Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Harus Memilih


__ADS_3

Shazna tampak duduk dengan tab yang menyala di meja kerjanya. Wanita itu sedang memeriksa jadwal atasannya pagi ini. Terlihat serius, hingga tak menyadari kedatangan sang atasan yang sudah berdiri di hadapannya.


'' Ehmm,'' Brandon bersuara untuk menarik perhatian wanita yang telah mengacuhkan dirinya dari kemarin. Shazna mengangkat wajahnya dan menatap dingin lelaki yang tersenyum padanya.


'' Pagi sayang,''sapa Brandon yang tak diindahkan oleh Shazna, wanita itu terlihat acuh. Kembali meneliti tab di hadapannya.


'' Jadwal bapak pagi ini ada rapat dengan tim yang menangani proyek di Kalimantan untuk membahas proyek baru yang siap di kerjakan bulan depan. Rapat di mulai pukul sembilan. Setelahnya jam makan siang,'' belum selesai Shazna meneruskan kalimatnya Brandon memotong ucapan sekertaris yang pagi ini sedang dalam mode profesional. Dan itu menandakan bahaya untuk dirinya.


'' Saya tunggu di ruangan saya,'' tutur Brandon tak kalah formal seraya melangkah meninggalkan Shazna yang hanya bisa mendengus kesal. Shazna belum beranjak saat daun pintu ruangan Brandon telah tertutup.


Demi profesionalisme, Shazna tak mungkin mengabaikan pekerjaan karena masalah pribadi dengan sang atasan yang masih menjabat sebagai kekasihnya itu. Dengan malas, Shazna membawa tab berisi jadwal kegiatan Brandon melangkah menuju ruangan sang atasan.


Tok tok tok


Tak seperti biasanya yang langsung nyelonong masuk, Shazna kali ini benar-benar sedang menepatkan diri sebagai sekertaris . Tak ada sahutan, hanya pintu yang langsung terbuka dan tanpa aba-aba tangan Brandon meraih pergelangan tangan Shazna.

__ADS_1


Shazna yang terkejut hampir saja menjatuhkan tab di tangannya. Untung saja ia bisa mencengkeram cukup erat. Brandon sedikit menyentak tubuh sang wanita hingga membuat Shazna masuk dengan cepat ke dalam ruangan Brandon. Dengan sebelah kakinya Brandon mendorong daun pintu hingga tertutup.


Lelaki itu meraih pinggang sang kekasih dan membawa tubuh wanitanya dalam pelukan.


'' Sayang maafin aku, jangan acuhkan aku seperti ini. Aku tahu aku salah kemarin. Gak seharusnya aku ninggalin kamu,'' tutur Brandon yang kini memeluk Shazna dengan erat. Wanita itu tampak mematung,tak membalas pelukan Brandon.


'' Aku cariin kamu kemarin,aku tungguin kamu sampai malam di depan rumah kamu. Hp kamu mati gak bisa di hubungi. Aku khawatir sayang,'' lanjut Brandon mengungkapkan segala rasanya saat kemarin tak menemukan sang kekasih. Lelaki itu mengusap lembut rambut panjang wanita yang masih juga terdiam dalam pelukannya.


'' Kemarin kamu kemana ?,'' Brandon bertanya seraya melepas pelukannya dan menatap wajah sang wanita yang ternyata telah berlinang air mata.


" Maaf," lirih Brandon dengan segala rada bersalah yang menghimpit dada.


Brandon melepas pelukannya dan menarik perlahan tangan sang kekasih agar wanita itu duduk di sofa. Saat keduanya duduk bersebelahan, Brandon menatap dalam wajah sang kekasih Shazna memalingkan wajah.


Brandon membelai rambut Shazna,dan memegang dagu sang wanita dengan lembut. Brandon mengarahkan wajah Shazna agar menatap dirinya.

__ADS_1


" Aku minta maaf,ada hal yang gak bisa aku tinggal kemarin ," ucap Brandon, Shazna menatap tajam Brandon dengan sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk mata.


" Sampai kapan ?," pertanyaan meluncur dari bibir Shazna. Brandon melepaskan dagu Shazna, lelaki itu menunduk. Tenggorokannya tercekat,ia tak bisa memberi jawaban pasti. Ia sendiri tak tahu harus bersikap seperti apa dengan perjodohan yang telah di atur kedua orang tuanya.


'' Ada hal yang tidak bisa aku selesaikan secepatnya. Aku sendiri tidak tahu harus bagaimana ,'' ucap Brandon dengan tatapan nanar ke depan. Shazna tersenyum getir, ia tahu dimana posisi dirinya sekarang.


'' Lebih baik kita sudahi saja,'' ucap Shazna dengan perlahan. Tatapan matanya terlihat kosong. Brandon menoleh dengan mimik kaget di wajahnya.


'' No,aku gak mau,aku cinta sama kamu dan aku gak mungkin melepaskan kamu untuk seseorang yang sudah aku anggap adikku sendiri,'' ucap Brandon menggebu. Shazna menarik nafas panjang.


'' Jangan jadi serakah untuk memiliki keduanya,'' ujar Shazna tanpa menatap Brandon. Lelaki itu meluruhkan tubuhnya. Bersimpuh di hadapan Shazna. Menggenggam tangan wanitanya yang berada di atas pangkuan.


'' Please, jangan pernah berpikir meninggalkan aku sayang. Kasih sedikit lagi waktu untuk aku lepas dari perjodohan ini. Aku gak bisa tanpa kamu sayang,'' ucap Brandon mengiba. Cintanya terlalu besar pada wanita yang kini menatap dirinya dengan sendu.


'' Aku tak ingin di duakan,aku juga tak mau di nomor duakan. Tolong lepaskan aku jika kamu tak bisa hanya memiliki aku,'' tutur Shazna dengan nada serak. Brandon menjatuhkan kepalanya di pangkuan Shazna. Kecamuk rasa menguasai pikirannya, membuat lelaki itu menumpahkan air mata. Ia tak akan sanggup kehilangan wanitanya. Tapi bagaimana ia melepaskan diri dari perjodohan tanpa menyinggung keluarga Bramantyo ?. Dan betapa tak tahu terima kasihnya ia jika harus melukai gadis,adik dari lelaki yang telah memberikan kesempatan kedua untuk dirinya menatap dunia.

__ADS_1


__ADS_2