
Suara ketukan pintu di apartemen Brandon, membuat lelaki yang sedang rebahan di sofa bangkit dari posisi nyamannya. Namun sesaat kemudian lelaki itu tersenyum lebar.
'' Pasti Shazna ,'' lirihnya seraya bangkit dengan semangat.
'' Eh tapi bukannya dia tahu kodenya ya ?,'' tambahnya, lelaki itu meneruskan langkah untuk mengetahui siapa yang datang.
Brandon membuka pintu dengan perlahan. Mata lelaki itu sesaat membesar melihat siapa yang sudah berdiri di depan pintu unit apartemen miliknya dengan senyum lebar.
'' Surprise !!," ucap gadis yang merentangkan dua tangannya yang berisi beberapa tentengan.
'' Kellie ?," ucap Brandon di tengah kekagetannya. Gadis ceria itu melewati Brandon yang mematung di ambang pintu.
'' Gak usah terkejut gitu om lihat cewek kece,'' sahut Kellie santai sambil melangkah masuk .
'' Kamu tahu darimana aku tinggal di sini ?,'' tanya Brandon yang mengikuti gadis itu masuk ke ruang tamu.
''Mama Marita dong om,'' jawab Kellie santai seraya duduk di sofa ruang tamu. Brandon ikut duduk di sofa, lelaki itu menatap gadis yang kini tampak santai menyandarkan kepalanya.
'' Mama bilang kamu pulang masih beberapa hari lagi. Kenapa sekarang sudah di sini ?,'' tanya Brandon sambil menatap gadis di hadapannya.
'' Biar kejutan dong om,eh om muka om kenapa ?,'' tanya Kellie seraya memajukan badannya dengan tangan hendak menyentuh wajah Brandon. Namun sebelum tangan itu menyentuh wajahnya, Brandon menepis tangan Kellie.
__ADS_1
'' Ih om, gitu sama calon istri ,'' sungut Kellie dengan wajah cemberut. Brandon menghela nafas melihat gadis kekanakan di hadapannya.
'' Kamu setuju dengan perjodohan ini ?,''tanya Brandon berharap gadis mungil di hadapannya akan menolak perjodohan dari para orang tua.
Namun sepertinya harapan itu tak sesuai dengan kenyataan. Karena gadis di hadapannya justru tersenyum lebar dan mengangguk mantap.
'' Jelas setuju dong om, Kellie tuh udah suka om dari dulu. Dan sekarang ada kesempatan tanpa Kellie harus pedekate,'' jawab Kellie antusias.
'' Kellie suka sama saya ?,'' tanya Brandon seakan tak percaya dengan ucapan gadis itu. Tapi Kellie mengangguk dengan mantap dengan senyum yang terkembang.
'' Saya kan jauh lebih tua dari kamu ?,'' tambah Brandon yang sepertinya shock mengetahui kenyataan yang di katakan gadis tersebut.
'' Terus kalau lebih tua kenapa ?,'' gadis itu membalikkan pertanyaan.
'' Ada sih tadinya,tapi setelah Mommy kasih tahu aku bakal di jodohin sama om langsung aku putusin ,'' jelas gadis itu dengan wajah sumringah. Benar-benar di luar dugaan Brandon.
'' Oh ya,aku bawa makanan. Bentar aku siapin,'' ucap Kellie yang langsung beranjak dari ruang tamu. Dan tanpa bertanya ia melangkah ke ruangan lebih dalam. Mencari dapur berada. Brandon menjatuhkan kepalanya di sandaran sofa. Memijit pelipisnya yang terasa penat. Ia harus bisa kari dari perjodohan ini ,tapi bagaimana ?.
Tak berselang lama, Kellie kembali ke ruang tamu dengan dua cangkir minuman hangat dan sepiring cake.
'' Tadi sebenarnya aku udah minta nomer om Brandon sama sekretaris om di kantor,''ucap Kellie seraya meletakkan kue di depan Brandon yang terperangah mendengar penuturan Kellie.
__ADS_1
'' Tapi aku gak jadi telpon om, soalnya nanti gak jadi surprise,'' celoteh Kellie yang kini justru duduk di samping Brandon. Lelaki itu menoleh ke arah Kellie dengan tatapan jengah.
'' Kamu ketemu sekertaris om ?, kamu bilang apa sama dia ?,'' selidik Brandon yang khawatir gadis di sampingnya asal bicara pada sang kekasih.
'' Bilang kalau aku calon istri om dong,'' sahut Kellie santai sembari mengambil sepotong cheese cake di depannya.
'' Kamu bilang, kamu calon istri ku ?,'' tanya Brandon terperanjat kaget.
'' Iya, habis sekertaris om cantik. Biar dia gak ganggu om karena om udah punya calon istri,'' ucap Kellie membuat Brandon sakit kepala. Lelaki itu mengusap wajahnya dengan kasar.
'' Atau memang om ada affair ya sama sekertaris om ?,'' selidik Kellie dengan tatapan menuduh.
'' Affair apaan sih,gak ada,'' ujar Brandon, ia tak mungkin mengungkapkan hubungannya dengan sang kekasih. Cukup ibunya yang menggangu ketenangan Shazna. Jangan sampai anak labil di sampingnya mengganggu Shaznanya juga.
'' Bagus, karena mulai saat ini om cuma milik aku,'' ujar Kellie membuat Brandon menghela nafas. Ia harus memikirkan bagaimana caranya menghindar dari gadis itu.
Dengan santainya Kellie bergelayut manja di lengan kekar Brandon. Lelaki itu berusaha melepaskan diri, namun Kellie semakin erat merangkulnya dan menyandarkan kepala di bahu lelaki dewasa yang berjarak cukup jauh dari gadis muda itu.
'' Om,om gak berniat menolak perjodohan ini kan ?,'' tanya Kellie ya g masih bersandar di bahu Brandon.
'' Apa aku punya pilihan ?,'' tanya Brandon dengan tatapan nanar. Kellie melepaskan pegangan tangannya di lengan Brandon, mengangkat kepalanya dan menatap lelaki berparas tampan itu.
__ADS_1
'' Gak, karena om memang cuma buat aku,'' sahut Kellie, Brandon tersenyum getir. Entah apa yang harus ia lakukan untuk keluar dari masalah ini . Menerima perjodohan dan meninggalkan Shazna,ia tak rela. Tak akan pernah rela.