Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 47. Luna Siuman


__ADS_3

Keesokan harinya, Atha yang awalnya tidak ingin datang ke kantor saat mendapat panggilan dari asistennya Tio dengan terpaksa Atha kesana.


“Sudah sana kamu urus urusan kantor mu biar Luna kakak yang jaga” Ujar Ana saat melihat Atha enggan untuk pergi.


Atha menoleh kearah kakak iparnya tersebut, “Hm...ya udah, aku pergi dulu. Nanti kalo ada apa-apa jangan lupa kabari aku kak”


“Iya kamu tenang aja” Dengan menghela nafas pelan Atha pergi ke kantor.


...


Tak cukup setengah jam mobil yang dikendarai Atha akhirnya sampai di kantor. Saat menginjak kan kakinya di koridor kantor Atha hanya menampilkan wajah datar dan tatapan dinginnya, bahkan saat sapaan para karyawan saja dia balas dengan anggukan acuh.


“Selamat pagi pak!” Langkah Atha langsung terhenti saat mendengar suara centil dari seorang wanita tersebut, lalu  melirik wanita itu dengan alis bertaut.


“Siapa?!” mendengar suara dingin itu wanita itu jadi gugup sendiri.


“M-maaf pak, saya resepsionis baru menggantikan mbak Lola yang sudah resign” Jawab wanita tersebut dengan gugup sambil tersenyum malu.


Atha hanya diam dan menatap tajam wanita tersebut dari bawah sampai atas, “Jika masih ingin bekerja di sini perbaiki cara pakaian mu!” Dia sangat tidak suka cara berpakaian terbuka seperti wanita itu, masih anak baru saja sudah membuat masalah.


Dan Atha kembali melanjutkan langkahnya lebar nya memasuki ruangan kerjanya.


Sedangkan wanita tersebut tampak terdiam dan melihat pakaian nya sendiri, “apanya yang salah bukanya ini terlihat seksi!” Dia malah tersenyum manis dan tidak menanggapi peringatan bosnya.


Beberapa karyawan lain yang sempat mendengar mencibir dalam hati dan merapalkan semoga wanita centil itu dipecat.  


Di dalam Atha duduk di kursi kebesarannya berselang setelah itu terdengar ketukan dari luar.


“Masuk!”


Cklek


Lalu terlihat seorang pria yang tak lain adalah Tio membawa sebuah tablet ditangannya.

__ADS_1


“langsung saja” mendengar perintah bosnya Tio segera mengecek tabletnya dan menjawab, “15 menit lagi adalah jadwal meeting anda  dengan perusahaan Drex dan perusahaan Georgio!”


Mendengar nama yang tidak asing baginya, Atha langsung mengalihkan pandangan dari berkas ditangannya kearah Tio.


“Kau tidak salah kan, sejak kapan perusahaan Georgio ingin menjalani kerja sama dengan perusahaan kita!”


“Saya tidak salah tuan, ini memang benar” jawab Tio dengan jujur.


“Apa mungkin ini rencana mereka berikutnya! Hem... seperti nya aku harus lebih hati-hati” pikir Atha dalam hati.


“Hahh... baiklah kau siapkan saja terlebih dahulu sebentar lagi saya akan kesana”


“Baik tuan” kemudian Tio berbalik keluar dan pergi menuju ke ruangan meeting.


Sedangkan Atha berpikir keras, dia yakin pasti ini salah satu rencana busuk mereka. “Benar-benar tidak tau malu, setelah membunuh kakek sekarang mereka malah berencana menghancurkan keturunan nya! Sial, tidak akan aku biarkan. Berani mereka menyentuh orang-orang terdekat ku akan aku buat mereka menyesal seumur hidup!”  Dia juga masih ingat dimana saat dirinya dipaksa menjadi kekasih Monalisa, wanita yang sangat dia benci dan saat itu hampir saja dia jatuh hati dengan pesona seorang Monalisa.


“Sekarang aku tidak akan pernah termakan pesona dan rayuan wanita itu! Lihat saja aku akan membuat kau menyesal wanita sialan! Dan untuk Jeon Georgio aku sendiri yang akan membuat dia mendekam di penjara atau perlu aku bunuh saja!”  Atha menyeringai iblis membayangkan apa yang akan terjadi dengan keluarga Georgio ke depan. Saat melihat sudah waktunya, Atha segera pergi kearah ruangan meeting.


...


Dari arah lain, wanita itu yang tak lain adalah Monalisa terus memandang ke arah sang pujaan hati tanpa berkedip.


“Honey, kau tidak pernah berubah bahkan semakin tampan membuat aku semakin tergila-gila padamu!”  


“Baiklah meeting hari saya sudahi sampai disini. Untuk ajuan kerja sama telah saya tangani!” Ucap Atha datar. Tujuan Atha sendiri menerima keduanya apalagi dari perusahaan Georgio karena ingin melihat rencana apa yang akan mereka lakukan. Setelah melakukan jabatan tangan, Atha langsung bergerak keluar diikuti oleh Tio. Namun, baru beberapa langkah terdengar suara seseorang memanggil nya.


“Bapak Atha yang terhormat! Apa bapak memiliki waktu senggang menemani saya makan siang!” Dari suaranya saja dia sudah tau, siapa lagi jika bukan Monalisa.


Tanpa berbalik dengan datar Atha menjawab, “Maaf nona saya terlalu sibuk untuk melakukan hal tak berguna!” Dan kembali melanjutkan langkahnya.


“A-atha k-amu...” Mona mengertakkan rahangnya kesal dengan balasan tersebut. “awas saja kamu pasti akan menyesal karena telah mengacungkan wanita secantik ku” Dengan perasaan dongkol Mona pergi, tidak mungkin dia mengikuti Atha sekarang.


Pertama dia harus menjalani rencana nya sampai mulus, lalu membuat Atha merasa bersalah dan bertekuk lutut padanya.

__ADS_1


Kedua dia harus menyingkirkan hama siapa lagi kalau bukan Luna, wanita yang telah beruntung mendapatkan sang pujaan hatinya. Namun, sebelum itu dia juga harus membantu abangnya.


“Hehe...gue dengar wanita itu sedang sekarat. Heh...baguslah ternyata perbuatan anak itu tidak buruk juga. Dan gue harap dia sekalian mati saja Hahaha...” Mona benar-benar puas, jika tau begini dia tidak perlu memarahi teman-teman Friska tapi ya sudah lah, tidak ada guna nya juga mengajak mereka lagi.


“Atha...Atha...pasti kamu sedih banget kan, tapi salah kamu juga ngapain nikah sama wanita malang itu. Mending sama aku aja, lebih seksi dan lebih lihai untuk memuaskan mu!”  Mona tertawa gila.


“Ah...kenapa gue malah jadi pengen! Kayaknya gue harus cari seseorang”  Sebut saja dia gila **** tapi memang begitulah kenyataannya dengan melakukan itu mood nya akan lebih baik. Apalagi jika melakukan dengan sang pujaan hatinya pasti akan sangat lebih memuaskan.


“Sial! Aku harus secepatnya memiliki Atha” umpat nya dengan tangan sibuk menyetir.


...


Di sisi lain, Atha terlihat sangat buru-buru berlari kecil keluar dari kantor. Beberapa menit yang lalu dia baru saja dapat kabar dari kakak iparnya jika Luna telah siuman. Mendengar hal tersebut tentu saja membuat Atha sangat bahagia dan buru-buru pergi.


Tak butuh waktu lama, Atha sampai di rumah sakit dan dengan langkah cepat dia pergi kearah ruangan rawat sang istri.


Sesampai disana, sebuah senyuman terukir di bibirnya disana terlihat sang istri telah sadar kan diri yang sedang diperiksa oleh dokter. Ana melihat kedatangan Atha ikut tersenyum.


“Apa yang lain sudah tau” tanya Atha.


“Udah barusan kakak kabarin” sahut Ana yang hanya dibalas anggukan oleh Atha.


Setelah dokter itu keluar, dengan tak sabaran Atha memeluk istrinya. “Syukurlah, akhirnya kamu bangun” ucap Atha dengan senyuman tak pernah luntur. Namun dia bingung saat tak mendapatkan balasan dari istrinya. Atha melepaskan pelukannya dan menatap sang istri. Dan dia tersentak saat mendapat tatapan itu.


Deg


“Apa yang terjadi? Kenapa Luna menatap ku sangat dingin!” batin Atha bertanya-tanya.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


 


__ADS_2