Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Mengalah


__ADS_3

" Sayang, reservasi restoran buat makan siang ya. Aku pingin makan siang di luar bareng kamu, love you '' tulis Brandon pada pesan yang di kirimkan pada sang kekasih yang juga menjabat sebagai sekertaris itu. Shazna tersenyum tipis membaca pesan kekasihnya.


Tanpa membalas pesan dari Brandon wanita itu menjalankan titah Brandon. Lelaki itu kini sedang berada di luar kantor. Menghadiri rapat bersama asistennya,di perusahaan rekanan.


Shazna kembali mengecek dokumen yang hendak ia serahkan pada Brandon. Tak terasa waktu makan siang pun tiba. Suara langkah sepatu, membuat Shazna mengangkat kepala. Awalnya senyum yang terkembang di bibir wanita itu, namun surut saat melihat siapa yang datang.


'' Siang Mbak Shazna !,'' sapa ceria gadis muda yang kini berdiri di depan meja kerjanya.


" Siang nona Kellie,ada yang bisa saya bantu ?," tanya Shazna berusaha ramah pada gadis itu.


'' Om Brandon nya ada gak ?,''tanya Kellie antusias. Shazna tersenyum kecut.


'' Pak Brandon nya sedang rapat di luar, sebentar lagi mungkin kembali,'' ucap Shazna memberi informasi. Gadis itu tersenyum semakin lebar.


'' Oke,aku tunggu di ruangannya saja,'' ucap Kellie seraya berlalu meninggalkan Shazna yang terpaku menatap punggung gadis itu yang menghilang di balik pintu ruangan Brandon.


Shazna menatap nanar pintu yang telah tertutup rapat itu. Ia menjatuhkan tubuhnya duduk di kursi kerjanya. Wanita itu menghela nafas panjang, mencoba menenangkan gejolak hatinya.


" Sayang,''sapa riang lelaki yang bahkan tak ia sadari kedatangannya. Shazna mengangkat wajahnya dan mendapati sang kekasih yang tersenyum lebar berdiri di depan meja kerjanya.


'' Udah kamu reservasi kan ,buat makan siang kita ?,''tanya Brandon dengan tangan hendak mengusap pipi mulus sang wanita. Namun secepat kilat wanita itu menahan gerak tangan Brandon.


'' Why ?,'' tanya Brandon yang tak terima dengan penolakan wanitanya. Shazna menilik ruangan Brandon, untung Kellie duduk membelakangi mereka.


'' Ada calon istri kamu,'' sahut Shazna dingin seraya melepaskan tangan Brandon. Lelaki di hadapannya mengernyit.

__ADS_1


'' Calon istriku ya kamu ,Sayang,'' sahut Brandon sembari mengusap lembut kepala Shazna.


'' Saya sedang tidak bercanda, bapak Brandon,'' ucap Shazna dengan tatapan tajam tertuju pada lelakinya. Melihat tatapan sang kekasih, Brandon menegakkan badan dan menoleh ke arah ruangannya. Tampak dari balik dinding kaca, duduk seorang wanita yang membelakangi ia dan Shazna. Lelaki itu meraup kasar wajahnya. Kemudian menatap sendu Shazna yang memilih memalingkan wajah.


" Aku ke dalam dulu,kamu tunggu di sini. Kita makan siang di luar seperti rencana tadi,'' ucap Brandon dengan wajah serius. Shazna tak menyahut,ia hanya mengiringi kepergian kekasihnya dengan tatapan sendu. Wanita itu memijit pelipisnya. Rasa dadanya ingin meledak saja.


Ting


Notifikasi pesan masuk di ponsel Shazna, wanita itu meraih dengan sebelah tangannya.


My Fiance


'' Sayang,maaf aku harus makan siang dengan Kellie,dia di utus Mama ke sini. Tunggu aku, nanti malam kita dinner'' tulis Brandon dalam pesannya membuat Shazna tersenyum getir dengan tetes air mata tumpah tanpa permisi.


Wanita itu cepat-cepat menghapus air matanya, meraih tas miliknya dan pergi dari ruang kerjanya. Ia tak berniat membalas pesan dari Brandon . Juga tak ingin melihat lelaki itu berjalan dengan wanita lain di depan matanya.


'' Shaz, tunggu,'' Gracia tampak mengejar dengan setengah berlari. Lift yang hendak tertutup,di tahan oleh Shazna.


Namun karena menunggu sang sahabat,kini ia harus di suguhkan pemandangan yang menyakitkan mata dan hatinya.


'' Kok,'' ucap Gracia yang sekilas melihat Brandon berjalan dengan seorang gadis menggelayut manja di lengannya.


'' Are you oke beib ?,'' tanya Gracia sembari menatap iba sahabatnya yang berdiri tegak, bahkan tak menoleh ke arah dirinya. Di lihatnya sudut bibir sang sahabat tertarik.


'' Entahlah,'' sahut Shazna. Gracia mendekatkan dirinya pada sang sahabat.

__ADS_1


'' Brandon selingkuh ?," tanya Gracia lirih, Shazna menggelengkan kepalanya.


'' Terus cewek tadi ?,'' sambung Gracia dengan tatapan lekat pada sahabatnya itu .


'' Seseorang yang memang seharusnya di samping dia,'' jawab Shazna dengan getir uang mengungkung hatinya.


'' Maksud kamu ?,'' Gracia masih terus bertanya pada Shazna. Shazna menoleh pada sang sahabat yang sedang dilanda penasaran akut.


'' Wanita yang di persiapkan ibunya untuk menjadi pendamping Brandon,'' jawab Shazna bersamaan dengan denting lift yang terbuka. Kini mereka sudah di lantai dasar. Gracia masih menyimpan banyak pertanyaan. Namun gelengan kepala Shazna menandakan ia harus berhenti bertanya. Wanita itu mengekor langkah Shazna yang berjalan ke luar area kantor.


'' Mbak Shazna !," seru pak satpam yang membuat Shazna menoleh ke arah suara.


'' Ya Pak ,ada apa ?,'' tanya Shazna sambil berjalan mendekati pos satpam.


'' Ini Mbak ada titipan,'' ucap Pak satpam sembari mengulurkan paper bag. Shazna membuka untuk menilik apa yang ada di dalamnya. Sebuah lunch box di dalamnya.


'' Dari siapa Pak ?,'' tanya Shazna.


'' Dari lelaki yang berada dalam mobil itu Mbak,'' ujar pak satpam sambil menunjuk seberang jalan. Dimana sebuah mobil terparkir di sana. Shazna dan Gracia menoleh bersamaan ke arah yang di tuju.


Lambaian tangan dari lelaki yang membuka kaca pintu mobilnya membuat Shazna tersenyum tipis. Ia mengangkat tangannya yang menenteng paper bag berisi makanan itu dengan sebuah anggukan kecil sebagai ucapan terima kasih.


'' Siapa ?,'' tanya Gracia penasaran, pasalnya ia tak pernah melihat lelaki dalam mobil itu.


'' Mantan ,'' sahut Shazna santai sambil berlalu dari sana dan mengucapkan terima kasih pada satpam yang dititipi lunch box dari Fattan. Gracia sukses di buat terperangah oleh pengakuan sahabatnya.

__ADS_1


'' Skandal ini,'' gumam Gracia.


__ADS_2