Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Mengembalikan Rasa itu


__ADS_3

'' Setelah sekian tahun aku menghindari masuk tempat ini, sekarang akhirnya aku duduk di tempat ini lagi,'' ucap Shazna saat keduanya duduk di salah satu sudut restoran seafood yang sudah cukup lama buka di sana .


'' Kenapa kamu menghindari tempat ini ?,'' tanya Fattan yang kini duduk berhadapan dengan Shazna, tatapan mata mereka bertemu sesaat, kemudian Shazna memalingkan wajah.


'' Karena aku berusaha lari dari kenangan yang pernah ada diantara kita. Tapi hari ini kamu berhasil menjebak ku masuk ke dalam lingkaran kenangan itu lagi,'' ujar Shazna. Fattan tersenyum , ia meraih tangan Shazna yang di letakkan di atas meja.


'' Aku akan mengembalikan semuanya, kenangan yang pernah kita rangkai bersama. Juga perasaan yang yang ada diantara kita. Akan aku kembalikan pada tempat yang seharusnya,'' ujar Fattan. Shazna balas tersenyum.


Tak berselang lama datang pelayan dengan buku menu untuk mereka. Fattan memesan makanan yang dulu menjadi favorit keduanya saat datang ke restoran tersebut.


'' Masih suka kan dengan menu yang dulu ?,'' tanya Fattan setelah ia selesai memesankan dan sang pelayan beranjak dari sana. Shazna mengangguk sebagai jawaban. Mata wanita itu berkeliling menatap interior restoran tersebut. Sekian lama ia tak pernah memasuki restoran itu namun ternyata interior restoran tampak masih sama. Tak banyak yang berubah di dalam restoran tersebut. Sepertinya sang pemilik terus mempertahankan apa yang menjadi ciri khas dari restoran tersebut.


'' Masih sama kan ?,'' Fattan bertanya seolah tahu apa yang ada dalam benak wanita di hadapannya. Shazna hanya mengangguk, pandangan wanita itu kini tampak melihat keluar ruangan. Restoran yang di kelilingi dinding kaca membuatnya bisa dengan jelas melihat ke luar ruangan.


Fattan kembali menggenggam tangan Shazna yang masih berada di atas meja. Membuat sang wanita menatap ke arahnya. Fattan tampak menunduk dengan tangan meremat pelan tangan Shazna. Lelaki itu tampak membuang nafas berat.

__ADS_1


''Ada apa ?,'' tanya Shazna dengan suara lembut. Fattan mengangkat wajahnya , menatap wajah cantik yang menatapnya dengan tatapan penuh arti pada dirinya.


'' Rasanya aku gak rela di saat kita sudah bisa seperti ini lagi rapi justru harus pisah,'' ucap Fattan dengan wajah lesu.


Shazna tersenyum lembut, ia menepuk pelan punggung tangan Fattan.


'' Semua orang punya prioritas dalam hidupnya. Dan kamu sebagai dokter jelas tahu,tugas kamu adalah prioritas utama dalam hidup kamu. Jang, menuruti ego yang akan membuat kamu menyesalinya nanti,'' ucap Shazna, Fattan tersenyum tipis dengan mata keduanya saling bertautan.


Kedatangan pelayanan membawa pesanan mereka membuat kontak mata keduanya terputus. Tangan mereka yang saling menggenggam terlepas untuk memberi tempat pada pelayan meletakkan makanan yang mereka pesan.


'' Gak akan tertahan di sini lagi kan ?,'' Shazna bertanya sembari mendekatkan piring berisi makanan yang di pesankan Fattan untuk dirinya.


'' Aku udah gak sekere dulu,tenang aja,'' sahut Fattan, mereka tertawa kecil berdua. Mengingat kejadian dulu, sepasang anak SMA dengan gaya selangit mengajak kekasihnya makan di restoran dan ternyata uang di dompetnya tak cukup untuk membayar makanan yang mereka pesan.


Mereka tak akan melupakan kejadian memalukan itu. Tak mungkin mengabari orang lain untuk membayar kekurangan itu,sebab mereka pergi di jam sekolah. Akhirnya Fattan memilih untuk menjadi pelayan gratis di sana.

__ADS_1


Keduanya melahap makan malam dalam diam, tampak keduanya tak begitu berselera. Bukan menu yang tak lezat namun perasaan mereka yang sedang tidak enak. Sejujurnya Shazna pun merasa terlalu berat harus berpisah kembali dengan Fattan di saat hatinya mulai sedikit demi sedikit kembali terbuka pada lelaki itu.


Usai makan malam mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Naik ke lantai atas untuk menonton bioskop. Film romantis komedi menjadi pilihan mereka. Fattan membeli tiket masuk dan setelahnya membeli makanan dan minuman. Shazna duduk manis menunggu di kursi tunggu. Memperhatikan sekeliling, dimana di sekelilingnya tampak beberapa pasangan yang tampak mesra. Ia hanya bisa tersenyum sendiri. Sudah cukup lama ia tak menonton di bioskop.


Fattan datang dengan beberapa makanan memenuhi tangannya. Shazna meraih salah satu dari tangan Fattan. Mereka menunggu beberapa saat sampai pintu bioskop terbuka dan giliran mereka kedalam bioskop.


Mereka duduk bersebelahan, tampak keduanya mengobrol ringan. Sesekali tawa kecil terlihat di wajah mereka. Sampai lampu bioskop di matikan dan di depan sana layar besar menampilkan gambar. Film di mulai, ruangan tampak gelap dan sepi. Hanya suara dari depan sana yang terdengar mengisi seluruh ruangan.


Shazna tampak menonton sampai terasa tangannya di genggaman okeh Fattan,ia menoleh sekilas pada lelaki yang ternyata sedang menatap dalam dirinya. Keduanya terhipnotis oleh tatapan mata dalam cahaya remang-remang yang membuat keduanya terlena.


Entah kegilaan apa yang merasuki pikiran mereka. Keduanya kini sudah saling menautkan bibir mereka. Saling mencecap bibir satu sama lain. Lidah mereka saling bertaut, membuat ciuman mereka begitu panas. Cukup lama keduanya tenggelam dalam ciuman panas hingga nafas mereka tersengal. Ada hasrat yang menjalar dalam tubuh mereka. Ada rasa yang ingin di tuntaskan , membuat mereka saling melepaskan tautan bibir keduanya sebelum mereka terlalu jauh di tempat yang tidak seharusnya.


Mereka tampak menyatukan kening, dengan nafas tersengal dan dada yang bergemuruh.


'' I love you Shazna,'' ungkap Fattan untuk yang kesekian kalinya meski belum juga mendapatkan jawaban dari sang wanita. Nyatanya Shazna hanya tersenyum tanpa membalas ungkapan cinta itu.

__ADS_1


__ADS_2