
Sepanjang acara , tatapan mata Brandon seakan tak pernah lepas dari Shazna yang terus berada di dekat Fattan. Rasa sesak di dadanya tak bisa ia hindarkan. Namun ia tak bisa untuk sekedar datang menyapa. Ia hadir di acara resepsi pernikahan Vito sebagai pasangan dari Kellie , karena ternyata pengantin wanita masih kerabat jauh keluarga Kellie.
'' Om,sstt om ,'' panggil Kellie pelan seraya menjawil lengan Brandon. Brandon menoleh pada gadis yang malam itu tampil cantik dan modis yang berada di sampingnya.
'' Kenapa ?,'' tanya Brandon dengan nada datar.
'' Om dari tadi ngeliat apa sih ?, diajak ngomong gak nyambung ,'' keluh Kellie dengan wajah cemberut.
''Gak ada apa-apa kok. Aku cuma capek aja,'' Brandon beralasan. Kellie menanggapi dengan senyum kecut.
Gadis itu menyadari lelaki di sampingnya tidaklah pernah bersikap hangat padanya. Namun rasa kagum yang telah lama ia pelihara di hatinya pada sosok lelaki itu membuatnya menerima perjodohan diantara mereka. Ia yakin akan adanya Cinta yang datang karena terbiasa.
Di sisi lain, Fattan sedang melangkah menuju pelaminan dengan Shazna yang masih menggandeng tangannya. Hampir semua yang mengenal dua sosok itu terperangah. Mereka mengetahui cerita cinta keduanya yang kandas karena jarak.
" Wow, kayaknya ada yang gue gak tau," ucapan itu yang keluar dari bibir Vito melihat pasangan legendaris yang dulu selalu
di gadang kan menjadi pasangan paling romantis di sekolah.
'' Gue pikir ,gue bakal jadi orang yang berjasa karena mempertemukan kalian berdua di acara gue, ternyata ckckck.... gue salah perhitungan," sambung Vito yang disambut gelengan kepala Fattan dan cebikkan di bibir Shazna.
__ADS_1
Fattan menyalami Vito dan memeluk lelaki itu seraya berbisik.
'' Karena gue juga gak mau kalah sama lo.'' Vito tertawa menanggapi kemudian memukul pelan bahu Fattan.
" Selamat deh,cinta sejati emang gak akan kemana ," kelakar Vito .
'' Masih perjuangan gue belum balikan. Doain ya ,'' lirih Fattan.
'' Jadi ?,oh gue doain yang terbaik,'' sahut Vito.
'' Thanks,betewe selamat ya akhirnya,'' kembali Fattan memeluk sahabat masa abu-abunya itu. Sedang Shazna sudah berbincang dengan pengantin wanita. Tak mengindahkan dua lelaki yang berbicara saling berbisik itu.
Usai mengucapkan selamat pada sepasang pengantin itu, Shazna dengan di gandeng tangannya oleh Fattan turun dari pelaminan. Sesaat mata Shazna bertemu pandang dengan Brandon. Terlihat jelas ada gejolak rasa yang di tahan oleh lelaki itu . Namun Shazna berusaha tak menghiraukannya. Ia harus bisa melepas dengan hati lapang, meski masih ada nyeri di hatinya melihat Brandon yang digelayuti gadis di sampingnya.
'' Rara,ya ampun,'' seru Shazna sumringah yang kemudian keduanya saling berpelukan. Anak kecil yang berada dalam genggaman sang ibu kini telah beralih pada lelaki yang terlihat lebih matang dari mereka.
'' Apa kabar Shaz ?, lama banget gak ketemu. Gak nyangka kalian berdua bareng lagi,'' ucap Rara dengan semangatnya. Shazna tersenyum melihat antusias sang sahabat. Sedang Fattan tampak sudah berbincang dengan suami Rara.
'' Aku baik, kamu sendiri gimana Ra kabarnya ?,but fyi,aku sama Fattan cuma temen yang kebetulan bareng berangkat kondangan ya. Jangan mikir jauh-jauh,'' ucap Shazna yang di sambut gelak tawa Rara.
__ADS_1
'' Aku pikir kalian udah balikan. Tapi apapun lha ya,aku doain yang terbaik. Aku tuh kangen banget," ucap Rara dan dua wanita itu kembali saling berpelukan. Cerita mengalir dari mereka, beberapa teman semasa sekolah ikut bergabung. Dan akhirnya resepsi pernikahan Vito seperti reuni bagi mereka yang telah lama tak bersua.
" Mas Fattan !," suara lembut seorang gadis membuat mereka yang sedang berkumpul menatap pada satu objek yang sama.
" Ya," ujar Fattan sembari menatap gadis manis yang memberikan senyum lebarnya.
" Boleh minta temenin foto gak ?," tanya gadis yang tak lain adik dari mempelai laki-laki.
" Boleh,ayo !," jawab Fattan yang merasa gadis itu seperti adiknya. Namun tidak dengan perasaan gadis manis yang kini tampak antusias menggandeng lengan Fattan naik ke atas pelaminan. Shazna mengikuti langkah mereka dengan tatapan matanya,dan sebuah senyum samar di sudut bibir.
Berbincang beberapa saat dengan teman lama, membuat ia melupakan Fattan yang belum juga kembali bergabung. Saat matanya menangkap sosok lelaki tegap itu berada diantara keluarga inti dengan Dilla yang tak lepas mengandeng tangan Fattan. Shazna tersenyum getir seraya menghela nafas panjang.
" Aku ke toilet dulu," pamit Shazna pada teman-temannya,yang diangguki oleh beberapa yang berada di dekatnya. Sampai di toilet Shazna membasuh tangan dan merapikan make up. Entah kenapa diantara keramaian itu ia merasa kosong.
Melihat Brandon bersama wanita lain cukup menyesakkan,dan saat melihat Fattan di gandeng orang lain pun seakan membawanya pada kenyataan. Lelaki itu bukan lagi siapa-siapa dalam hidupnya.
Shazna menarik nafas dalam beberapa kali. Menghembuskan perlahan untuk menenangkan hatinya yang sedikit risau. Setelah merapikan penampilannya, Shazna keluar dari toilet.
" Shaz," panggil seseorang dengan memegang pergelangan tangan Shazna. Suara yang tak asing membuat Shazna memejamkan mata sambil mengigit bibir bawahnya.
__ADS_1
" Mas," lirih Shazna menyadari Brandon yang memegang tangannya.
" Om," suara lain yang membuat keduanya membatu. Tangan Shazna masih dalam genggaman Brandon sedang mata lain mengawasi ketidakwajaran interaksi atasan dan bawahan itu.