Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Bimbang


__ADS_3

Sekilas cahaya matahari memasuki kamar tidur Shazna melewati celah tirai yang tersingkap. Wanita itu tampak mengerjapkan mata. Terbangun dari tidurnya dan saat matanya terbuka ia menatap jam dinding. Wanita itu menarik ujung bibirnya, hampir jam delapan pagi dan ia baru terbangun.


Semalam ia pulang cukup larut, setelah gagal menghabiskan waktu di club, Shazna berkendara tak tentu arah. Ia tak menyangka Fattan masih setia mengikuti dirinya. Sampai ia menyasar di jalanan sepi, Fattan menghadangnya agar Shazna tidak terus melaju.


Berakhir keduanya duduk di atas kap mobil menikmati pendar cahaya bintang. Berbalut kegelapan malam, Shazna mencurahkan segala resah hatinya. Pelarian malam itu membuatnya berakhir di pelukan sang mantan. Menangis, meratapi kisah cintanya yang tak pernah berakhir indah.


Kini ia wanita itu hanya bisa menggelengkan kepala, mengingat malam tadi yang ia habiskan bersama Fattan. Lelaki itu setia menemani dirinya hingga ia tenang dan memutuskan untuk kembali pulang. Pukul dua dini hari, Shazna kembali diiringi Fattan di belakangnya. Ia harus berterima kasih dengan lelaki itu. Karena telah menemani dan menjadi pendengar yang baik untuknya.


Shazna bangkit dari tempat tidur, hari ini ia tak ingin berangkat kerja. Ia sedang tak ingin bertemu dengan Brandon. Entah kenapa ia memiliki firasat jika semalam Brandon menggagalkan janji dengan dirinya untuk menemui gadis yang katanya calon istrinya itu.


Shazna mendengar percakapan di luar kamar. Tidak terlalu jelas, ia berpikir itu suara sang ayah bersama perawatnya. Wanita yang masih mengenakan piyama lengan pendek itu keluar dengan rambut yang di cepol asal.


'' Yah,'' panggil Shazna yang ternyata tak menemukan sang Ayah di dalam rumah.


'' Di sini nak,'' sahut Ayah yang ternyata ada di teras samping. Shazna berjalan ke arah asal suara.

__ADS_1


Langkah wanita itu terhenti saat melihat siapa yang sedang bersama dengan sang Ayah.


'' Ada tamu rupanya,''ucao dingin Shazna yang kemudian berbalik arah tanpa menyapa. Lelaki yang tak lain adalah Brandon berdiri dari duduknya. Menganggukkan kepala pada Ayah tanda ia meminta ijin untuk mengejar anak gadis lelaki itu. Ayah mengangguk sebagai jawaban.


'' Shaz,tunggu !," ucap Brandon yang mengejar langkah wanita yang telah sampai ruang tengah. Shazna tak menghiraukan,ia terus melangkah masuk. Brandon berlari kecil dan menangkap pergelangan tangan sang wanita.


'' Aku minta maaf untuk yang semalam. Aku bisa jelasin Shaz ,'' ucap Brandon, Shazna berbalik menatap dingin lelaki di hadapannya.


'' Jujur kamu kemana semalam ?,hal penting apa yang membuat kamu menggagalkan janji kamu sendiri ?,'' tanya Shazna dengan tatapan tajam, seakan menghunus lelaki berpakaian rapi itu.


'' Kellie Bramantyo kan ?,''tanya Shazna dengan tenggorokan tercekat. Ia sebenarnya berharap bukan itu. Ia terlalu takut kecewa pada pemikirannya sendiri. Namun raut wajah Brandon yang berubah gusar seakan mengamini apa yang di tanyakan wanita itu. Shazna tertawa getir seraya melepaskan genggaman tangan Brandon.


Wanita itu memilih duduk dengan tatapan nanar. Brandon menyusul ikut duduk di samping sang wanita.


'' Aku tahu,ada sekat yang tidak bisa robohkan bersama. Tapi setidaknya jangan jadi egois mas. Lepaskan jika kamu merasa tak visa lagi mempertahankan,''ucap Shazna tanpa menoleh Brandon.

__ADS_1


Brandon menarik nafas panjang, kemudian meraih tangan sang kekasih. Membawa keduanya duduk saking berhadapan.


'' Ada hal yang jujur saja sulit untuk aku putuskan. Tapi aku butuh kamu sayang, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku,'' tutur Brandon dengan wajah sendu.


'' Hutang apa yang harus kamu bayar pada keluarga Bramantyo ?,'' tanya Shazna yang merasa ada sesuatu di balik perjodohan mereka.


'' Hutang nyawa,'' ucap Brandon getir, lelaki itu melepaskan genggaman tangannya. Memalingkan wajah dari tatapan sang kekasih. Shazna tak berucap apapun. Namun wanita itu seolah menunggu kelanjutan kisah dari lelaki yang kini menunduk menatap permukaan lantai.


'' Saat aku lahir mengidap penyakit jantung bawaan. Aku bisa bertahan hingga remaja. Namun saat remaja saat paling kritis jantungku. Satu-satunya cara aku bertahan adalah dengan transpalasi jantung. Dan saat itu entah kebetulan atau memang rencana Tuhan. Saat aku sedang membutuhkan jantung,ada sebuah kecelakaan yang melibatkan keluarga Bramantyo. Anak sulung keluarga tersebut meninggal setelah beberapa hari dirawat. Fan sebelum meninggal dia mengijinkan jantungnya untuk didonorkan. Dan sampai saat ini jantungnya lah yang berada di tubuhku,'' terang Brandon yang membuat Shazna tercekat.


'' Aku tidak bisa menolak perjodohan ini,demi sebuah hutang yang tidak mungkin bisa aku bayar. Tapi aku juga tidak bisa kehilangan kaku Sayang,'' lanjut Brandon seraya meraih menatap Shazna dengan mata berkaca-kaca. Shazna membeku di tempat . Ia di buat tak bisa berkata-kata dengan kenyataan yang harus di hadapi sang kekasih.


Brandon meraih tubuh Shazna dan membawanya dalam pelukan.


'' Alu butuh kamu sayang,'' lirih Brandon, Shazna masih terpaku, jujur hatinya kini bimbang. Mungkinkah ia harus bertahan ?.Atau melepaskan Brandon. Namun melihat lelaki itu yang tampak sedang lemah rasanya ia tidak tega untuk meninggalkannya. Ia tahu Brandon pun sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2