Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Club Malam


__ADS_3

Brandon tampak menghentikan laju mobilnya di sebuah bangunan yang tampak sepi dari luar. Namun dari banyaknya kendaraan yang terparkir di sana. Bisa di pastikan ramai di dalam sana. Brandon turun dari mobil, menatap sekeliling kemudian melangkah kearah pintu masuk. Melewati dua lelaki bertubuh kekar yang berada di dua sisi pintu.


Saat pintu terbuka,hingar bingar suara musik menghentak. Ruang temaram dengan lampu berkelap-kelip memusingkan kepala. Membuat Brandon beberapa kali mengerjap untuk menyesuaikan penglihatannya. Lelaki itu melangkah masuk lebih dalam. Matanya di sambut wanita-wanita seksi berpakaian mini.


Terlihat beberapa orang duduk berpasangan, mengumbar kemesraan tanpa perduli sekeliling. Wanita-wanita genit tampak menatap menggoda saat ia melewati mereka. Tapi Brandon seakan tak memperdulikan sekitarnya. Ia hanya ingin sedikit melupakan sejenak keruwetan otaknya dengan meneguk beberapa gelas minuman yang bisa membuatnya lupa akan masalahnya, meski untuk sesaat.


Brandon duduk di kursi yang tak jauh dari bartender berada. Lelaki itu memesan minuman yang mengandung cukup banyak alkohol. Sedikit menggila itulah yang ingin lelaki itu lakukan. saat ini.


Mungkin juga sama halnya lelaki yang tampak sudah setengah sadar di sampingnya. Meracau tak jelas dengan kepala yang sudah tergeletak di atas meja. Brandon hanya tersenyum kecut melihat pemandangan yang mungkin sebentar lagi juga akan terjadi pada dirinya.


Segelas, dua gelas dan berlanjut dengan gelas-gelas minuman lain. Membuat kesadaran Brandon semakin menipis. Tapi saat beberapa wanita malam mendekati dirinya. Ia masih cukup sadar untuk menepis tangan nakal mereka.


'' Shazna ,'' sebuah nama yang keluar bukan dari mulut Brandon tapi dari lelaki yang telah tergeletak di sampingnya. Brandon memicingkan mata mendengar nama sang kekasih di sebut lelaki lain.


'' Shazna,aku masih cinta sama kamu Shaz,'' racau lelaki itu, membuat Brandon yang sudah mulai mabuk panas mendengarnya. Brandon menepuk pundak lelaki yang membelakangi dirinya.

__ADS_1


Lelaki yang ternyata Fattan itu menoleh. Kemudian lelaki itu tampak menyeringai saat melihat wajah Brandon.


'' Kamu,heh kamu tunangan Shazna kan ?. Aku kasih tau kamu ya , kalau kamu gak bisa bahagiain dia, lepasin Shazna,'' ucap Fattan dengan suara tak jelas.


Brandon menajamkan penglihatannya, berusaha mengenali lelaki yang kini tertawa sendiri seraya berbicara tak jelas. Namun Brandon tetap tak mengenali lelaki yang mulai berusaha menegakkan tubuhnya dan menunjukkan wajah Brandon dengan jarinya.


"Kamu, tinggalkan Shazna, karena kamu hanya bisa membuat dia menangis," ucap Fattan dengan jari telunjuk di depan wajah Brandon. Brandon yang merasa tak terima menepis tangan Fattan dengan kasar.


" Siapa kamu ?, Apa hubungan kamu dengan Shazna ?," tanya Brandon dengan wajah di penuhi emosi. Alkohol sudah mulai mempengaruhi akalnya. Meski lelaki itu belum mabuk parah seperti Fattan, namun akalnya tak lagi waras.


" Kenalkan aku Fattan,cinta pertama Shazna. Dan aku yakin bakal jadi cinta terakhirnya," sahut Fattan dengan racauan karena kesadaran yang semakin menipis.


Brandon berdiri dan menarik kerah baju yang di kenakan Fattan.


" Kamu hanya masa lalu Shazna dan akan seperti itu selamanya," gertak Brandon yang kini menarik Fattan berdiri. Dua lelaki itu mulai menarik perhatian pengunjung lain. Brandon yang sudah di kuasai emosi, mendaratkan sebuah pukulan di wajah Fattan.

__ADS_1


Fattan yang terhuyung,tertawa sumbang seraya mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya.


" Kamu gak pantes buat Shazna," teriak Fattan sembari maju dan menyerang Brandon. Dua lelaki dalam pengaruh alkohol itu terlibat pertarungan sengit.


Menjadi tontonan pengunjung di sana. Tak berapa lama masuk keamanan yang melerai keduanya. Namun keadaan mereka yang sudah mabuk cukup sulit untuk di lerai. Sampai keduanya sama-sama terkapar di atas lantai dengan bekas memar di wajah dua lelaki tampan itu.


Keduanya di seret ke sudut ruangan. Dimana ada set sofa yang di sana. Dua lelaki itu terkapar di sana dengan tubuh lunglai. Salah satu keamanan mengambil ponsel milik Brandon. Untung ponselnya tak menggunakan sandi hanya menggunakan pengenal wajah.


Seorang keamanan lain mencari ponsel Fattan dan ternyata lelaki itu tak membawa ponsel di sakunya. Sementara seorang yang satunya sudah berbicara dengan seseorang di seberang sana.


" Maaf dengan istri Pak Brandon ?," tanya lelaki kekar itu sambil membaca identitas Brandon di KTP yang di ambil dari dalam dompet milik Brandon.


" Tapi di sini tertulis nama " Istri",saya pikir Anda istrinya," terang lelaki berambut cepak dengan wajah garang.


" Oh, kalau begitu tolong jemput tunangan anda karena membuat keributan diclub ... ," lelaki itu menyebutkan nama sebuah club malam yang cukup terkenal di kota tersebut.

__ADS_1


Setelahnya tampak ia mematikan sambungan panggilan, setelah mendapat kepastian dari seseorang yang dihubunginya . Dan dua lelaki berotot itu kembali ke tempat mereka berjaga, meninggalkan dua lelaki yang kini hanya bisa meracau tak jelas dengan tubuh terkapar di atas sofa.


Dua lelaki yang datang ke club malam demi melupakan sejenak kerisauan hati mereka. Namun justru berakhir dengan terkapar tak berdaya dengan luka di wajah keduanya. Bukan permasalahan yang terselesaikan namun sebuah masalah baru yang mereka ciptakan. Dua lelaki dewasa itu nyatanya berubah kekanakan karena pengaruh alkohol.


__ADS_2