Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Hanya ingin Bersamamu


__ADS_3

Shazna masih tertunduk, entah kenapa rasa sesak itu menyapa hatinya. Berkali-kali ia menyangkal tentang sisa rasa yang masih ada. Nyatanya saat lelaki di sampingnya segera meninggalkan dirinya ada sesak yang tak bisa ia ungkap dengan kata.


Fattan menatap Shazna yang tertunduk di sampingnya. Di beranikan dirinya meraih telapak tangan Shazna yang berada di atas pangkuan. Seketika wanita itu menoleh, menatap Fattan yang menggenggam lembut telapak tangannya.


'' Mungkin akan terdengar sangat egois, kalau aku meminta kamu untuk menunggu. Tapi sejujurnya aku ingin saat aku kembali nanti kamu masih Shazna yang sama seperti hari ini. Dan memakai cincin yang ku berikan padamu,'' tutur Fattan, Shazna menghirup nafas dalam. Menenangkan gemuruh resah dalam jiwanya.


'' Aku tidak berani menjanjikan apapun,tapi ku harap kita tidak lagi saling mengecewakan,'' ujar Shazna. Fattan tersenyum tipis, kedua pasang bola mata itu saking tatap. Menyelami rasa lewat sorot mata. Taj bisa di pungkiri, jika getar itu masih jelas terasa.


Fattan membelai lembut pipi Shazna,turun hingga dagu. Tatapan matanya tertuju pada bibir merona milik sang wanita. Perlahan Fattan semakin mendekati wajah Shazna yang terhipnotis pesona Fattan yang membuat debar jantungnya berdetak berirama dengan kencang.


Jarak wajah mereka semakin menipis, reflek Shazna memejamkan mata. Membuat Fattan percaya diri, tak ada penolakan dari Shazna. Fattan menempelkan bibirnya pada bibir Shazna, awalnya hanya sekedar menempel. Namun merasa, Shazna pun menerima, lelaki itu mulai mengecap kan bibirnya.


Keduanya sama-sama terpejam, menikmati sensasi ciuman yang seakan mengulang tentang ciuman pertama mereka. Dada Fattan seakan hendak meledak, gemuruh debaran jantungnya terdengar jelas. Ia tak pernah melupakan rasa ini,rasa manis dari bibir wanita satu-satunya yang mengisi seluruh hatinya.

__ADS_1


Cukup lama keduanya tenggelam pada rasa yang memabukkan. Bagi Shazna , Fattan bukanlah satu-satunya. Namun ternyata dialah yang mampu menerbangkan angannya. Hanya dengan sebuah ciuman, ia telah di buat lupa daratan. Inikah cinta yang sesungguhnya ?, terbersit pertanyaan saat ia merasa bahwa ia terlalu mudah terbawa rasa oleh lelaki itu.


Saat nafas keduanya sama-sama tersengal, mereka melepaskan ciuman panas itu. Fattan mengusap bibir basah Shazna dengan ibu jarinya. Shazna hanya bisa menunduk, menyembunyikan raut wajahnya yang memerah. Fattan tersenyum lega, ia merasa telah menemukan jawaban atas pertanyaan yang selalu bersemayam di dadanya. Pertanyaan tentang perasaan Shazna pada dirinya. Dan kini ia meyakini masih ada sisa rasa itu.


'' Aku akan segera kembali,dan menjadikan kamu nyonya Ghifari. Tak akan lama,tunggu aku. Maaf aku harus egois,tapi aku tak akan pernah bisa melepas kamu lagi,'' ucap Fattan sembari membawa wajah tertunduk Shazna untuk menatap dirinya. Shazna mengambil telapak tangan Fattan yang berada di pipinya, menggenggam dengan lembut telapak tangan itu.


'' Cepat kembali,aku akan menunggu mu,'' sahut Shazna yang kemudian mengecup telapak tangan Fattan. Lelaki itu tampak terharu,ia menarik tubuh Shazna masuk ke dalam dekapannya.


'' I love you Shazna Rivania, tunggu aku,''bisik Fattan di telinga Shazna. Shazna hanya mengangguk sebagai jawaban. Cukup lama keduanya tenggelam dalam hangatnya dekapan.


'' Tidak ada tempat yang ingin kamu datangi lagi ?," tanya Shazna.


'' Banyak,tapi waktu kita yang terlalu sedikit,'' jawab Fattan yang merasa tak memiliki banyak waktu lagi bersama Shazna.

__ADS_1


Mereka baru saja, menjalani semua tanpa beban masa lalu. Dan di saat ia mulai merasa ada penerimaan dari Shazna justru ia harus meninggalkan wanita itu.


'' Oke, untuk malam ini. Sebelum besok pagi kamu berangkat. Datangi tempat yang ingin kamu datangi bersamaku,aku akan bilang ke ayah,''ucap Shazna yang sesungguhnya ia pun masih berat untuk berpisah dengan lelaki itu. Namun gengsi untuk mengakuinya.


'' Aku saja yang bilang ke ayah,'' sela Fattan sembari mengambil ponsel miliknya dan menekan nomor yang terhubung dengan ayah Shazna.


Setelah mendapat ijin dari ayah, Fattan meninggalkan area parkir taman bermain. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Beberapa kali lelaki itu melirik wanita di sampingnya. Tampak Shazna duduk diam dengan tatapan lurus ke depan.


Fattan menggenggam tangan Shazna, wanita itu hanya menoleh sekilas. Selanjutnya hening menemani perjalanan mereka. Kecamuk rasa , campur aduk di benak keduanya. Hingga tak ada kata yang mampu terucap dari mulut mereka. Keduanya sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Sampai di sebuah mall terbesar di kota mereka. Fattan turun dari dalam mobil, membukakan pintu untuk wanitanya, menyambut Shazna dengan ukuran tangannya. Shazna tersenyum tipis,ia mulai terbiasa kembali dengan perlakuan manis Fattan. Diraihnya tangan lelaki itu, hingga keduanya berjalan beriringan dengan tangan saling menggenggam. Dari mereka memasuki area mall hingga berjalan di dalamnya, tangan mereka tak sekalipun saling melepaskan.


'' Kita makan malam dulu,'' ujar Fattan saat mereka sampai di depan sebuah restoran yang membuat Shazna tersenyum tipis saat menyadari restoran apa yang di tuju Fattan. Keduanya saling bertatapan sebelum memasuki restoran seafood tersebut.

__ADS_1


'' Gak lupa dompet kan ?,'' tanya Shazna yang di sambut tawa kecil Fattan. Di dalam restoran itu, tersimpan sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan oleh sepasang anak manusia itu.


__ADS_2