bekerja sebagai sekertaris Brandon. Dari hal pahit,saat awal-awal memulai pekerjaan hingga hal-hal manis.


Pertemuan dengan Brandon adalah sebuah kisah manis dalam hidupnya. Di pertemukan dengan seorang lelaki penyayang yang memberinya limpahan cinta. Menutup luka yang pernah menganga di hatinya.


'' Shazna,'' suara Grace yang baru saja masuk ruangan membuyarkan lamunan Shazna. Wanita itu berlari menghambur memeluk sang sahabat.


'' Are you oke ?,'' tanya Grace setelah melepaskan pelukannya.


'' Aku baik-baik saja,'' sahut Shazna dengan seulas senyum yang coba ia berikan untuk sang sahabat.


" Sebenarnya apa yang terjadi, Kenapa mendadak begini ?," tanya Gracia yang memang belum tahu cerita tentang Brandon dan Shazna.

__ADS_1


" Nanti kalau kamu ada waktu,aku ceritain semuanya. Sekarang aku harus pergi,'' ucap Shazna. Keduanya kembali berpelukan, sebelum akhirnya Shazna keluar ruangan dengan membawa dua berisi barang-barang miliknya.


Pagi itu hampir semua karyawan yang mengetahui resign nya Shazna di buat kaget. Hubungan Shazna dan Brandon bukanlah sebuah rahasia lagi. Dengan keluarnya Shazna desas-desus kandasnya hubungan mereka pun santer terdengar. Apalagi dengan beberapa hari terakhir , kedatangan wanita muda nan cantik yang mencari atasan mereka. Membuat mereka berspekulasi sendiri.


Shazna beberapa kali harus menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan karyawan yang di kenalnya untuk sekedar berucap selamat tinggal. Sampai di luar kantor. Shazna berdiri menatap gedung yang cukup tinggi itu. Tersenyum kecut, sambil menengadah menatap bangunan di hadapannya.


Di sini ia memulai karirnya , bertemu seseorang yang mampu membuatnya kembali mempercayai cinta. Dan kini ia harus melepas semua, karir dan cintanya.


'' Shaz !," suara seseorang di belakang Shazna membuatnya menoleh. Lelaki berwajah sendu itu menatapnya dengan tatapan sendu. Shazna berusaha tersenyum. Ia melangkah mendekati lelaki jangkung itu. Shazna berhenti tepat di hadapan Brandon, menatap ke dalam mata berbingkai kacamata itu.


'' Terima kasih, terima kasih sudah menjadi atasan yang baik, jadi partner kerja yang hebat. Dan terima kasih sudah menjadi bagian hidupku,'' ucap Shazna dengan mata berkaca-kaca. Brandon menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa tercekat,tak ada kata yang mampu terucap dari bibirnya. Lelaki itu menarik tubuh sang wanita dan membawanya ke dalam pelukan.


'' Maaf,'' lirih Brandon, berbisik di telinga Shazna. Kacamata lelaki itu telah berembun,air mata tak lagi dapat di tangannya. Shazna melepas pelukan mereka. Menatap wajah Brandon dengan setitik air mata yang tanpa permisi meluncur dari pelupuk matanya. Wanita itu menggeleng perlahan.

__ADS_1


'' Tidak ada yang perlu di maafkan. Kamu gak salah,'' ucap Shazna dalam senyum berteman air mata. Brandon mengusap air mata yang mengalir di pipi Shazna. Tak tahan menatap wajah sedih di hadapannya,ia kembali merengkuh tubuh itu dalam pelukan.


'' I love you Shazna,i'm so sorry, hiduplah lebih baik dan temukan kebahagiaan mu,'' ucap Brandon. Shazna mengangguk dalam pelukan Brandon.


'' Berdamailah dengan keadaan, belajar terima Kellie di hidupmu. Tetap lah jadi Brandon yang bijaksana,'' tutur Shazna setelah mereka melepas pelukan. Brandon mengangguk, Shazna tersenyum tipis. Wanita itu mengusap air matanya sendiri, kemudian menarik nafas dalam.


'' Aku pamit,'' ucap Shazna sembari melangkah membelakangi Brandon yang masih mematung di tempat. Menatap punggung sang wanita yang kian menjauh.


Pemandangan haru di pagi hari itu menjadi santapan pagi para karyawan yang melihat sepasang manusia dalam tatapan sendu. Bahkan ada beberapa karyawan wanita yang ikut berkaca-kaca.


Mereka berdua adalah pasangan serasi yang selalu terlihat romantis. Namun kini tiba-tiba mereka berpisah,dan terlihat jelas bahwa cinta itu masih ada diantara keduanya.


Brandon masuk ke dalam kantor dengan tergesa-gesa. Beberapa karyawan yang menyapa hanya di lewatinya begitu saja. Harinya di mulai dengan pekat di hati. Rasanya tak ada yang ingin ia lakukan. Ia hanya ingin menyendiri, menikmati rasa sakit itu sendiri.

__ADS_1


Saat melewati ruangan Shazna lelaki itu berhenti sejenak. Menatap meja kosong yang semakin membuat kosong hatinya. Masuk ke dalam ruangan, Brandon menutup pintu dan meluruhkan tubuhnya bersandar pada daun pintu yang telah tertutup.


Tubuhnya tampak terguncang menahan tangisnya agar tak bersuara. Runtuh sudah hidupnya, cintanya telah pergi. Tak ada lagi alasan untuknya tersenyum. Semua tak akan pernah sama lagi.


__ADS_2