
Kellie menatap tajam dua orang di hadapannya. Matanya tertuju pada tangan Brandon yang menggenggam pergelangan tangan Shazna. Shazna yang menyadari arah tatapan Kellie segera menarik lepas tangannya.
'' Saya permisi,'' ucap Shazna seraya mengangguk kecil kemudian berlalu dari hadapan keduanya. Brandon melepas kepergian Shazna dengan tatapan kosong. Sedang Kellie semakin tajam menatap lelaki di hadapannya.
'' Ada yang mau om jelasin ?,'' tanya Kellie. Brandon tak sedikitpun menoleh pada Kellie yang kini berdiri sambil bersedekap.
''Tidak ada yang perlu di jelaskan,'' sahut Brandon dingin, kemudian lelaki itu beranjak meninggalkan Kellie. Wanita itu mendengus kesal. Ia cukup paham dengan situasi singkat yang baru saja di lihatnya. Bisa di pastikan ada hubungan intim antara atasan dan sekertaris nya itu.
'' Om!," seru Kellie sembari mengejar langkah panjang Brandon. Lelaki itu sama sekali tak memperdulikan Kellie yang terseok-seok mengejar langkahnya. Apalagi dengan hak tinggi yang di pakai wanita itu.
Brandon keluar dari tempat acara. Masuk ke dalam mobil miliknya. Duduk di balik kemudi dengan gemuruh rasa yang mengusik hatinya. Rasa cemburu menguasai seluruh rongga dadanya. Melihat Shazna bersama Fattan membuatnya tak mampu menahan gejolak amarahnya.
Brandon tampak memukul-mukul stir mobil miliknya dengan penuh emosi.
'' Gak bisa,gak bisa gini,'' geramnya. Sungguh ia selalu tak bisa mengendalikan hati saat melihat Shazna dengan lelaki lain. Sesaat kemudian ia menelungkup kan wajah di atas stir. Gemuruh rasa itu belum juga terkikis dari dalam rongga dada.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Brandon. Ia tampak menghela nafas berat. Melihat Kellie yang berdiri di samping mobil dengan wajah cemberutnya. Brandon membukakan pintu penumpang. Kellie masuk dengan wajah kesal yang terlihat jelas di raut wajahnya.
'' Maksud om apa ?,'' tanya Kellie sewot karena merasa sedang dipermainkan lelaki yang cukup berumur di sampingnya. Brandon tak menyahut, lelaki itu memilih bungkam. Ia tak mau melampiaskan amarahnya pada wanita di sampingnya. Wanita yang tak tahu apa-apa tentang dirinya dan Shazna.
Brandon menyalakan mesin mobil,dan melaju perlahan keluar dari area parkir. Kellie menghentakkan kaki, merasa di acuhkan oleh Brandon.
__ADS_1
'' Jujur om ,ada hubungan apa om sama sekertaris om itu ?,'' Kellie tak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada Brandon yang sama sekali tak ada niat menjelaskan apa pun padanya.
'' Atasan dan bawahan,'' sahut Brandon tanpa ekspresi . Kellie semakin mengerucutkan bibirnya.
'' Bohong!," seru Kellie. Brandon tak menggubris,ia terus melajukan mobilnya menembus jalanan malam yang mulai tampak lengang.
'' Aku benci om,'' kesal Kellie. Brandon hanya menghela nafas panjang. Tak ada sedikitpun keinginan untuk merayu wanita di sampingnya agar tak kesal. Pikirannya masih berkeliaran pada Shazna yang menggandeng mesra lengan sang mantan.
Kellie merasa benar-benar di abaikan oleh Brandon. Membuat amarahnya menggelegak. Ia yakin ada hubungan istimewa antara Brandon dan sekertaris nya. Ia tak bisa membiarkan itu terjadi. Om Brandon miliknya, hanya miliknya.
Sementara di tempat resepsi, Fattan tampak masih di buntuti Dilla, gadis itu sepertinya tak perduli dengan Shazna yang datang bersama Fattan dan kini duduk di samping lelaki itu.
'' Thanks,ini masih,'' jawab Fattan sopan sembari mengangkat gelas minumannya yang tersisa setengah.
Fattan menoleh pada Shazna yang tampak muram. Wajahnya tak seperti saat mereka datang.
'' Shaz !," panggil Fattan pelan, Shazna menoleh dengan senyum hambar di bibirnya.
'' Mau pulang ?,'' tanya Fattan yang merasa, mungkin Shazna telah merasa bosan di sana.
'' Udah malam, kalau kamu masih mau ngobrol sama yang lain. Aku pulang duluan,pakai taksi,'' ujar Shazna, yang meski pelan masih terdengar jelas di telinga Dilla.
__ADS_1
'' Gak,aku antar kamu pulang,'' ujar Fattan.
'' Tapi mas, acaranya belum selesai,'' sela Dilla yang sepertinya tak rela pujaan hatinya meninggalkan tempat acara.
'' Tolong sampaikan maaf sama Vito ya,aku gak sampai acara selesai,'' tutur Fattan sambil berdiri dari duduknya.
'' Ya udah deh,'' jawab Dilla dengan lesu. Fattan mengulurkan tangannya pada Shazna yang masih duduk di kursi. Wanita itu menatap sekilas wajah Fattan kemudian meraih uluran tangan lelaki tersebut. Setelah berpamitan pada beberapa temannya mereka keluar dari tempat acara.
'' Ada sesuatu yang gak aku tahu ?,'' tanya Fattan sembari mengemudikan mobilnya untuk keluar dari tempat parkir. Shazna menarik nafas panjang. Tatapannya lurus ke depan, menatap pekatnya malam lewat jendela mobil.
'' Calon istri Brandon melihat Brandon yang menggenggam pergelangan tangan ku,'' ucap Shazna yang membuat Fattan reflek menoleh. Ada rasa tak rela , mendengar ada lelaki lain memegang wanita itu.
'' Kok bisa ?,'' pertanyaan itu yang keluar begitu saja dari mulut Fattan.
'' Waktu aku ke toilet, Brandon menyusul,dan ternyata Kellie mengikuti dia,'' tutur Shazna tak bersemangat. Fattan melirik Shazna dari ekor matanya. Tersirat jelas wajah sendu dan rapuh dari raut wajah wanita itu.
'' Kamu masih berharap kembali padanya ?,'' tanya Fattan tanpa menoleh. Melihat wajah Shazna yang tampak sendu membuatnya cemburu. Ia merasa Shazna masih mengharapkan Brandon tetap di sampingnya.
Shazna yang mendengar pertanyaan Fattan hanya tersenyum miring. Ia bisa membaca nada ketidaksukaan dari lelaki itu.
'' Apa kamu masih begitu mencintai dia ?,'' lanjut Fattan yang tak mendapat jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Dan lagi tak ada jawaban dari wanita di sampingnya. Shazna milih diam di sepanjang perjalanan pulang.
__ADS_1