
Seminggu, waktu yang tersisa sebelum Fattan pergi untuk bertugas keluar kota. Waktu yang di manfaatkan Fattan dan Shazna untuk kembali merajut tali kasih yang sempat terputus.
Hampir setiap hari mereka bertemu, hanya untuk sekedar makan siang bersama atau sekedar mendatangi tempat yang dulu sering mereka gunakan untuk menghabiskan waktu berdua.
Seperti hari itu,saat Fattan mengajak Shazna datang ke sebuah taman bermain. Dulu ia sering ke sana untuk menghabiskan waktu berdua, atau pernah sesekali saat jam kosong untuk bolos sekolah.
Cerita indah mereka yang telah terkubur dengan sebuah masa bernama masa lalu . Dan kini keduanya seperti sedang menggali masa itu, untuk mengingatkan pada hati bahwa pernah ada kisah indah yang mungkin kini terkubur dalam sebuah kenangan.
Fattan turun dari dalam mobil, membukakan pintu untuk sang wanita. Saat telah turun dari dalam mobil,dua pasang bola mata itu tertuju pada satu tempat yang sama. Taman hiburan di hadapannya, seulas senyum tergambar di bibir lelaki yang kali ini tampil kece dengan kaos flanel kotak-kotak hitam putih tanpa dikancingkan , sebuah kaos polos berwarna hitam terlihat sebagai dalaman. Celana jeans berwarna biru tua dengan gaya anak mudanya dengan sobekan di lutut. Sepatu sneaker berwarna putih menunjang penampilan lelaki yang kini menata rambutnya dengan gaya acak-acakan. Jangan kira akan mengurangi ketampanan seorang Fattan, karena nyatanya justru meningkatkan daya pesona lelaki itu.
Bahkan Shazna beberapa kali mencuri pandang lelaki di sampingnya, karena mengingatkan pada Fattan nya beberapa tahun lalu. Shazna pun hari itu tampil santai dengan atasan rajut pendek berwarna coklat muda di padu jeans panjang hitam serta flatshoes berwarna senada dengan celananya. Rambutnya diikat ekor kuda dengan polesan make up tipis menghiasi wajah cantik yang memancarkan aura bercahaya di wajahnya. Setidaknya itu yang terlihat di mata Fattan Ghifari.
'' Ternyata sudah banyak yang berubah,'' ucap Fattan yang masih bersandar di badan mobil dengan tatapan tertuju pada taman bermain di hadapannya. Shazna menarik sudut bibirnya, wanita yang berdiri sambil bersedekap itu juga masih menatap objek yang sama.
'' Sudah puluhan tahun, memang sudah seharusnya berubah. Tidak mungkin bertambahnya waktu dan tekhnologi tapi tak ada perubahan,'' sahut Shazna. Fattan tersenyum sembari menoleh ke arah wanita yang menatap lurus ke depan.
__ADS_1
'' Mungkin hanya hatiku yang tidak mau berubah. Memilih untuk bertahan pada cinta yang sama,tidak perduli berapa banyak waktu yang telah berlalu,'' ucap Fattan, Shazna menoleh, tersenyum hambar kemudian menghela nafas dalam.
'' Karena kamu yang tak membiarkan hatimu untuk keluar dari cangkang bernama kenangan,'' ujar Shazna, keduanya saling bertatapan. Fattan masih dengan senyum lembut, sedang Shazna dengan tatapan tajamnya.
'' Karena hatiku yang memilih untuk tetap tinggal di dalam sana,'' jawab lelaki itu dengan nada lembut. Shazna memutuskan tatapan mata mereka. Ada getar yang membuatnya dirinya merasa canggung menatap wajah lelaki tersebut.
'' Terserah kau saja,'' hanya itu yang terucap dari bibir Shazna sebelum akhirnya berjalan meninggalkan Fattan. Fattan menyusul langkah Shazna dengan seulas senyum yang tak luntur dari bibir lelaki itu. Saat tiba di samping Shazna, Fattan meraih telapak tangan sang wanita, membawanya dalam genggaman. Sesaat Shazna tertegun namun sedetik kemudian ia berusaha biasa saja.
Saling bergandengan tangan bak ABG kasmaran, sepasang anak manusia itu masuk ke dalam area taman bermain.
'' Roller coaster,'' jawab Shazna sembari menoleh ke arah Fattan, dengan senyum menantang tergambar di wajahnya. Wanita itu masih ingat betapa keras teriakan Fattan dulu saat di ajaknya menaiki wahana tersebut.
Dan kini Fattan hanya bisa memutar bola mata, seraya menghela nafas , pasrah.
'' Oke, ayo,'' jawab Fattan meski jujur ia masih belum siap, apalagi dengan kemajuan teknologi yang pasti roller coaster yang sekarang jauh berbeda dengan yang pernah ia naiki dahulu.
__ADS_1
Fattan membeli tiket masuk wahana roller coaster, Shazna menunggu dengan pandangan mengelilingi area taman yang cukup ramai siang itu. Banyak yang datang bersama pasangan, teman atau keluarga. Dan gambaran kebahagiaan terlihat jelas di wajah-wajah sumringah itu.
Otak Shazna seakan menggali kisah lalu, dimana ia dulu pernah mengukir banyak kisah di sana.
'' Yuk !," suara Fattan menyadarkan Shazna dari lamunan, wanita itu menoleh asal suara. Di dapatinnya Fattan tersenyum sembari menunjukkan dua tiket untuk menaiki wahana roller coaster. Shazna mengangguk dan mendahului langkah Fattan.
Di mulai dari wahana roller coaster, keduanya memulai petualangan hari itu. Bernostalgia tentang cerita masa lalu mereka,dan kini kembali membuat kisah yang semakin mendekatkan hati keduanya.
Hari sudah petang saat keduanya keluar dari taman bermain. Wajah mereka menggambarkan rasa bahagia yang terpancar dari sorot mata keduanya. Langkah ringan dengan tangan saling bertaut saat langkah sejajar mereka meninggalkan tempat mereka menghabiskan hari.
Namun raut wajah Fattan berubah saat mereka telah masuk ke dalam mobil. Setelah lelaki itu membuka pesan di ponselnya. Keduanya telah duduk di kursi masing-masing, namun Fattan belum juga menyalakan mesin mobil. Lelaki itu berkali-kali menghela nafas panjang.
'' Kenapa ?,'' Shazna tak tahan untuk tidak bertanya. Fattan menjatuhkan punggungnya untuk bersandar, tatapan matanya lurus ke depan. Menatap hari yang mulai berselimut gelap.
'' Keberangkatan ku di percepat besok pagi,'' lirih Fattan, lelaki itu baru saja mendapatkan kabar dari rumah sakit bahwa keberangkatannya di percepat,besok pagi .
__ADS_1
Shazna menggigit bibirnya sendiri, mata wanita itu berkaca-kaca. Rasanya seperti ada yang mengganjal di hatinya saat kepergian lelaki di sampingnya di percepat secara tiba-tiba.