Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Suara Hati Shazna


__ADS_3

Malam telah larut, namun Shazna belum juga bisa memejamkan mata. Wanita itu masih terjaga,duduk di dekat jendela yang masih terbuka tirainya. Menatap malam yang kian pekat. Berselimut awan yang tampak menghitam, bulan samar terlihat di balik awan . Bintang enggan menampakkan diri, bersembunyi dalam kegelapan.


Semesta pun seakan mengerti tentang kegundahan hati Shazna. Berkali-kali wanita itu menghela nafas berat. Tatapan matanya menerawang jauh. Otaknya dijejali berbagai macam pikiran. Tampak wanita itu melepaskan cincin yang melingkar jarinya Menatapnya dalam diam, hatinya dirundung kegamangan.


'' Sampai kapan aku bertahan untuk sesuatu yang sudah jelas tidak bisa aku pertahankan,'' ucapnya lirih dengan mata lekat menatap cincin dengan berlian kecil bertahta manis di sana.


Shazna menggenggam cincin itu di telapak tangannya. Memikirkan perjalanan cinta membuat wanita itu merasakan lara. Nasib cintanya tak pernah berjalan sesuai dengan keinginannya.


Seberapa besar cinta Brandon padanya tak akan mengubah kenyataan bahwa restu tak mungkin mereka raih. Jelas orang tua kekasihnya telah menyiapkan pasangan yang sederajat dengan mereka.


'' Cinderella cuma ada dalam dongeng. Kenyataannya si miskin tak mungkin bersanding dengan pangeran,'' ucap Shazna dengan senyum getir di sudut bibirnya.


Wanita itu bangkit dari kursi yang ia duduki. Melangkah mendekati jendela dan meletakkan cincin yang berada dalam genggamannya.

__ADS_1


'' Mungkin sudah saatnya aku harus melepaskan mu ,'' Shazna berucap sembari menatap cincin yang telah ia letakkan di atas meja.


Mata wanita itu berkaca-kaca, namun ia menahan agar air mata itu tak tumpah. Shazna melangkah menuju tempat tidur, menyibak selimut dan masuk untuk bergelung di dalamnya. Shazna menatap jam yang dinding yang berada dalam kamar. Hampir jam dua dini hari. Namun matanya masih enggan terpejam.


Shazna berulang kali mencoba memejamkan mata, namun bayang kebersamaan dengan sang kekasih tergambar jelas di pelupuk matanya. Bukan sehari dua hari ia bersama dengan Brandon. Segala kebaikan, perhatian dan pengertian dari lelaki itu yang membuatnya terus bertahan, meski ia tahu ada sekat tak kasat mata yang menjadi penghalang hubungan mereka.


Shazna menghapus air mata yang tak bisa lagi ia tahan. Dadanya terasa nyeri membayangkan perpisahan dengan lelaki yang sudah terbiasa bersama dirinya.


Ting


My Fiance


" Aku gak bisa tidur, kangen" bunyi pesan yang tertulis di sana. Shazna semakin tergugu, menatap layar ponsel yang menyala memperlihatkan pesan dari kekasihnya. Ia tak bermaksud untuk membalas pesan dari Brandon. Suara notifikasi hpnya kembali berdenting.

__ADS_1


My Fiance


" Sayang, kamu belum tidur ?, jangan kamu pikirin masalah tadi. Aku bakal selesain secepatnya. Tolong percaya sama aku. I love you more and more"


Tulis Brandon membuat Shazna tak bisa menahan isak tangisnya. Ia percaya pada lelaki itu,ia percaya pada cinta yang di berikan lelakinya. Tapi ia yang tak percaya diri memaksa masuk dalam keluarga yang tak menginginkan dirinya.


" Aku gak mungkin bertahan dalam hubungan tanpa restu Brandon." ucap Shazna di sela isak tangisnya.


" Aku gak apa-apa, cuma terbangun aja. Kamu tidur honey, besok pagi ada rapat. I love you too "


Balas Shazna berbohong, wanita itu meletakkan hpnya kembali di atas meja. Saat denting notifikasi kembali berbunyi,ia tak menghiraukannya. Shazna menghela nafas dalam. Menghapus air mata yang membanjir di pipinya.


Shazna berbaring di atas tempat tidur, mencoba memejamkan mata. Melupakan sejenak tentang hati dan cintanya. Setelah cukup lama ia mencoba, akhirnya ia mampu terlelap saat jarum jam hampir menyentuh angka 3 dini hari.

__ADS_1


Bersama gerimis yang terdengar mulai turun, Shazna terlelap dalam tidur. Menyambut mimpi yang membuat dirinya sejenak melupakan segala rasa sesak yang menekan dada. Melupakan cinta yang ia rasa tak mampu ia genggam dalam hidupnya.


Wanita itu tampak tenang dengan mata terpejam. Dan hujan di luar sana semakin deras. Sederas hati yang sedang menangisi kisah cintanya.


__ADS_2