Terjerat Pesona Sang Mantan

Terjerat Pesona Sang Mantan
Percakapan Ayah dan Fattan


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Ayah untuk periksa ke dokter, Shazna mengantarkan sendiri sang ayah. Setelah kejadian kemarin ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Seharusnya ia masih bekerja sampai satu bulan ke depan. Itu pun jika surat pengunduran dirinya sudah di acc langsung oleh atasannya yang tak lain adalah Brandon.


Tapi berat rasanya ia datang ke kantor. Ia belum siap bertemu dengan Brandon. Selain hatinya yang belum baik-baik saja. Ia pun tak tega melihat lelaki yang selalu memberi dirinya limpahan cinta itu terluka.


Hari itu ia mengantar sang ayah ke rumah sakit sendiri. Dan entah rencana apa yang tertulis dalam hidupnya. Sang ayah mendapatkan rekomendasi dokter tulang ya.g berada di rumah sakit. Dimana Fattan bekerja, Fattan yang hari itu sedang tidak bertugas kebetulan datang ke rumah sakit untuk mengambil dokumen miliknya yang tertinggal.


Dan berakhir lah mereka bertiga duduk di taman kota. Ayah yang selama beberapa bulan terakhir hanya berada di rumah, mungkin butuh sedikit udara segar. Duduk di dekat danau buatan yang terdapat di tengah taman kota. Tampak lelaki itu tersenyum tipis. Menghirup udara bebas setelah sekian lama hanya terkurung di dalam rumah.


''Om apa kabar ?,'' Fattan yang duduk di samping lelaki yang tampak tua itu membuka percakapan. Ia belum menyapa dengan benar lelaki yang telah di kenalnya sejak bertahun-tahun itu . Ayah tampak mengangguk , kemudian menoleh pada Fattan yang duduk di sampingnya.


'' Beginilah keadaan om sekarang. Menjadi beban putri om satu-satunya,'' sahut Ayah yang kini mengarahkan tatapannya pada sang putri yang sedang mengambil sesuatu di mobil . Fattan tersenyum getir.


'' Tapi saya yakin bagi Shazna om bukanlah beban. Dia tumbuh menjadi wanita kuat. Dan itu pasti karena didikan om yang telah berhasil menjadikan dia wanita hebat,'' puji Fattan, dua lelaki berbeda generasi itu menatap pada satu objek yang sama. Wanita cantik yang tampak memukau dengan dress biru selutut dengan flat shoes membingkai kakinya. Rambutnya yang tergerai tampak berkibar tertiup angin.


'' Dia hanya pandai berpura-pura. Dia tak sehebat itu. Om tahu hatinya sedang tidak baik-baik saja,tapi selalu menunjukkan senyum di hadapan om,'' ucap Ayah, Fattan tersenyum tipis. Ia pun tahu wanita itu memang sedang tak baik-baik saja.


'' Saya yakin Shazna akan melewatinya dengan baik,'' sahut Fattan dengan tatapan tak lepas dari wanita yang semakin berjalan mendekati mereka. Ayah menoleh ke arah Fattan menepuk pelan pundak lelaki di sampingnya.

__ADS_1


'' Kamu masih menyukainya ?,'' tanya Ayah to the point, membuat Fattan sedikit kelabakan. Mereka dulunya sudah cukup akrab. Fattan beberapa kali datang ke rumah Shazna dan bertemu Ayah.


'' Tidak pernah ada yang berubah om,'' sahut Fattan getir. Ayah menepuk kembali pundak lelaki itu.


'' Dapatkan kembali cintanya,om merestui kalian. Om tahu hubungan Shazna dengan Brandon tidak tahu akhirnya. Terlalu rumit," ucap ayah dengan senyum tipis melihat anaknya yang menghampiri anak-anak kecil yang sedang bermain sepak bola. Terlihat rawa lebar di bibir wanita itu.


Seperti mendapat angin segar,hati Fattan terasa sejuk mendapatkan restu langsung dari ayah sang pujaan hati. Senyum lebar tersungging di bibir lelaki tampan itu.


" Dengan restu om, Fattan akan memperjuangkan Shazna om," sahutnya pasti.


Dua pasang mata itu tertuju pada wanita yang sama. Wanita yang sedang tertawa lebar dengan sekumpulan anak kecil. Ada hati yang ikut menghangat melihat pemandangan itu. Fattan ikut mengulas senyum bahagia melihat wajah bahagia Shazna.


" Nostalgia Shaz, sudah lama ayah tidak ketemu Fattan," sahut ayah, Shazna tersenyum sembari menatap ke arah Fattan yang tersenyum dengan mempesona.


" Udah siang Yah, pulang yuk !," ajak Shazna seraya membantu sang ayah untuk kembali duduk di kursi rodanya.


" Maaf om gak bisa nganterin sampai rumah , Fattan ada kerjaan," ucap Fattan sembari setelah membaca pesan di ponselnya.

__ADS_1


" Iya tak apa, terima kasih waktunya sudah menemani om ngobrol," ucap Ayah tulus.


" Sama-sama om, sorry ya Shaz, gak bisa nganter," lanjut Fattan yang kini beralih menatap wajah ayu di hadapannya.


" It's oke, thanks pak dokter sudah meluangkan waktu menemani ayahanda," canda Shazna membuat Fattan tergelak.


" Duluan ya," pamit Shazna yang di angguki Fattan . Lelaki itu masih berdiri dengan dua kedua tangan berada dalam saku celana. Senyum tak luntur dari bibir lelaki tersebut.


Sekali lagi Shazna menoleh sebelum masuk ke dalam mobil. Memberikan sebuah senyum pada lelaki yang masih menatapnya penuh damba


" Ayah lihat, Fattan masih suka sama kamu," ucap Ayah setelah Shazna masuk ke dalam mobil dan duduk dibalik kemudi.


Shazna tersenyum simpul, kemudian melajukan mobilnya dengan perlahan.


" Ayah dok tahu deh," sahut Shazna yang di sambut gelak tawa ayah.


Sedang lelaki di belakang sana masih menatap dengan seulas senyum kepergian mobil milik Shazna.

__ADS_1


" Tunggu aku mendapatkan hatimu kembali sayang," lirih Fattan sebelum memasuki mobil miliknya.


__ADS_2