
Shazna keluar dari salon dengan penampilan yang menarik. Wajahnya tampak berseri, dengan style rambut yang membuat wanita itu tampak lebih muda dari usia sebenarnya. Langkah anggun wanita berkaki jenjang itu menarik perhatian orang yang berada di sana. Saat melewati pintu hendak keluar,ia tiba-tiba berhenti dan tertegun menatap sepasang kekasih yang hendak masuk ke dalam salon.
'' Shazna,'' suara lirih lelaki yang menatap wajah Shazna dengan tatapan berbinar. Ada rindu yang terpancar dari rona wajah yang terlihat lebih cerah.
Shazna mengangguk kecil dengan seulas senyum tipis. Brandon, lelaki yang tiba-tiba muncul di hadapan bersama sang kekasih baru, Kellie.
''Siang Pak Brandon !,'' sapa Shazna dengan sopan.
'' Siang Shaz,apa kabar lama tidak bertemu ?,'' tanya Brandon basa-basi. Ia ingin sedikit lebih lama menahan wanita itu untuk ia tatap. Agar rasa rindu yang membekukan hatinya sedikit mencair.
'' Baik Pak, Nona Kellie apa kabar ?," Shazna beralih menatap Kellie dan mengulurkan tangan pada wanita muda itu.
'' Baik Mbak Shazna,ih gak nyangka lho mbak Shazna bakal resign dari kantor mas Brandon. Kaget aku tuh,pas kekantor posisi mbak Shazna sudah di ganti mbak Grace ,'' tutur Kellie dengan senyum lebar dan menyambut hangat uluran tangan Shazna.
'' Pengen cari pengalaman di tempat baru non. Oh ya Nona Kellie hendak perawatan kah ?,'' tanya Shazna dengan pandangan tertuju pada wanita yang menggelayut di lengan Brandon. Sedang lelaki yang di gelayuti oleh wanita itu tak melepaskan tatapan matanya dari wajah cantik sang mantan.
__ADS_1
'' Iya, nanti malam ada acara, pertemuan keluarga. Jadi harus cantik kan mbak ?,'' ujar wanita yang selalu tampak ceria itu. Shazna hanya mengangguk sembari tersenyum ramah.
'' Kalau begitu saya pamit dulu,mari pak ,''ucap Shazna sambil mengangguk dan melihat ke arah Brandon yang masih menatapnya lekat. Lelaki itu hanya bisa mengangguk tanpa mengeluarkan suara. Setelah basa-basi sedikit dengan Kellie, Shazna meninggalkan sepasang kekasih itu.
Wanita itu tampak menghirup nafas dalam. Ada sedikit rasa tak nyaman berada di sekitar Brandon. Biar bagaimanapun dia adalah lelaki yang pernah mengisi hatinya dengan cinta yang begitu besar. Shazna melangkah tegap tanpa kembali menoleh ke belakang.
Sampai di tempat parkir, tiba-tiba pergelangan tangannya di genggaman seseorang yang membuat wanita itu reflek membalikkan badan. Brandon berdiri di sana dengan tatapan penuh kerinduan pada wanita yang tertegun menatap wajah lelaki itu.
'' Ada apa mas ?,'' tanya Shazna yang heran dengan sikap Brandon. Lelaki itu tak berucap namun menarik tubuh Shazna dalam pelukannya.
Shazna membatu, sampai ia mampu menguasai diri dan mencoba melepaskan pelukan Brandon.
'' Please jangan gini ,'' ucap Shazna namun lelaki itu masih memeluknya dengan erat.
''Sebentar Shaz, aku kangen ,'' ucap Brandon dengan suara lirihnya.
__ADS_1
Shazna tak membalas pelukan lelaki itu. Ia hanya terdiam dengan dua tangan terjulur di sisi tubuhnya. Sampai tiba-tiba dirinya tersentak saat rambutnya ditarik dari arah belakang.
'' Dasar pelakor ,'' jerit Kellie yang entah sejak kapan berada di sana. Brandon terbelalak kaget melihat Kellie yang menarik rambut Shazna dengan kasar. Lelaki itu segera mendekat dan berusaha melepaskan tangan Kellie dari rambut Shazna. Ia bisa melihat bagaimana Shazna meringis kesakitan akibat perbuatan Kellie.
'' Lepas Kellie !," bentak Brandon seraya mencengkeram dengan kasar tangan wanita itu. Membuat Kellie menatap tak percaya pada Brandon .
'' Jadi kamu belain dia hm ?,oh sudah ku duga kalian ada hubungan. Jadi gitu caranya,dia resign dari kantor kamu biar gak ketahuan kelakuan kalian . Dasar murahan , pelakor ,'' caci maki Kellie dengan nada nyaring dan jari yang menunjuk tepat di hadapan Shazna.
Shazna menggenggam jari Kellie yang berada di hadapannya. Menatap wanita lebih muda darinya itu dengan tatapan tajam.
'' Maaf nona Kellie,saya tidak seperti apa yang Anda katakan. Tolong tarik ucapan anda ,'' ucap Shazna yang tak terima dengan ucapan Kellie.
Kellie tampak mengetatkan wajahnya dan menarik lepas jari dari genggaman tangan Shazna. Brandon yang menyadari mereka menjadi tontonan beberapa orang yang kebetulan melintas di sana. Mencengkeram pergelangan tangan Kellie dengan erat.
'' Jangan permalukan diri kamu di sini. Asal kamu tahu, kamu lah yang menjadi orang ketiga di antara aku dan Shazna. Kamu yang membuat semuanya menjadi rumit. Kamu yang menghancurkan semua mimpi yang sudah aku susun rapi untuk bisa bersama Shazna,'' ucap Brandon dengan geram. Kellie menatap tak percaya sembari menggelengkan kepala. Tidak mempercayai apa yang Brandon katakan.
__ADS_1
Brandon menarik Kellie pergi dari sana. Ia tak mau melihat Shazna semakin terluka boleh ucapan Kellie. Brandon menoleh sekilas pada Shazna yang masih berdiri di tempat. Menatap nanar sepasang kekasih yang menjauh dari dirinya. Rasanya ia hanya ingin menangis, sungguh hari yang terasa berat untuk dirinya.