Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Buah dari Kecemburuan


__ADS_3

'' Terima kasih ya Mas, tolong jaga Ayah sampai saya pulang. Nanti saya transfer uang tambahannya,'' ucap Shazna dalam sambungan telepon. Wanita itu berdiri di balkon apartemen Brandon seraya menelpon perawat yang menjaga sang Ayah. Tak berapa lama ia mematikan sambungan telepon.


Shazna belum beranjak dari balkon, tatapan matanya menerawang ke angkasa, sampai sepasang tangan terasa melingkar di perutnya. Wanita itu menoleh mendapati sang kekasih yang memeluknya dengan kepala bersandar di bahu Shazna.


'' Maaf sayang, aku gak akan minum lagi,'' ucap Brandon, Shazna tampak menghela nafas berat.


'' Ada apa ?,'' tanya Shazna tanpa melihat kearah sang kekasih. Brandon melepas pelukannya,ia berdiri di samping Shazna .


'' Cuma lagi suntuk aja,gak ada apa-apa,'' jawab Brandon, Shazna tersenyum miring.


'' Aku sudah cukup mengenal kamu. Dan kamu bukan orang yang mudah lari ke minuman cuma karena masalah sepele,'' sambung Shazna yang kini menghadap ke arah Brandon dengan tubuh bersandar pada pembatas balkon.


Brandon tak menyahut, lelaki itu mengusap lembut pipi Shazna dengan tatapan dalam. Keduanya terdiam dengan mata saling tatap. Ada keresahan yang tergambar di sorot mata Brandon. Shazna meraih tangan Brandon dan menggenggamnya dengan lembut.


'' Soal hubungan kita ?,'' tebak Shazna, Brandon mengalihkan pandangannya, dengan raut wajah gusar yang tak bisa di sembunyikan.


'' Bagaimana aku akan terus berjuang, kalau kamu sendiri seperti ini ?. Kepada siapa aku harus bersandar, kalau kamu saja sudah tak bisa lagi tegak berdiri ,'' ucap Shazna, lelaki di hadapannya tak menyahut. Brandon menarik tubuh sang kekasih ke dalam pelukannya.


" Aku cinta sama kamu Shaz, kamu harus tau sampai kapanpun aku cinta sama kamu. Apapun yang akan terjadi ke depannya perasaan aku ke kamu gak akan berubah. I love you so much,'' ucap Brandon dengan suara bergetar. Air mata tak mampu di bendung oleh lelaki itu. Shazna tahu ada yang tidak baik-baik saja. Wanita itu hanya bisa memeluk dengan erat lelaki yang kini menangis dalam pelukannya.


Di balik pintu balkon, Fattan menatap nanar sepasang kekasih yang sedang berpelukan. Dadanya sesak menyadari ia bukan siapa-siapa. Mungkin dia bisa mengatakan bahwa cinta tak harus memiliki. Namun melihat sang pujaan hati dalam pelukan orang lain nyatanya membuat rasa sakit menyeruak dalam dadanya.


'' Ehmm,'' Fattan berdehem, membuat sepasang kekasih itu saling melepas pelukan. Brandon memalingkan wajah, mencoba menyembunyikan mata yang memerah. Shazna menoleh ke arah suara. Tampak Fattan lebih segar dengan rambut setengah basah. Pakaiannya telah berganti dengan pakaian milik Brandon.

__ADS_1


'' Aku mau pamit ,'' ucap Fattan yang terlihat sedikit canggung tanpa mendekat pada sepasang kekasih itu.


'' Gak di obatin dulu itu lukanya ?,'' tanya Shazna yang melihat wajah Fattan yang terlihat bengkak dan membiru.


'' Nanti aja di rumah,mmm ini bajunya aku pinjam dulu,'' ujar Fattan, Brandon tak membalikkan tubuh, lelaki itu hanya melambai seraya berucap'' Gak usah di balikin,di buang kalau perlu ''.


Brandon mencebikkan bibir, kesal mendapati jawaban lelaki itu. Terlalu menyebalkan terdengar di telinga.


'' Oh ya Tan, mobil kamu masih di club. Dan kayaknya kamu gak bawa ponsel,'' ujar Shazna pada Fattan.


'' Ponsel ku kayaknya di mobil,bisa tolong kamu pesenin taksi online buat aku,'' pinta Fattan dengan tatapan tak lepas dari Shazna.


'' Oke,'' sahut Shazna seraya mengambil ponsel di saku celananya.


Brandon mendengus sebal. Jelas sekali terlihat tatapan memuja lelaki itu pada Shazna. Berapa lama hubungan mereka ?,dan apa alasan mereka putus ?. Pertanyaan-pertanyaan muncul di benaknya membuat dirinya gusar. Keberadaan dirinya di samping Shazna terancam dengan datangnya mantan dari masa lalu sang kekasih.


Bahkan ia lupa, bahwa ia pun tak bisa menjanjikan apa-apa untuk wanita yang di cintai. Ia yang selalu mengajak sang kekasih untuk berjuang bersama. Namun kini ia seakan di paksa menyerah. Hutang nyawa pada keluarga Bramantyo tak mungkin ia abaikan begitu saja. Tapi jika ia boleh serakah ia ingin Shazna tetap di sampingnya.


''Taksinya udah on the way,'' suara Shazna menyadarkan dua lelaki yang terpaku di tempat dengan pikiran masing-masing.


'' Oke, kalau gitu aku pamit,by the way thanks Shaz udah ngurus aku semalam,'' ucap Fattan dengan senyum yang terlukis di bibirnya .


'' It's oke ,'' sahut Shazna, Fattan berjalan ke arah pintu utama unit apartemen milik Brandon. Sekali lagi lelaki itu menoleh ke arah wanita yang kini telah kembali dalam pelukan lelakinya.

__ADS_1


Brandon seakan menunjukkan bukti kepemilikannya terhadap sang wanita. Ia memeluk Shazna dari belakang dan memberikan kecupan sayang di kepala sang kekasih. Ia bisa melihat Fattan yang keluar dengan wajah masam.


'' Aku tuh gak suka, dengan cara lelaki itu natap kamu,'' keluh Brandon yang masih menempel pada Shazna. Shazna tersenyum tipis, kemudian mengecup sekilas pipi lelakinya.


'' Cemburu ?,'' tanya Shazna yang diangguki oleh Brandon. '' Kelihatan banget kalau dia masih suka sama kamu. Kamu kok gak pernah cerita punya mantan sih,'' ujar Brandon dengan nada merajuk.


Shazna melepaskan tangan yang melingkar di perutnya. Menggenggam telapak tangan itu, keduanya berdiri saling berhadapan dengan tatapan mata saling mengunci.


'' Kenapa aku gak cerita ke kamu, artinya itu adalah hal yang aku anggap tidak penting lagi. Jadi gak usah cemburu pada hal yang gak harus kamu cemburui,'' ucap Shazna meyakinkan sang kekasih. Brandon tersenyum lega, kemudian mengecup kening Shazna cukup lama.


'' I love you ,'' ucap Brandon setelah melepas kecupannya.


'' I love you too,'' balas Shazna dengan tatapan tertuju pada lelakinya. Tangannya meraih ujung bibir sang kekasih yang tampak membiru. Brandon tampak meringis.


" Lira obati dulu yuk !," ajak Shazna seraya menarik tangan Brandon untuk mengikuti dirinya masuk ke ruang tamu.


Brandon duduk di sofa panjang yang terletak di ruang tamu. Shazna mengambil plastik yang tergeletak di atas meja. Ia telah membeli salep luka sebelum sang kekasih terbangun dari tidurnya. Dengan telaten Shazna mengolesi luka di wajah kekasihnya


'' Kok kamu bisa bareng Fattan gimana ceritanya ?,'' tanya Shazna di sela-sela ia mengoleskan salep di rahang Brandon.


'' Gak sengaja aja ketemu dia diclub. Aku nyampe dia udah mabuk,dan yang dia sebut itu nama kamu. Aku gak suka makanya aku hajar dia,'' terang Brandon sembari meringis saat Shazna menekan sedikit keras pada lukanya.


Wanita itu cukup di buat geram dengan kelakuan sang kekasih. Ia juga akhirnya membatalkan dua perjanjian dengan klien. Tak mungkin mereka bertemu klien dengan keadaan Brandon yang seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2