Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 88. Wisuda dulu baru nikah!


__ADS_3

Tak terasa hari-hari, waktu ke waktu dan berbulan telah berlalu...


Lima bulan telah terlewatkan, usia baby twins juga telah memasuki bulan ke enam, baby Au juga semakin rewel  hari ke hari, beda sekali dengan baby Al tidak terlalu banyak ulah.


Pernikahan Zoya dengan Tirta juga telah terlewatkan tiga bulan yang lalu. Namun masih belum ada tanda-tanda mendapatkan momongan. Tetapi mereka tetap bersabar, karena pernikahan mereka juga baru dua bulan belum sampe setahun.


Dan berita paling membahagiakan, Ana juga hamil, kandungan nya baru masuk bulan ketiga. Alano bakal punya adek bayi.


...


“Zoya udah nikah, kak Sisi udah nikah terus Lo kapan Re! Nanti keburu tua susah dapat jodoh” Sekarang mereka berdua berkumpul di rumah Rere.


Rere yang ditanya tampak mendegus, “Belum bisa, gue tuh mau wisuda dulu baru nikah, lagian apa seru nya sih nikah cepat-cepat. Ujung-ujungnya juga jadi ibu rumah tangga, lahiran dan ngurusin anak...Bagus sih kalo anaknya nurut-nurut aja tapi gimana kalo kelakuannya kayak setan yang ada perang terus!”


“Kamu nyindir kakak” Kata Mella, kakak ipar nya, yang tak lain istri abang nya.


“Tuh tau!” Kenapa begitu, karena yang di katakan nya barusan persis banget yang terjadi dengan kakak ipar nya, punya anak satu kelakuan kayak setan. Bahkan ia saja sebagai aunty minta ampun.


“Kalo kayak gitu kamu ngomong mending jadi perawan tua aja seumur hidup!” Bundanya malah ikut-ikutan.


“Nyambung aja bun, lanjutin aja masak nya” teriak Rere.


“Awas ya kalo kamu benaran mau jadi perawan tua, bakal bunda keluar in dari kartu keluarga”


Zoya tentu saja tercengang, “Yah kok gitu sih bun, masa anak sendiri di pecat sih”


Sedangkan, Luna, Zoya dan Mella tertawa ngakak mendengarnya.


“Makanya buruan nikah sana, biar cucu bunda nambah lagi” Sekarang wanita paruh baya beranak dua itu menghampiri mereka sembari membawa dua toples kaca berisi kue kering.


“Sini Bun” Mella segera mengambil alih dan meletakkan di atas meja.


“Nye Nye” Rere mencibir, bundanya itu bikin kesal saja.


“Minumannya mana bun, masa makanan doang” serunya dengan tak tau diri nya, bukannya bantuin ibunya.


“Anak siapa sih, kelakuan kamu makin kesini bikin bunda naik darah mulu”


“Adaw...sakit bun” ringis Rere karena telinga nya dijewer bundanya.


“Rasain tuh, makanya jangan jadi anak durjana” ledek Zoya.


“Bukan durjana, durhaka kali” Luna ikut menyahuti.


“Iya itu maksud nya”


“Dah sana masak, biar bunda yang nyantai disini” titah sang bunda bermaksud mengusir putri nya tersebut.

__ADS_1


Rere malah cemberut, “bunda mah gitu, aku kan mau ngobrol sama teman-teman aku masa aku yang masak sih”


“Mending mantu bunda aja tuh suruh” Mella yang ngerasa disebut menoleh, “kok jadi kakak sih” Mella mengerutkan alisnya pura-pura bodoh.


“Tau nih, mantu kesayangan bunda pakai disebut. Bunda nyuruh kamu bukan Mella, dah sana ke dapur. Anak gadis gak boleh malas-malasan nanti susah dapat jodoh”


“Apa hubungan nya ama jodoh” Degus nya, namun tetap beranjak pergi ke dapur. Takut ngamok nanti.


“Heran deh, punya anak gadis satu kelakuan nya minta elus dada” ucap bundanya.


“Mungkin karena itu dia belum cocok berumah tangga bun” kata Mella. Sedangkan Luna dan Zoya hanya menyimak.


...


Sehabis dari rumah Rere, Luna langsung pulang mengingat baby twins yang belum ia susui. Mungkin sekarang mereka sudah pada bangun.


Dan benar sesampai di rumah ia sudah mendengar suara ribut, mungkin itu baby Au.


“Maaf lama bi, baby Au rewel banget ya”


“Iya nya, mungkin udah haus”


“Yaudah sini bi, biar Luna susuin” Lalu memberikan baby Au ke dalam gendongan sang majikan.


“Cup...cup haus ya sayang, maaf ya mama kelamaan mainnya”


Ia juga merasa senang melihat putranya tersebut yang tidak terlalu rewel seperti adik kembarnya.


Usai menyusui putrinya ia beralih menyusui putranya.


🌼🌼


Malam harinya.


Atha dibuat kesal oleh tangisan putrinya, “aduh... sayang. Udah ya, jangan nangis lagi sekarang bobok ya...papa udah ngantuk nih” Sebenarnya bisa saja membangunkan istri nya tapi ia tidak tega melihat tidur nya nyenyak sekali. Sedangkan si bayi satu lagi tetap tidur dengan tenang. Kadang ia bingung melihat putranya itu, beda sekali dengan kembaran nya.


“...Bu Bu” Atha dibuat bingung dengan racauan putrinya itu setelah berhenti menangis.


“Apa sayang, mau bobok...kan udah papa bilang tadi, kamu sih nggak dengar” Atha sudah seperti orang gila berbicara dengan bayi.


Karena tak kunjung tidur juga, ia memilih membawa baby Au ke tempat tidur dan meletakkan ditengah.


“Bobok ya sayang... hoaaam...papa mau bobok juga” sembari mempuk-puk bokong baby Au.


Lalu kembali memejamkan matanya dengan tangan terus bergerak menepuk pelan bokong si kecil.


...

__ADS_1


Pagi harinya. Atha yang sedang enakkan molor dikejutkan oleh suara lengking istrinya.


“Kak Athaaaa...” seketika membuat Atha terduduk.


“Hah...ada apa sayang? Gempakah!” Heboh nya setengah sadar.


“Iya gempa. Lihat, gara-gara kamu baby Au hampir jatoh” Pekik Luna menunjuk kearah putrinya yang entah kapan sampe di bawa kakinya hampir di tepi ranjang. Untung saja ia cepat bangun. Dan jika bukan ulah suami nya siapa lagi.


“Kok bisa sampe sana sih yank, perasaan semalam dia ada di tengah-tengah kita” bingung Atha sembari menggaruk kepalanya.


“Mana aku tau” cetus Luna yang sekarang telah mengangkat putranya tersebut. Lalu memindahkan ke ranjang bayi, “eh...udah bangun antengnya mama” saat melihat baby Al sedang mengulum jempolnya sendiri.


“Jangan di emot dong sayang” sembari menarik pelan tangan kecil baby Al.


“Mimi aja ya” Setelah menidurkan baby Au, ia beralih mengambil baby Al untuk di susui. Namun, sebelum itu mengganti popoknya.


 “Sayang bangun gih, ini udah jam enam jangan di lanjutin lagi tidurnya” Melirik kearah suaminya yang malah kembali molor, bukan nya bangun. Dasar.


“Hmm...lima menit lagi” Sahut Atha sembari mengangkat lima jari keatas.


Luna hanya geleng-geleng, “yaudah... tapi kalo terlambat ngantor jangan marah ya” karena lima menit katanya itu sama dengan dua jam. Namun, tidak balasan.


“Serah dah” Usai menyusui baby Al, ia beranjak keluar mumpung satunya lagi masih tidur.


...


“Yank, kok kamu gak bangunin aku sih, aku kan ada meeting pagi in!!” seru Atha, mereka sekarang lagi menyantap sarapan pagi di meja makan.


Luna yang lagi menyendok nasi goreng kedalam piring nya menjawab jengah, “teruus tadi pagi aku ngomong apa hah! Kamu nya aja yang beralasan, dasar kebo!”


“Ck, bangunin lagi dong, ingatin kek biar aku nya langsung bangun”


“Udah. Kamu nya aja yang budeg. Dah jangan banyak omong lagi buruan di habisin, Tio udah nungguin dari tadi”  Kesal juga sama bapak beranak kembar ini, protes mulu. Padahal dia yang punya perusahaan tapi malah dibikin ribet. Kalo lagi males bilang aja, sekarang malah nyalahin dia.


“Udah. Aku berangkat ya yank” Luna menghentikan acara makannya dan mengantarkan suaminya ke depan tak lupa salim.


“Hati-hati”


“iya sayang, Assalammualaikum!” Sahut Atha yang akan memasuki mobil.


Membalas dengan senyuman nya, “ya Waalaikumsalam” Saat mobil itu telah jalan, ia berbalik ke dalam.


Untuk baby twins mereka sedang tidur usai ia mandikan dan susui tadi. Jadi ia bisa bersantai bentar. Pekerjaan rumah pasti nya sudah jadi tugas bibi Neneng, ia hanya membantu memasak saja.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2