
“Ya tuhan!” Atha yang sedang memijit kaki istrinya tersentak mendengar suara sang istri. Menatap istrinya bingung, “Kenapa sayang! Kayak kaget gitu” tanya nya.
Luna yang memperhatikan ponselnya mengalihkan perhatian kearah suaminya sembari berkata, “ini loh aku gak sengaja di akun sepupu aku”
“Sepupu kamu yang mana?” Bingung juga ia karena tidak terlalu ingat sepupu yang dimaksud istrinya.
“Itu loh Dona yang kembar itu anak nya bibi Santi”
“Oh dia” Atha mengangguk, ia masih ingat, apa lagi kata-kata kasar dan tatapan tidak suka mereka tentu ia ingat sekali.
“Iya, katanya dia mau nikah loh sama putra keluarga Kusuma”
Atha tidak terlalu kaget karena ia sudah tau berita itu tapi tidak menyangka jika pasangannya sepupu istrinya itu.
“Terus, kenapa? Kamu punya niatan datang ke acara nya” sengaja bertanya walaupun sebenarnya tau apa yang akan di jawab sang istri.
“Kalo di undang ya jelas datang, mau gimanapun perlakuan mereka sama aku, mereka tetap keluarga aku juga”
Atha mengangguk apa yang dikatakan istrinya benar juga, ternyata istrinya sudah dewasa padahal ia ingat jelas dulu istrinya ini males banget mengakui mereka keluarga karena kelakuan mereka yang sudah keterlaluan. Tidak jahat amat sih tapi mulut mereka itu loh, suka nyakitin perasaan orang.
“aish...kenapa malah pada buru-buru nikah sih” Saat mengingat sahabatnya Zoya juga akan melangsungkan pernikahan sebulan lagi, masih cukup lama sih.
Atha yang telah selesai memijit kaki istrinya malah terkekeh mendengar nya, “Kenapa ngomong gitu sih? Bukannya sudah sewajarnya, kamu aja udah nikah loh sama aku itu pun pas nikahan kamu masih sekolah”
“Itu kan beda lagi ceritanya, kita nikah kan karena paksaan bukan kemauan sendiri”
“Jadi maksudnya kamu ngerasa ke paksa nikah sama aku”
“Baperan banget sih, maksud aku tuh dulu pas pertama kali nikahan” Luna dibuat bingung dengan suaminya. Dasar baperan.
“Yakin nih. Masih gak ngerasa terpaksa” Malah makin ngelunjak.
Luna mengerutkan keningnya sembari menatap wajah tampan suaminya, “Maksud kamu apaan nanya kayak gitu! Kamu gak percaya sama aku, terus yang selama ini aku lakuin menurut kamu secara ke paksa gitu...” Nafas Luna naik turun, entah kenapa ia mudah emosi an sekarang.
Atha malah memandang istrinya dengan datar, “Emang, apa kamu gak sadar semua yang kamu lakuin itu cuman ke paksa, jangan pikir aku gak tau!” Bahkan suara nya terdengar sangat dingin membuat Luna tersentak.
__ADS_1
“Maksud kamu apa sih! Benaran deh aku gak ngerti” Luna bahkan berdiri dari duduknya memandang tak percaya pria yang sudah berstatus menjadi suaminya itu bahkan bentar lagi bakal jadi seorang bapak.
“Makanya telinga tuh diguna in dengan baik biar kedengaran” Sentak Atha malah makin mengeraskan nada suaranya membuat ibu hamil itu semakin kaget tak percaya.
“K-kak k-amu bentak a-ku” lirih Luna dengan tatapan sendu nya, selain mudah emosi an Luna itu juga cengeng jadi keras sedikit Atha ngomong bakal tersinggung, apalagi seperti sekarang ini.
“Siapa juga yang bentak kamu sih, tadi aja bilang aku baperan tapi malah kamu yang baperan. Ke makan omongan sendiri kan” Masih sama seperti sebelumnya tidak ada lembutnya.
“Sudahlah, lebih kamu pikirin kesalahan kamu, jangan berlagak enggak tau” Lalu beranjak membawa langkahnya keluar dari kamar tersebut.
“Mau kemana kamu kak?”
“mau cari bini baru, bosan sama kamu terus” Seketika Luna melotot mendengar nya, apa tadi cari istri baru dan karena bosan dengan nya. Apa suaminya itu tidak bisa menyaring kata-kata nya sebelum berbicara.
“Sebenarnya kamu kenapa sih kak! Apa salah ku coba?!” Teriak Luna dengan suara seraknya sembari memegang perutnya. Hatinya terasa sakit mendengar perkataan suaminya tadi.
“Kamu kenapa sih kak? Tadi aja baik-baik aja, kenapa malah jadi gini!”
“Apa selama ini cara ku salah? Tapi dimana letak kesalahannya” Luna sungguh dibuat bingung sekarang. Sebenarnya suaminya itu kerasukan jin apa sampe seperti itu. Matanya bahkan sudah sembab karena terlalu lama menangis, gimana gak nangis setelah mendengar suara kata-kata yang di lontarkan suaminya sendiri.
“Jangan nakal sayang, mungkin papa nya lagi kerasukan jin tomang makanya marah marah gak jelas” Tersenyum kecut sembari mengelus perut buncitnya.
“Kamu dimana kak?” Lirihnya saat tak melihat suaminya itu tidak kembali ke kamar lagi.
Apalagi sekarang sudah hampir larut malam, tidak mungkin suami nya tidur di luar.
“Apa aku liat aja keluar ya” gumamnya setelah menghentikan tangisannya, biar saja suami nya itu melihat mata sembab nya.
Dengan langkah pelan Luna keluar dari kamar, bahkan berjalan saja ia cukup kesusahan, mungkin esok ia sudah tidak bisa berangkat ke kampus lagi.
Suaminya itu juga keterlaluan sekali apa tidak kasihan melihat istrinya.
Sampai di ruangan keluarga, ia tidak melihat siapa pun bahkan lampunya saja sudah di matikan. Lalu terus ke ruangan tamu namun tetap tidak ada bahkan di kamar tamu juga tidak ada.
“Kak Atha kemana sih? Apa dia keluar” Bibirnya bahkan sudah melengkung ke bawah apa suaminya itu benaran mencari istri baru, tega sekali.
__ADS_1
“Aku gak mau dimadu hiks...” tanpa bisa di tahan lagi satu isakan lolos dari bibir Luna.
“Dapur, ya mungkin saja dia disana” lalu pergi ke dapur namun sampai disana ternyata sama saja, kosong tidak ada siapa pun.
“Kak...kak Atha!” Luna akhirnya berteriak kencang memanggil nama suaminya, lalu memanggil bi Neneng.
“Bi...” sembari berjalan menuju kamar bi Neneng yang berada di belakang.
“Bi...bibi udah tidur” Membuka pintu bercat abu-abu tersebut, seketika senyuman Luna luntur saat tidak melihat orang di dalam.
Sungguh Luna di buat bingung! Sebenarnya kemana bi Neneng, suaminya juga. Tidak mungkin kan suaminya itu mengajak bi Neneng cari istri baru. Lagian buat apa juga, sungguh otak Luna di buat mumet sekarang.
“Hiks...kak Atha...bi Neneng...jahat banget kalian tinggalin Luna sendirian!” Tangis Luna makin keras, mata sembabnya semakin sembab. Karena tidak tau memanggil siapa lagi, ia memilih kembali ke kamar.
Bahkan sampe di kamar Luna masih terus menangis, “Akhh...” ringisnya saat merasakan perut malah kram, mungkin terlalu lama menangis. Karena tidak ingin terjadi hal tak diinginkan lagi, ia berhenti menangis walaupun masih sesenggukan.
“K-kak Atha jahat! Luna gak mau di madu” Luna terus meracau sampe tanpa sadar tertidur capek juga menangis.
Sedangkan di sisi lain. Atha tampak mengomel-ngomel kesal. Disana bukan hanya dirinya tapi semua keluarga nya.
“Menyesal gue melakukan hal tadi” Saat melihat semua yang terjadi dengan istri tercinta nya.
“bukan salah gue” Sahut Mike membela diri, mana mau dirinya di salah kan.
“Sudahlah jangan ribut, waktunya sebentar lagi, buruan berangkat” Omel Alisya.
Kedua kakak beradik itu hanya berdecak tapi tetap mengiyakan perkataan ibu satu anak tersebut.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1