Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 97


__ADS_3

“Gak nyangka ternyata kalian benaran ikut pindah, emang kalian sahabat terbaik gue dah” Aurel memeluk hangat kedua sahabatnya kecil tersebut. Stella dan Ghina membalas pelukannya dengan senyuman lebar.


“Iya iyalah beb, gue sama ella kan udah bilang waktu itu bakal ngikutin Lo”


“Iya kak, lagian gak seru kalo gak ada kak Aurel” Stella ikut menyahuti.


Aurel terkekeh mendengarnya,


“sayang banget kita gak sekelas na” lesu Aurel.


“Iya sih. Tapi gak papa yang penting kita sama-sama lagi”


“Yoi” Mereka bertos ria, Stella hanya tersenyum tipis melihat mereka.


“dah, yuk kantin. Cacing gue udah pada demo nih”


“Yok lah, gue juga laper”


“Eh... tunggu, gue ikut ya” Mereka mengalihkan pandangan kearah seorang cewek yang tak lain ialah Maurel.


“Gue kira Lo udah duluan” seru Aurel.


“Belum, gue habis toilet” Sahutnya sembari menatap kedua siswi bersama Aurel bingung. Seakan tau tatapan Maurel, Aurel memperkenalkan kedua sahabatnya tersebut. Usai saling kenalan mereka pergi ke kantin.


Seperti biasa terdengar bisik-bisikan saat mereka sampai di kantin namun, mereka hanya acuh dan memilih duduk. Kebetulan kantin masih ada yang kosong.


“Kalian mau pesan apa?” tanya Maurel.


“Gue bakso sama jus alpukat kak”


“Gue nasi goreng sama es teh deh”


“Gue ikut ama Lo aja” ucap Ghina ikut masih berdiri.


“Yaudah” Kemudian, Ghina mengikuti Maurel. Di meja lain tampak Gisel dan kedua sahabatnya menatap tajam kearah mereka apalagi saat melihat Aurel disana membuat mereka mendegus.


“Jadi anak baru itu teman cewek itu”


“He’em” Bryna mengangguk diikuti oleh Freya.


“gue masih kesel ama tu cewek” degus Gisel dengan tatapan penuh dendam.


“Bukan Lo doang, kita juga kali. Bukannya kita udah sepakat balas tuh cewek” Cetus Freya.


“Bener. Coba deh kalian liat anak-anak bersama Arthur sama Al ngeliat kesana mulu, gue heran deh emang apa menariknya tuh cewek, urakan kek gitu gak ada cantik-cantik nya!”    mereka mengikuti arah pandangan Bryna dan ternyata benar. Melihat itu membuat mereka menggeram.

__ADS_1


“Sialan! anak aja belagu dan sekarang malah narik perhatian mereka, anjing emang!” Gisel mengepal tangannya.


“Labrak aja yuk, muak gue”


“Jangan sekarang, nanti aja. Gue lagi males, mending bully anak cupu aja” kata Freya. Mereka mengangguk setuju, kemudian beranjak pergi untuk melepaskan rasa kesal mereka. Sebenarnya sudah sering mereka dapat teguran dari Al dan Arthur tapi tetap saja tidak pernah berhenti.


“Yuhuu... makanan datang” seru Ghina yang diikuti oleh Maurel.


“Ck, gak usah teriak kali nyet” degus Aurel setelah mengambil nasi goreng sama es teh miliknya.


Ghina hanya memutar bola matanya, “kayak Lo gak pernah aja”


“dah diam, berisik banget sih” Stella menatap kedua sahabatnya itu males.


“ck, bocah”


Braakk


Stella yang sedang menyuap bakso seketika tersedak mendengar gebrakan tersebut.


“Uhuk-uhuk...astaga” Aurel yang berada di sebelah nya buru-buru memberikan air minum.


“Anjiiim... kebiasaan banget” Umpat Ghina sembari melirik kearah kejadian tersebut.


“KUTU BUKU, GUE KAN UDAH BILANG JANGAN DUDUK DITEMPAT GUE SAMA TEMAN-TEMAN GUE!” teriak seorang cowok yang menggebrak meja tadi. Semua siswa/i yang ada di kantin tidak terlalu kaget lagi karena sudah biasa terjadi. Siapa yang tidak kenal geng Venor. Yang di ketuai oleh Nano putra Kusuma, anak semata wayang Reno dan Dona. Yang tak lain sepupu Aurel.


“Bang bawa ke basecamp aje, biar tau rasa” sahut seorang cowok bernama Xeno, yang tak lain putra Davin kembaran Dona. Dia seumuran dengan Stella sedangkan Nano satu tahun di atas nya, seumuran dengan Aidan. Selain anak geng mereka dikenal berandalan sekolah, hampir setiap hari kerjaan mereka buat onar. Bahkan terkadang membuat guru BK dan Al sebagai ketua osis pusing.


Sementara siswa yang labrak hanya menunduk takut. “Jijik gue liat Lo tau nggak, sana pergi. Cowok kayak Lo gak cocok duduk ditempat ini...”


“Mendingan Lo duduk dilantai, di bawah kaki kita” lanjut Renzi diiringi suara tawanya.


“M-maaf” dengan tubuh bergetar siswa itu beranjak, namun naas nya dia malah terjatuh. Semua itu perbuatan Nano.


“Sana pesanan makanan gue sama teman-teman gue, awas kalo Lo lari bakal habis Lo sama gue”


Siswa itu mengangguk takut, mana mungkin dia berani melakukan hal itu, bisa mati dia. Lebih baik dia berurusan dengan Nano daripada Gisel, aslinya saja perempuan tapi jika membully sangat kejam sekali. Makanya Gisel dan kedua sahabatnya sangat ditakuti anak-anak lain kecuali cucu-cucu Arya dan teman-temannya termasuk Geng Venor.


Ditempat Arthur, Al terlihat geleng-geleng kepala melihat kejadian tersebut.


“Gue jadi kasian ama tuh anak” seru Afkar.


“Katanya kasian dah sana bantuin” Cibir Kansa sahabat Afkar dan Aidan.


“Sewot aja lo” Kesal Afkar melirik sahabat nya itu males.

__ADS_1


“Berisik” mereka seketika mendegus mendengar suara datar itu. Siapa lagi kalo bukan Aidan. Sedangkan Arthur masih fokus main ponsel tidak terpengaruh keadaan sekitar nya. Jelaslah orang dia pakai headset mana ngeh.


“bang, napa nggak Lo kasih surat peringatan tilang merah sama berandalan itu, lama-lama gue gak tegaan liat si cupu” Afkar memandang Aldebara.


“Hahh” Terdengar helaan kasar dari Al lalu menjawab, “udah capek gue kar, biarin aja nanti juga bakal dapet hukuman dari Bu Sasa” Bu Sasa adalah guru BK, dia dikenal killer setiap memberi hukuman tidak pernah main-main. Tetapi tetap Nano dan teman-temannya tidak pernah takut.


“Apalagi sekarang ada yang lebih minus” Kansa terlihat kebingungan tapi tidak dengan Afkar, Aidan dan Arthur mereka tau siapa yang dimaksud Al.


“maksud Lo siapa bang? Setau gue cuman Nano sama si Gisel”


“Maksud bang Al kak Aurel, Lo gak mungkin lupakan sama kembaran bang Al” Sahut Afkar sambil mengerakkan dagunya kearah meja di depannya. Kansa tampak tercengang sembari mengikuti arah dimaksud sahabatnya tersebut.


Seketika mata nya melotot, “Wtf, hampir aja gue amnesia” beberapa saat kemudian dia tertawa.


“Kalo modelan kak Aurel mah oke, oke aja. Malahan gue dukung banget dah. Biarpun gaya urakan tapi kadar kecantikan and pesonanya tetap bersinar” Mereka malah geleng-geleng kepala mendengarnya. Kansa goblok.


🌼🌼


Bugh...Bugh...


“hajar terus kak” Stella bersorak terus menyemangati Aurel dan Ghina yang sedang memukul beberapa preman.


Bugh...


“Bisa diam gak sih, pusing gue dengar suara Lo” Ghina berkata dengan nada kesal. Stella malah cengengesan. Dia tidak bisa ikut menghajar mereka karena memang tidak terlalu pandai bela diri seperti kedua kakak sekaligus sahabatnya itu. Makanya dia hanya bisa menonton saja. Disisi nya juga ada seorang cewek seumuran dengan Stella bahkan memakai seragam sama.


“Hah...hahh... anjiiir capek juga gue” Ucap Aurel yang sudah ngos-ngosan, tak kalah jauh bedanya Ghina. Bagaimana pun lawan mereka para preman. Sedangkan para preman itu sudah melarikan diri tentu saja dengan keadaan memprihatinkan.


“Makasih ya kakak udah bantuin Hana” Yap dia Hana, cewek yang sering mendapatkan pembullyan Gisel dkk. Dan penyebab Aurel dan Ghina melawan para preman itu juga karena Hana.


“Gakpapa, santai aja. Udah seharusnya kita bantuin Lo, preman gadungan kayak mereka emang pantas dihajar” Ucap Aurel yang disetujui oleh Ghina dan Stella.


“Iya kak, tetap aja Hana ucapin makasih banget sama kakak” Mereka hanya tersenyum tipis.


“Dah, buruan masuk mobil Ella, biar aman” Ujar Aurel, ia juga kasihan melihat anak itu berjalan kaki, apa tidak capek jalan kaki sejauh itu.


Hana terlihat keberatan tapi karena paksaan Aurel dan Ghina ia menurut saja, baru kali ini ia mendapatkan perlakuan baik. Dan itu membuat nya bersyukur bertemu mereka.


Aurel juga menaiki motor nya begitupun Ghina, diantara mereka hanya Stella yang tidak pernah membawa motor. Anak itu lebih suka bawa mobil, katanya lebih aman. Namun sebenarnya memang tidak diperbolehkan kedua orang tua dan abangnya Arthur. Sementara Aurel sendiri, walaupun sudah berkali-kali di larang tetap saja tidak pernah patuh.


“Jangan lupa nanti malam beb” teriak Ghina sebelum menjalankan motornya.


Aurel hanya memberikan satu jempol nya.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2