Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Bertahan atau Melepaskan


__ADS_3

Brandon keluar dari kantor tempat jam pulang kerja bersama dengan sang kekasih. Keduanya berpisah di tempat parkir kantor. Ia nanti malam akan menjemput sang kekasih untuk dinner bersama. Sepanjang perjalanan ke apartemen Brandon tampak begitu ceria. Lelaki itu berkali-kali menatap kotak berwarna biru yang ia letakkan di dasbor mobil.


Sampai di apartemen Brandon, memasuki lobby dengan wajah sumringah. Semua orang yang berpapasan pasti tahu lelaki itu sedang dalam suasana hati yang bahagia. Dengan siulan kecil Brandon memasuki lift. Kebetulan ia hanya sendiri di sana. Lelaki itu berdiri tegak dengan dua tangan berada dalam saku. Rasanya ia tak sabar untuk menunggu waktu malam.


Keluar dari lift,ia menuju unit miliknya, ditekannya sandi pintu masuk unit apartemen miliknya. Saat pintu terbuka, lelaki itu mengernyit ketika mendapati seseorang duduk di sofa ruang tamunya.


'' Mama,'' ucap Brandon yang melihat sang Mama duduk di sofa . Wanita itu menoleh ke arah pintu menyambut kedatangan anaknya dengan tatapan dingin.


'' Ada apa Ma,kok tumben datang gak ngabarin Brandon ?,'' tanya sang putra yang kini sudah duduk di single sofa di hadapan Mama.


'' Brandon, Mama sudah bilang kan sama kamu , tinggalkan sekertaris kamu itu. Kenapa kamu masih saja berhubungan dengan wanita itu ?,'' tanpa basa-basi Mama menyatakan maksud kedatangannya.


'' Ma, kasih Brandon waktu untuk menyelesaikan urusan Brandon dengan Shazna. Ini gak mudah untuk kita berdua. Mama harus paham, Brandon mencintai Shazna. Dan untuk menerima Kellie gak semudah itu Ma,'' tutur Brandon berusaha mengatur nada suaranya agar tak terdengar kasar.


Mama menghela nafas, rasanya ia sudah cukup bersabar dengan hubungan anaknya dengan sekretaris itu. Tapi ternyata segala larangannya tak diindahkan oleh sang putra.


'' Mama kasih kamu waktu untuk memutuskan hubungan dengan wanita itu. Kamu harus fokus dengan Kellie. Mama yakin seiring berjalannya waktu kalian akan saling mencintai. Mama masih percaya cinta bisa tumbuh karena terbiasa,'' tutur wanita yang selalu tampak anggun di setiap kesempatan.


Brandon menelan ludah kasar. Ia tahu perangai sang ibu yang tidak bisa di lawan. Wanita itu pasti akan melakukan segala cara untuk memisahkan dirinya dengan Shazna . Ia harus mencari cara untuk melindungi wanitanya.


'' Iya Ma, Brandon akan menuruti keinginan Mama,'' pungkas lelaki itu.

__ADS_1


''Bagus, segera kamu bersiap. Malam ini kita makan malam di kediaman Bramantyo sekalian akan membicarakan tentang pertunangan kalian,'' sambung sang Ibu yang membuat Brandon terperangah.


'' Kok mendadak gitu Ma ?, Brandon udah ada janji malam ini ,''ucap Brandon. Ucapan Brandon tidak diindahkan sang ibu, wanita itu bangkit dari duduknya. Melangkah meninggalkan ruang tamu seraya berucap '' Mama tidak mau tahu, batalkan janji kamu. Mama tunggu di rumah.''


Setelahnya, Brandon tak bisa lagi menyahut karena sang Ibu yang telah menghilang di balik pintu.


'' Shittt !!!,'' umpat Brandon sembari menjatuhkan diri di sandaran kursi. Ia melepaskan kacamatanya dan memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut.


Brandon mengambil ponsel di dalam clutch bag miliknya. Ia harus membatalkan janji dengan Shazna. Lelaki itu men dial nomer sang kekasih,tapi panggilan tak tersambung. Ia mencoba memanggil lewat telepon biasa. Dan jawaban dari operator yang di dapat lelaki itu.


'' Siall,'' geram Brandon sembari melempar ponsel miliknya di atas meja. Dengan malas Brandon beranjak dari sofa, berjalan lunglai menunju kamar.


Sampai di dalam kamar Brandon membuka seluruh pakaiannya dan membalut tubuh dengan handuk sebatas pinggang. Ia masuk ke kamar mandi, mengguyur tubuh untuk mendinginkan otak otaknya yang terasa panas.


Wanita yang kini berbalut kimono itu meraih sebuah gaun malam cantik yang di hadiahkan Brandon untuknya. Gaun mahal yang belum pernah ia gunakan. Gaun berwarna hitam dengan bagian bahu yang terbuka namun menjuntai panjang hingga terseret ke lantai. Shazna tersenyum getir melihat gaun yang masih berada di tangannya.


Shazna duduk di depan meja rias, menatap wajahnya sendiri dalam pantulan cermin. Ia mengambil peralatan make up miliknya. Mulai memoles wajahnya dengan sapuan makeup tipis. Selesai dengan wajahnya,ia melepas kimono dan mengganti dengan gaun yang telah ia persiapkan.


Cantik,satu kata yang mendeskripsikan wanita itu. Shazna tersenyum melihat pantulan dirinya. Ia mengambil anting panjang dan di pakainya. Kemudian wanita itu merapikan rambutnya yang bergelombang dibiarkannya tergerai. Hanya sebuah jepit kecil yang sematkan di atas telinga.


Shazna mengambil sepasang high heels cantik yang tampak berkilau. Sepatu yang terlihat berkelas dan mahal, ia memakainya untuk menunjang penampilan sempurnanya malam ini. Shazna menoleh pada jam dinding. Lima belas menit lagi, Brandon akan menjemputnya.

__ADS_1


Kembali wanita itu berdiri di depan cermin. Memastikan penampilannya tidak akan mengecewakan sang kekasih. Ia tersenyum tipis, melihat betapa mahal penampilannya malam ini. Mungkin jika ia bisa selalu berpenampilan mahal seperti ini setiap hari ibu dari sang kekasih tak akan menolaknya. Karena bisa di pastikan hanya orang-orang berkantong tebal yang bisa memakai pakaian semahal ini setiap hari.


Ah,tapi siapakah ia ?,ia tak lebih dari seorang sekertaris yamg gajinya sebulan pun hanya cukup untuk membeli gaun yang di pakainya. Shazna menghela nafas, mencoba menepikan sesaat tentang resah hatinya. Ia benar-benar sedang merasa dilema. Antara bertahan atau melepaskan sang kekasih.


Shazna beranjak dari depan cermin, mengambil tas tangan. Dan pergi keluar kamar. Di ruang tengah Ayah masih menonton televisi di temani perawat yang di mintanya untuk tidak pulang malam ini.


'' Ayah belum tidur ?,'' tanya Shazna, biasanya lelaki itu tidur dengan cepat.


'' Ayah ingin bertemu calon mantu Ayah dulu,'' ucap Ayah dengan senyum di bibir lelaki yang kini terlihat lebih tua dari usianya.


" Mungkin sebentar lagi Brandon sampai Yah,'' jawab Shazna yang kemudian berdiri di belakang sang Ayah. Memijit pundak lelaki itu dengan pelan . Ayah mengambil tangan Shazna dari pundaknya.


'' Anak Ayah sudah cantik ,duduk saja di sini ," ucap Ayah sembari menepuk kursi yang berada di dekat Ayah. Ayah dan anak itu berbincang santai sambil menunggu kedatangan Brandon.


Namun setengah jam berlalu, lelaki itu belum menampakkan batang hidungnya. Shazna mulai gelisah. Wanita itu mencari ponsel fi tas tangannya. Ternyata benda pipih itu tak ada di sana.


'' Sebentar Yah, Shazna coba hubungi Brandon. Hp Shazna sepertinya masih di kamar,'' tutur Shazna seraya berlalu meninggalkan ruang tamu. Wanita itu kembali ke dalam kamar dan mencarinya dalam tas kerja miliknya. Benar saja ia menemukan benda itu di sana. Namun dalam keadaan tanpa daya.


Shazna menghampiri meja rias, dimana ia meletakkan charger hp di sana. Ia mengisi daya agar ponselnya bisa ia hidupkan kembali. Beberapa saat menunggu akhirnya Shazna bisa menyalahkan ponsel miliknya. Beberapa pesan masuk dan salah satu diantaranya, pesan dari Brandon.


My Fiance

__ADS_1


'' Maaf sayang, sepertinya dinner harus di tunda. Ada hal penting yang tidak bisa aku tinggalkan malam ini. Love you , sayang''


Shazna tertawa getir membaca pesan yang dikirim oleh kekasihnya itu.


__ADS_2