
Atha yang lagi memegang gelas akan minum tiba-tiba saja gelas itu terjatuh begitu saja dari tangannya.
Praang...
“Anda tidak apa-apa tuan muda!” Salah satu maid yang lagi berada disana tersentak mendengar suara pecahan tersebut.
Atha juga ikut kaget, “Ah...tidak papa” Atha memijit kepalanya dan langsung pergi dari sana membiarkan maid itu membereskan. Ia berencana kembali ke kamar nya, namun langkah terhenti oleh suara Daddy Arya.
“Mana istrimu!” Suara Daddy Arya terdengar datar dan dingin menatap tajam kearah putra bungsu nya itu.
Atha berbalik menatap Daddy-nya, “kenapa Dad?” Atha bertanya dengan bingung karena tumben sekali Daddy nya menanyakan istrinya.
“Daddy tau kamu capek tapi jangan melampiaskan pada istrimu. Sekarang dimana istri mu?!”
Terdengar helaan dari Atha dengan raut bersalah, ia juga tidak bermaksud seperti itu, “Maaf Dad, aku tidak akan mengulangi nya lagi!” ucap Atha pelan. Arya mengangguk puas dan kembali bertanya masih menatap tajam sang putra.
“mana istrimu!”
“Itu Dad, mungkin Luna pergi bersama Mita dan Johan keluar tadi dia merengek lagi!”
“Kenapa kau biarkan saja, sekarang sudah malam tidak baik untuk kandungan nya...” Arya tidak tau apa isi otak putra nya ini. Saat akan melanjutkan kata-katanya harus terhenti saat mendengar deringan ponsel putra nya.
Atha sendiri segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan langsung mengangkat nya saat nama Mita tertara disana. Entah kenapa ia merasa firasat buruk.
“Ada apa!”
“...”
“APA! TIDAK MUNGKIN...KAU JANGAN BERCANDA!”
“...”
“Baik lah saya akan segera kesana”
Tut Tut
Arya yang melihat wajah panik putranya hanya diam dengan muka datar nya.
“Bagaimana! Apa kau menyesal sekarang!” Bukannya menenangkan putranya tapi malah membuat Atha semakin panik.
“Dad, Luna kecelakaan aku harus kerumah sakit!” tanpa berkata lagi Atha bergegas keluar dan meminta Yanto menghantarkan kerumah sakit.
Sedangkan Arya sendiri hanya menghela nafas panjang, ia sudah lebih awal tau dari putranya tapi sengaja tidak mengatakan karena ikut kesal dengan sang putra membiarkan istrinya keluar malam-malam.
__ADS_1
“Ada apa Dad! Kenapa Atha keliatan panik begitu!” tanya Alisya yang sempat melihat raut kepanikan Atha.
“Luna kecelakaan!” jawab Arya datar. Yang mana membuat Alisya terkejut.
“Apa!” Alisya terlihat sangat khawatir sekali.
“Lebih kamu di rumah saja temanin putrimu, biar Daddy nyusul Atha”
“Tapi Dad...”
“Tidak ada tapi-tapian, sekarang sudah malam. Mike sebentar lagi juga akan pulang” Alisya hanya mengangguk, mungkin besok ia melihat Luna, ia hanya berdoa semoga saja Luna baik-baik saja, apalagi kandungan nya.
Kemudian, Arya segera pergi bersama Anton. Jangan kira Arya tidak khawatir, dari awal ia sudah curiga ada yang tidak beres. Beberapa hari yang lalu ia telah meminta Anton menyelidiki seseorang. Dan dugaan tidak salah, ada yang ingin bermain-main dengan orang terdekatnya.
“Anton apa kau telah memerintahkan mereka menangkap dalang penyebab kecelakaan menantuku!”
“Sudah tuan!” Jawab Anton yang sedang fokus menyetir.
Arya mengangguk puas, ia tidak sabaran memberi pelajaran. “Heh...lihat saja apa akan ku lakukan!” Arya menyeringai devil.
...
Sedangkan dirumah sakit, Atha terlihat mondar-mandir di depan ruangan ICU, disana juga ada Mita, Johan dan Joko dengan muka tak kalah paniknya. Mereka yakin setelah ini mereka akan masuk kandang singa.
Terdengar helaan panjang dari dokter itu, lalu menjawab, “Tuan muda tenang saja keadaan nyonya tidak perlu dikhawatirkan, Nyonya kehilangan banyak darah tapi untung saja masih terdapat stok darah yang cocok untuk Nyonya. Sekarang nyonya telah melewati masa kritis nya...”
“Tapi...”
“Tapi apa dok? Jangan membuat saya semakin khawatir!” Sentak Atha terlihat marah karena dokter itu menggantung kata-kata nya. Begitupun Mita, Johan dan Joko mereka menatap dokter itu tajam.
“Hahh...Nyonya memang selamat tuan muda tapi...bayi dalam kandungan tidak bisa diselamatkan terlalu kuat benturan nya membuat nyonya keguguran!” jawab nya dengan berat, apalagi melihat tatapan mereka membuat ia berkeringat. Rumah sakit ini jelas milik keluarga Albert.
!!
“A-APA!”
“DASAR DOKTER SIALAN! KAU JANGAN COBA-COBA MENAKUTI KU” Atha yang telah dikendalikan emosi hampir saja membogem dokter tersebut jika tidak di tahan oleh Johan dan Joko.
“Tuan muda, kendali kan emosi anda. Dia tidak mungkin berbohong” ucap Johan. Dokter itu merasa lega hampir saja jantung copot.
“Apa semua keturunan keluarga Albert seperti ini!” batinnya.
Atha menghempaskan kedua tangan Johan dan Joko yang menahannya dan langsung memasuki ruangan tersebut. Ia hanya ingin melihat istrinya.
__ADS_1
Sesaat setelah Atha masuk, terdengar suara langkah seseorang mendekat, dia adalah Arya dan Anton. Mita, Johan dan Joko melihat tuan besar segera menunduk hormat.
“Bagaimana?” Arya bertanya seraya melirik Dokter yang tadi datar. Baru saja merasa lega malah sekarang datang yang sebenarnya. “Ah...tuan besar...” kemudian ia menjelaskan semuanya seperti ia katakan pada tuan muda Atha sebelum nya.
“Hm... segera pindahkan ke ruangan khusus keluarga saya!” ucap Arya.
“Baik tuan” Dokter tersebut segera kembali kedalam dan meminta suster membawa pasien ke ruangan khusus Keluarga Albert.
“Mau kalian bawa kemana istri saya!” Atha menatap dingin kedua suster dan dokter tersebut.
“Maaf tuan muda, kami akan memindahkan nyonya ke ruangan khusus keluarga anda!”
“Hm” Atha hanya menatap sendu istrinya yang terbaring diatas brankar tersebut.
“Maafkan aku sayang! Andai aja aku pergi sama kamu, mungkin kamu tidak akan begini dan tidak akan kehilangan anak kita!” batin Atha dengan rasa sesalnya. Nanti apa yang harus ia katakan pada istrinya. Dia pasti sangat terpukul sekali dengan kenyataan ini.
“Dad!” Atha menatap sendu saat melihat Daddy nya.
“Daddy tau apa yang kau rasakan, tapi kamu jangan terlalu terpuruk dalam kesedihan. kamu tenang saja bawahan Daddy masih sedang pencarian sang pelaku” Arya menepuk pelan pundak putranya yang terlihat terpukul sekali.
“Pelakunya Dad! Dia harus dapat balas setimpal” Atha mengepalkan tangannya dengan erat dengan sorotan mata penuh kemarahan dan kebencian.
“Benar, nyawa dibalas nyawa!” ucap Arya dingin, karena orang itu ia harus kehilangan calon cucunya dan melukai menantu kecilnya.
“Jangan lupa kabari abang sulung mu dan kakak iparmu, mereka harus tau”
Atha mengangguk, ia baru ingat belum memberitahu abang sulung nya itu yang sekarang berada di Korsel.
“Baiklah Daddy pergi dulu ada yang harus Daddy selesai kan. Nanti abangmu Mike akan kesini”
“Baik Dad” Kemudian Atha pergi kearah ruangan tempat istrinya dibawa suster dan dokter tadi.
Setelah melihat Ath pergi, Arya menatap tajam kearah Mita, Johan dan Joko. “Setelah ini nikmati hukuman kalian!” ucap Arya datar. Mereka hanya menunduk takut, menolak pun tidak bisa.
“Anton”
“Baik tuan” kemudian mereka berlalu pergi dari rumah sakit tersebut.
BERSAMBUNG...
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT
__ADS_1