Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Saling Terbuka


__ADS_3

Shazna tampak sedang menatap pantulan diri dalam cermin. Mata pandanya cukup mengganggu,ia semalam sama sekali tak bisa terpejam. Mengingat ada wanita yang menyukai sang kekasih ikut dalam rombongan relawan membuat dirinya over thinking. Apalagi sampai saat ini belum juga ada kabar dari Fattan.


Shazna menghela nafas, seraya memainkan cincin yang tersemat di jarinya. Wanita itu tampak memejamkan mata, menetralkan rasa resah yang terus menggelayut dalam dada. Ia harus mengembalikan fokus pikirannya. Haru ini ia ada panggilan untuk wawancara kerja. Ia tak mungkin menyiakan kesempatan itu. Ia tak boleh lama-lama bersantai,ada Ayah yang menjadi tanggung jawabnya.


'' Hufhh, positif thinking Shazna. Pasrahkan saja pada takdir,'' gumam Shazna yang tak ingin terbelenggu oleh pikirannya sendiri. Wanita itu mengambil peralatan make up nya. Dan memulai memoles wajah yang terlihat lesu dan kusam.


Selesai memoleskan make up di wajah. Shazna mengambil pakaian yang hendak ia gunakan untuk datang ke kantor tempat ia di panggil untuk wawancara kerja. Shazna masih mengenakan kimono mandinya saat dering ponselnya terdengar. Ia meletakkan pakaian yang hendak ia pakai dan berjalan cepat menuju ke arah nakas, dimana ia meletakkan ponsel miliknya.


Nama Fattan tertera di sana, senyum terkembang di bibir wanita cantik itu. Ada debar yang tiba-tiba saja menghampiri dadanya. Shazna tampak memastikan penampilannya di cermin sebelum mengangkat panggilan video call itu.


Ia duduk di depan meja rias, memenangkan perasaannya dengan menarik nafas dalam. Baru ia mengangkat panggilan dari sang kekasih.


'' Hay sayang ,'' sapaan pertama yang terdengar dari lelaki yang tampak sumringah pagi itu. Senyum lebar di bibir Fattan menandakan sebuah kelegaan.


'' Hay, gimana pagi di sana ?,'' tanya Shazna yang masih terasa canggung untuk memanggil dengan panggilan sayang.


'' Suram ,'' timpal Fattan yang kemudian tampak mengerucutkan bibir. Jawaban yang tak sesuai dengan pemandangan yang terlihat dari video call tersebut. Pasalnya, terlihat sebuah hamparan rumput yang tampak hijau,dan sinar matahari pagi terlihat cerah.


'' Apanya yang suram, orang cerah gitu kok ,'' sambung Shazna. Fattan tersenyum dengan tatapan tak lepas dari wajah kekasihnya yang tampak menawan dalam polesan make up tipis yang terkesan natural di wajah cantiknya.

__ADS_1


'' Hatiku yang suram karena matahari ku tertinggal di sana,'' ucap Fattan yang masih menatap intens kekasihnya. Shazna mencebikkan bibir, meski tak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya.


'' Gombal banget,'' ucap Shazna sembari membuang pandangannya. Membuat Fattan tergelak , gemas melihat wajah merona sang kekasih.


'' Gak gombal sayang, belum sehari aja rasanya udah kangen banget,'' sahut Fattan dengan memperlihatkan raut wajah sedihnya.


'' Kamu gak kangen , Yang ?,'' tanya Fattan dengan wajah memelas. Membuat Shazna tersenyum, merasa lucu melihat tingkah sang kekasih yang tampak kekanakan.


'' Gak,'' sahut Shazna dengan senyum tertahan. Fattan mengerucutkan bibirnya. Membuat Shazna tergelak, ia merasa masih berpacaran dengan Fattan nya dulu, remaja belasan tahun yang selalu tampak menggemaskan setiap ngambek dengan dirinya. Padahal Fattan kini telah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang gagah namun tetap saja masih ada sikap kekanakan yang tersisa.


'' I miss you ,'' ucap Shazna, yang langsung membuat lelaki itu membelalakkan bola matanya.


'' Ulangi lagi ,'' pinta Fattan yang tersenyum sumringah.


''I miss you too baby,i love you. Muaacch muaacch,'' balas Fattan berlebihan. Rsit bahagia tak bisa di sembunyikan oleh lelaki itu.


'' Ih apa sih,malu tau ,'' ujar Shazna yang menutup wajahnya dengan telapak tangan.


''Gak ada orang sayang,buat nyari tempat yang ada sinyal aja sampai setengah jam perjalanan Yang ,'' keluh Fattan dengan raut mengiba .

__ADS_1


'' Jauh ya ?,''


'' Rindu ke kamu tuh udah berat, masih di tambah nyari sinyal di sini juga berat,'' keluh Fattan, Shazna tertawa kecil melihat wajah sedih sang kekasih.


''Ngomong-ngomong, kamu udah cantik banget pagi-pagi. Mau kemana ?,'' selidik Fattan yang melihat wajah Shazna sudah terpoles make up dengan cantik.


'' Aku ada wawancara kerja hari ini,doain ya ,'' tutur Shazna.


'' Pasti sayang,''


Keduanya larut dalam obrolan ringan, sampai Shazna teringat tentang wanita yang memanggil nama Fattan semalam. Wanita itu terdiam sejenak.


'' Ehm,soal adiknya Vito ,'' suara Shazna terdengar ragu, namun terlihat jelas rasa penasaran dari wanita itu.


'' Aku juga gak tau kenapa tiba-tiba,dia ikut dalam rombongan. Padahal dari awal gak ada nama dia. Dan memang Dilla gak kerja di rumah sakit yang sama denganku,'' terang Fattan ,ia bisa melihat raut khawatir di wajah kekasihnya .


'' Aku pikir dia ikut karena kamu, dia suka sama kamu,'' Shazna menghela nafas, melonggarkan sedikit sesak di dadanya. Ternyata rasa cemburu itu mudah sekali datangnya . '' Tapi aku coba buat percaya sama kamu,dan aku harap kamu gak kecewain aku ,'' lanjut Shazna, raut wajah wanita itu kini terlihat serius. Fattan mengangguk pasti .


'' Sembilan tahun aku rela menunggu pertemuan kita ini sayang, bodoh banget kalau aku nyia-nyiain kesempatan ini,''ucap Fattan.

__ADS_1


'' Yah, sekarang kita bukan remaja labil lagi, meski hubungan kita sekarang pun harus terbentang jarak,tapi aku mau kira saling terbuka. Kita sudah sepakat hubungan ini sebagai hubungan dua orang dewasa. Jangan karena hal sepele membuat kita salah paham. Jika nanti kedepannya ada hal yang tidak kita inginkan. Setidaknya kita harus duduk berdua untuk mendengar penjelasan. Kita bicarakan dengan hati dan kepala dingin,''ujar Shazna panjang lebar.


Fattan mengiyakan ucapan sang kekasih. Ia pun tak ingin ada cerita lama yang terulang. Ia tak ingin lagi kehilangan cintanya.


__ADS_2