
“Bagaimana? Apa kalian telah memilih bekerjasama sama gue atau gue sendiri yang bakal singkirin kalian!” Monalisa menatap ketiga gadis yang duduk di depannya dengan pandangan rendah.
“Jangan lupa keluarga gue lebih kaya terpandang dari keluarga kalian...gue bisa aja buat perusahaan keluarga kalian jatuh, kalian tidak mau kan berakhir jatuh miskin” Monalisa tersenyum licik melihat ekspresi masam ketiga gadis tersebut.
“Cih... kenapa harus kerjasama sama Lo kita bersama masih bisa balas si miskin itu!” sahut salah satu nya dengan sinis.
“Iya...lagian apa untungnya buat kita” ucap satunya lagi. Yang satunya lagi hanya diam mendengar perdebatan mereka namun dalam hati berharap kedua temannya mau menerima kerjasama dengan Monalisa.
Monalisa tertawa, “Hahaha... bukannya kalian sangat ingin sekali menyingkirkan dia...jadi tujuan kita memang sama hanya saja aku tujuan ku lebih baik...gue mau buat dia dibenci oleh keluarga Albert dan di benci suaminya sendiri, lalu setelah itu baru buat dia mati!”
“Bagaimana kalian menyukai rencana gue? Gue yakin kalian akan mudah membalas dendam kalian melalui gue” Ketiganya tercengang, ternyata rencana Monalisa lebih licik dari pikiran mereka, mungkin memang cocok dijadikan teman.
“Ternyata Lo lebih licik dari kita... kelihatannya kita memang cocok bekerjasama”
Monalisa hanya berdecih mendengar nya, mereka memang bodoh baru tau seperti apa seorang Monalisa.
“Jadi kalian setuju!” tanya Monalisa lagi memandang ketiganya. Mereka tersenyum smirk seraya menganggukkan kepala dengan cepat.
“Bagus”
“Tapi ingat! Kalian tidak boleh mendekati dan jangan sampai kalian berpikir untuk mendapatkan suaminya karena dia hanya milik gue... dengar hanya milik seorang Monalisa!” tekan Monalisa menatap tajam mereka bertiga, yang mana membuat ketiganya sedikit takut.
“Tenang aja...gue sama teman-teman gue gak bakal suka sama cowok yang Lo suka...lagian masih banyak cowok apalagi bule-bule tampan diluar sana” jawab salah satu gadis itu dengan nada males, tapi tidak tau kalau nanti.
“Bagus, ingat peringatan gue! Kalo tidak ingin Keluarga Lo pada hancur”
Mereka hanya memutar bola males mendengar ancaman Monalisa tapi tetap saja tidak bisa di hiraukan karena bisa saja itu terjadi bagaimana pun Keluarga Georgio juga keluarga teratas walaupun masih di bawah keluarga Albert.
“Baiklah. Pembicaraan kita cukup sampai disini, sebab gue masih ada urusan penting lainnya” Monalisa berdiri dan beranjak keluar dari ruangan tersebut yang tak lain salah satu ruangan VIP di resto tersebut yang di sewa oleh Monalisa sendiri. Dan pembicaraan mereka tidak akan di dengar oleh orang lain sebab ruangannya kedap suara. Juga itu resto milik keluarga Monalisa jadi lebih aman.
Setelah Monalisa keluar, mereka bertiga saling lirik satu sama lain terlihat sebuah tatapan licik dari mereka tanpa di sadari Monalisa.
“Friska, apa kita tetap mengikuti rencana Mona” Yap mereka bertiga adalah Friska dan kedua temannya yaitu Riya dan Kinan. Dan yang bertanya barusan ialah Riya.
__ADS_1
“Hm...lebih bagus ikuti karena dengan begini kita bisa dengan cepat dan lebih mudah membunuh sialan itu!” ujar Friska dengan pandangan tajam penuh kebencian.
“Benar. Lalu kita buat dia diperkosa bergiliran biar merasakan apa telah kita rasakan waktu itu!” timpal Kinan.
“Eh...tapi bukan waktu itu Lo malah kesenangan dan sangat menikmati nya” cibir Riya.
“Ck...kayak Lo kagak aja, malah mendesah sangat kencang!” balas Kinan kesal. Yang mana membuat Riya terdiam karena itu memang benar.
“Eh...tapi Fris, Lo gimana? Apa benar Lo gugurin kandungan Lo!” sekarang kedua memandang Friska untuk meminta penjelasan karena mereka belum tau sebab Friska juga tidak menceritakan. penyebab nya karena waktu Friska dan partner nya lupa memakai pengaman dan malah mengeluarkan di dalam yang mana tanpa di sadari membuat ia hamil, benar-benar sial menurut nya.
Terdengar helaan nafas berat dari Friska seraya mengangguk pelan dan berkata, “gue terpaksa buat gugurin, Lo pada kan tau gue belum siap mengasuh seorang anak... mereka cuman menyusahkan saja, lebih baik gue bersenang-senang tanpa ada yang menggagu kebebasan gue” Memang terdengar kejam tapi begitu lah seorang Friska dia hanya ingin bersenang-senang dan memiliki tubuh tetap ideal dan tanpa seorang anak dalam hidupnya.
Kedua temannya hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Friska, walaupun mereka bukan orang baik tapi tidak begitu juga. Friska benar-benar gila.
“Gila Lo...kita kan gak tau nanti kedepannya seandainya Lo memiliki anak banyak, mampus Lo!” timpal Riya.
“Bodoamat, itu gak bakal terjadi!” Friska tetap tak peduli, lalu beranjak keluar dari ruangan tersebut. Mereka juga mengikuti Friska karena tidak ingin terlalu lama disana sebab mereka tau resto tersebut milik keluarga Monalisa yang mana sangat mudah untuk diawasi oleh wanita itu.
Sedangkan disisi lain, Atha terlihat sangat semangat sekali hari ini. Semua itu karena ulah istrinya sendiri.
“Sayang, mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati tidak boleh terlalu kelelahan kalo tugas nya susah tidak perlu di pikirkan nanti berikan saja padaku...kamu tidak boleh banyak pikiran...”
Luna hanya memutar bola matanya melas mendengar semua ocehan cerewet dari suaminya yang tak hentinya dari tadi.
Saat ia menceritakan soal kehamilan nya kemarin malam suaminya itu sangat antusias dan bahagia sekali dan setiap apa yang akan dilakukan nya pasti akan diawasi dan komentar terus, tidak boleh ini itu benar-benar membuat ia kesal. Bukan hanya suaminya bahkan Daddy Arya dan yang lain juga tak kalah lebay nya. Terkadang ia merasa sedikit tertekan tinggal bersama keluarga protektif dan posesif seperti mereka.
Seperti malam ini, suaminya itu akan pergi keluar kota mengurus cabang perusahaan lainnya karena Daddy Arya tidak bisa kesana sebab mau mengurus perusahaan lainnya yang juga memiliki sedikit masalah.
“Harus nurut jangan membantah ucapan suami” ucap Atha untuk kesekian kalinya yang hanya dianggukan jengah oleh Luna.
“Udah, kamu udah tunggu bang Mike sama Tio!” tutur Luna setelah selesai memasangkan dasi suaminya.
“Iya” kemudian mereka bergegas keluar dan turun menuju lain bawah. Sampai di ruangan tamu terlihat Mike, Alisya dan Tio sebagai asisten Atha menunggu.
__ADS_1
“Lama amat sih dek” ujar Mike saat melihat adik dan adik iparnya.
“Ck, gak usah panggil adek bang, gue bukan bocah” sahut Atha kesal, dia sudah mau jadi ayah tapi malah di panggil dek benar-benar memalukan.
“Lah salah abang dimana? Kan situ emang adek sini gak salah dong sini panggil adek” Mike malah tak peduli dengan kekesalan Atha karena baginya tidak ada salahnya dan biasa saja. Atha kan memang adek bontotnya.
“Huhh...” Atha mendegus. Apalagi saat melihat istri dan Alisya kakak iparnya menertawakan nya, termasuk Tio.
“Berani kau ketawa Tio!” Atha menatap Tio garang seperti ingin menerkam. Usianya dengan Tio hanya beda setahun.
“Maaf tuan saya khilaf” sesal Tio terlihat ketakutan melihat tatapan garang itu.
“sudah-sudah, bukannya kalian akan berangkat jangan berdebat tidak jelas” lerai Alisya.
“Dan kamu sayang, bukannya kamu milik perusahaan yang harus kamu urus kenapa malah ikut bersama Atha, dasar pemalas!”
Mike malah tersenyum sok manis mendengar kemarahan sang istri, “tenang sayang, ini juga bersangkutan sama perusahaan aku kok. Apalagi kamu kan tau sangat banyak musuh yang bakal menjadikan ancaman untuk Atha sebagai anak bontot, jadi tidak akan cukup hanya sekedar bawahan Daddy untuk menjaganya” Ucap Mike seraya memeluk dan mengecup singkat bibir istrinya. Melihat itu Atha juga malah melakukan hal sama pada istrinya membuat seorang jomblo iri melihat nya.
“Woiiii...ada yang jomblo disini, sialan bikin iri aja!” Tio hanya bisa bersorak dalam hati sebab tidak berani secara langsung.
“Ehem...kapan kita berangkat nya tuan karena jam telah menunjukkan pukul delapan malam” Dengan terpaksa Tio mengingat mereka karena sudah tidak tahan melihat kemesraan mereka.
Mereka hanya mengangguk dan segera menghentikan acara mesra-mesraan nya dan berjalan menuju pintu keluar di ikuti oleh Luna dan Alisya yang hanya mengantar suami mereka sampai halaman depan. Setelah melihat mobil suami mereka menjauh keluar dari halaman mansion mereka berbalik masuk ke dalam.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1