Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 20. Dasar Mesum


__ADS_3

Rehan membaringkan Luna di atas tempat tidur, tak lupa mengganti pakaian Luna, karena tak mungkin membangun Luna yang sedang terlelap. Ke samping soal nafsu toh Luna istrinya. Tapi tak tau jika anak itu menyadari nya pasti akan marah-marah dan mengatai Rehan mesum.


Tante Rini yang awalnya memberikan air putih untuk Luna langsung ia urungkan saat melihat Luna tidur.


“Han, kamu makan dulu gih” ucap Rini mengingat Rehan belum makan dari tadi.


“Ya tante, Rehan mau mandi dulu” Rehan mengangguk dan masuk ke kamar mandi karena badannya terasa lengket sekali.


Rini menatap Luna dan mengusap lembut surainya, kemudian beranjak keluar.


Sedangkan disisi lain, Arya memerintahkan Anton untuk memberikan pelajaran pada Friska dan teman-temannya agar jera karena telah berani menyakiti menantunya.


“Anton, lakukan sesuai perintah ku!” ucap Arya dingin.


“Baik tuan” jawab Anton sambil menundukkan kepala, lalu pergi melaksanakan sesuai perintah Arya tuannya.


“Ciih...berani menyakiti orang terdekatku, maka terima akibatnya!” gumam Arya tersenyum dingin.


Ceklek


Mendengar pintu ruangan kerjanya dibuka tanpa seizin, Arya marah. Namun, saat mendengar suaranya...


“Haii... Daddy ku paling tampan, putra tercintanya berkunjung!” Dia Mike, tanpa merasa bersalah duduk di sofa panjang dalam ruangan kerja Daddy nya.


“Son, bisa tidak jika ingin kesini ketuk pintu atau telpon Daddy” Arya sedikit kesal dengan kelakuan tak sopan sang putra, dari dulu tidak pernah berubah.


Mike menyengir kuda, “Sorry Dad, aku lupa”


Arya hanya menatap datar, “ada apa? Apa urusan kantor mu sudah beres” tanya Arya dengan mata sudah fokus pada berkas di pegang nya.


“Tidak ada Dad, kalo soal kantor udah beres” sahut Mike santai sambil memakan Pizza yang ia bawa barusan.


Arya tidak bertanya lagi saat melihat Mike sedang makan dengan lahap. Lagian sudah sering mendapatkan Mike seperti ini, saat merasa bosan ia akan pergi ke kantor nya atau terkadang ke kantor Sean.


“Dad, kapan kita temui adik” tanya Mike setelah menghabiskan beberapa potong pizza.


“Secepatnya”


Mike mengangguk puas dan lagi menyuapi sepotong lagi ke mulutnya.


🌼🌼


Malam harinya, sekarang hanya tinggal mereka berdua, karena tante Rini dapat telepon dari suaminya untuk segera pulang. Mereka sedang duduk di sofa sambil menonton siaran TV.


Sedari tadi tidak ada percakapan di antara mereka ralat tepatnya hanya Luna, anak itu dari bangun tidur hanya diam saja. Rehan merasa tak nyaman dengan keterdiaman Luna.


“Lun,” panggil Rehan menoleh kearah Luna yang masih diam menatap kosong ke depan. “Jangan sampai bini gue kesurupan!” batin Rehan.


Rehan menghela nafas dan bergeser mendekati Luna, mungkin anak itu masih syok.

__ADS_1


“Lun, Lo jangan buat gue khawatir. Sekarang Lo udah aman, Lo gak boleh sampai begini”


Luna masih diam, tapi kepala nya bergerak menoleh kearah Rehan. Rehan tercengang melihat mata Luna berkaca-kaca.


“HUWAAAA...” Luna menangis keras. Reflek Rehan memeluknya. “jangan nangis, gue kan jadi merasa bersalah” ucap Rehan menenangkan seraya mengusap-ngusap surai Luna.


“Hiks...hiks...kalo Lo sama Zoya gak datang pasti gue udah...Huwaaa...” ucap Luna tersendat-sendat, bahkan tak sadar ikut memeluk Rehan dengan erat.


“Gak usah di pikirin lagi, sekarang Lo udah aman. Disini ada gue, gue gak akan biarin Lo kenapa-napa lagi, jadi berhenti nangis, oke!” Ucap Rehan dengan lembut, bahkan tanpa sadar ia mengecup dahi Luna dan itu membuat Luna sedikit baper. Luna yang merasa malu dengan cepat melepaskan pelukannya sambil mengusap-usap air matanya.


Ia melirik Rehan yang ternyata juga sedang menatapnya dengan intens, semakin membuat nya malu.


“Apa liat-liat!” cetus Luna dengan suara serak nya.


Rehan menaik turunkan alisnya, “emang kenapa sih? Gak boleh ya suami liatin istrinya” goda Rehan, ia tau Luna sedang malu.


“ternyata punya Lo besar juga, gue boleh coba gak!” Rehan makin gencar menggoda Luna dengan tatapan mengarah pada dada Luna.


“Maksud Lo apa?” Luna jadi bingung, namun saat menyadari kemana arah tatapan Rehan ia melotot.


“REHAAAN, DASAR MESUM!” pekik Luna menggelegar sambil melipat kedua belah tangannya kearah dadanya.


Rehan hanya tersenyum nakal, “boleh ya” nah kan otak Rehan benar-benar gak ada akhlak.


Luna semakin terpekik, “DALAM MIMPI LO AJA!” Luna langsung berlari menuju kamarnya.


“Kalo iya kenapa?” sahut Rehan tak terlalu keras, tapi ia yakin pasti masih di dengar oleh Luna.


Hening


Rehan kembali terkikik, “pasti dia lagi ngumpatin gue” ia yakin muka Luna lagi memerah sekarang.


“Tapi memang benar besar, keknya pas banget di genggam gue!” gumamnya lagi saat mengingat lekukan tubuh Luna, apalagi dua gunung kembar itu. Ia benar-benar tidak menyesal menggantikan pakaian Luna, lumayan lah dapat pemandangan indah, gratis lagi.


Plak


Sadar apa yang ada di otaknya, Rehan menepuk mukanya sendiri.


Lalu Rehan bergerak kearah kamar yang di huni tante Rini sebelum nya berniat masuk ke dalam.


“Eh, kok gak bisa dibuka sih!” bingungnya saat tak bisa di buka, tidak mungkin kan di kunci.


Namun, setelah mencoba beberapa kali tetap sama. “Apa ini ulah tante Rini, dia benar-benar niat banget”


Berarti ia memang harus tidur bersama Luna dong, “tapi gak papa sih, ini mah sangat baik. Tante Rini benar-benar pengertian” gumamnya sambil tersenyum lebar.


Kemudian, ia mendekati pintu kamar Luna, atau mungkin sekarang udah kamarnya juga. Dengan pelan ia buka, dan good ternyata tak dikunci.


Ceklek

__ADS_1


Rehan mengintip sedikit matanya menyusuri setiap sudut kamar, dan ia tak melihat Luna. “Di kamar mandi kali ya!” Dengan santai Rehan masuk dan berjalan kearah tempat tidur.


Buk


“Ah...jadi ngantuk gue” ucapnya setelah menjatuhkan diri diatas tempat tidur. Tanpa peduli ia lekas tidur.


Luna yang baru keluar dari kamar mandi terpekik lagi saat melihat Rehan. “Kyaaa...Rehan! Ngapain Lo tidur disini!” Namun, Rehan tak bergerak, membuat Luna kesal.


Buk


Buk


“Bangun gak Lo!” geram Luna dengan tangan sudah memegang bantal dan memukulkan ke muka Rehan.


Buk


“Adaaw...sakit Lun! Kasar banget sih sama laki sendiri” ringis Rehan terpaksa bangun akibat pukulan tanpa perasaan itu, walaupun hanya bantal tapi tetap sakit tau.


“Makanya bangun” cetus Luna garang setelah menghentikan aksi pukulan nya.


“Emang kenapa sih? Pakai di bangunin segala!” heran Rehan, tepatnya hanya pura-pura.


Luna mendelik, “pakai di tanya lagi, Lo ngapain di kamar gue balik sana ke kamar sebelah, kan tante Rini udah pergi!” ucapnya Luna masih sedikit kesal.


“Gak bisa, di kunci!” jawab Rehan menggeleng.


Hahh


“Apa di kunci!”


“Iya di kunci, kalo gak percaya coba aja sana”  Luna yang kurang yakin bergerak keluar, bisa aja kan itu hanya akal-akalan Rehan.


“Gak percaya amat sih” Degus Rehan, kemudian melanjutkan acara tidurnya.


Lalu terdengar langkah kaki memasuki kamar, “ish...kok tante gitu banget sih sampai di kunci segala!” dumel Luna setelah memasuki kamar nya.


Ia melirik Rehan yang sudah tidur kembali, Luna hanya mendengus dan menghela nafas lemah. Sekarang ia pasrah saja. Dan ikut tidur di sebelah Rehan.


Benar-benar menyebalkan!!


 


BERSAMBUNG...


 


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


 

__ADS_1


__ADS_2