
Keesokan harinya. Luna yang sedang bercanda gurau dengan Alisya dan kedua sahabatnya Zoya dan Rere di pekarangan belakang mansion yang terdapat kolam renang cukup besar di sana, mereka langsung menghentikan obrolan mereka saat mendengar suara seseorang.
“Sayaang...Aku pulang!” teriak seorang yang tak lain adalah Mike yang baru balik dari luar kota bersama Atha.
“Kamu bisakan gak teriak, malu tau ada teman-teman Luna” tegur Alisya seraya bangkit dari duduknya dan menghampiri suaminya.
Mike yang di tegur hanya mengedikkan bahu nya tak peduli, “aku cariin ternyata kamu disini” ucapnya sambil mengecup singkat kening istrinya tanpa mempedulikan tatapan iri dari Zoya dan Rere.
“Bang, kak Atha mana?” tanya Luna karena tidak melihat suaminya.
“dia di lantai atas” sahut Mike seraya merangkul istrinya berniat mengajak ke kamar, namun Alisya menahan. Sedangkan Luna juga pergi menemui suaminya.
“Mending kamu bersih-bersih aja sana, di sini masih ada tamu...aku mau ngobrol sama mereka” ujar Alisya saat tau isi otak suaminya, lagian baru pulang malah mengajak nya ke kamar, segitu rindu kah.
Mike ingin protes, namun ia urungkan karena tidak ingin membuat istrinya marah. Ingin merengek tapi malu, bisa jatuh harga diri nya di depan kedua gadis tersebut.
“Leta mana!” tanya nya karena telah merindukan putri kecilnya.
“pergi sama Daddy”
“Kemana?”
“Gak tau. Main kali, lagian kamu kan tau kebiasaan Daddy” jawab Alisya karena Daddy Arya tidak bilang mau kemana hanya mengatakan ingin membawa cucu nya main.
Mike hanya mengangguk mengerti, lalu berbalik pergi ke kamar nya yang berada di lantai atas.
...
Luna yang telah masuk kedalam kamar langsung terkejut saat mendapatkan pelukan dari Atha dari belakang nya.
“Ih... ngagetin aja” Degus Luna namun tetap tersenyum saat merasakan Atha malah mendusel-dusel kan kepala di ceruk lehernya.
“Kangen” lirih Atha tak lupa mengelus perut rata istrinya. Luna hanya tersenyum geli, baru aja beberapa hari udah kangen.
“udah lepas dulu, mending kamu mandi sana biar gak bau”
__ADS_1
“Bau dari mana sih, sebelum berangkat aku mandi tau...masa iya udah bau aja, wangi kok” Protes Atha karena tidak mencium bau tapi malah tetap wangi.
Mendengarnya Luna hanya memutar bola matanya males, ia akui wangi pake banget.
“Sayang...apa dedek nya rewel selama aku pergi” tanya Atha setelah melepaskan pelukannya dan mengganti posisi berjongkok di depan istrinya seraya mencium perut rata istri nya.
“Gak kok, malah aku ngerasa seperti orang hamil” sahut Luna sambil tersenyum namun juga sedikit heran. Biasanya setiap orang hamil banyak tingkah aneh dan ngidam aneh-aneh tapi entah kenapa dirinya tidak.
“Apa mungkin kamu yang ngerasain kak?” Luna menundukkan kepalanya menatap suaminya yang masih setia memeluk perut ratanya.
Atha tidak menjawab namun menganggukkan kepalanya, karena memang akhirnya-akhir ini ia sering marah-marah tidak jelas dan ngidam aneh-aneh.
“Sayang mau jenguk dedek bayinya” rengek Atha.
“Jangan sekarang deh, ini masih siang. Di bawah juga ada sahabat aku Zoya sama Rere. Mending kamu bobok aja pasti lelah kan” Lagian siang bolong begini minta nganu, kayak gak ada waktu malam aja.
“Biarin aja sahabat kamu itu, suruh mereka pulang saja. Kalo biar aku sendiri yang ngusir mereka!”
Luna melotot mendengar tuturan suaminya, “enak aja main ngusir sahabat aku. Awas kamu gak bakal aku kasih jatah” kan kesal, lagian suaminya itu asal ngomong saja.
“Udah aku mau keluar” Atha langsung cemberut saat melihat istrinya pergi keluar.
Malam harinya, Di salah satu Club’ terlihat seorang wanita yang tak lain adalah Monalisa sedang berbincang dengan seorang cowok tampan dengan wajah ke bulean.
“Max, Lo harus turutin perintah gue! Lo tau kan gue tidak akan melepaskan Atha gitu aja, Yah...sayangkan cowok mapan dan tampan kaya raya seperti Atha di lepas” Monalisa berkata seraya memegang gelas berisi wine minuman kesukaannya.
Max tertawa mendengar perkataan Monalisa dari dulu ia sangat kenal seperti seorang Monalisa. “Haha...Lo gak pernah berubah ya, selalu tidak mau di rugikan. Tapi gue sebagai sahabat Lo tetap mendukung”
“Jadi bagaimana rencana lo! Apa wanita yang dipilih Atha itu lebih cantik dari sahabat tercinta gue ini Hm...” Lanjut Max sambil merangkul pundak telanjang Monalisa karena pakaian Monalisa sekarang sangat seksi dan cukup terbuka.
Monalisa meneguk wine nya kemudian menjawab, “akan segera di mulai dan tentu saja gue lebih cantik dari dia, hanya anak miskin tidak akan bisa disandingkan dengan wanita cantik, seksi bin mulus kek gue” Dan dengan centil nya Mona mencium sebelah pipi sahabat nya yang bernama Max tersebut. Max sendiri tentu saja kesenangan tak perlu diminta pun langsung dapat.
“iya gue tau...gimana kalo kita...” Max mengedipkan mata genit kemudian tanpa berlama langsung mencium dan menyesap bibir Mona yang terlihat sangat menggoda baginya.
Sedangkan Mona tidak menolak karena sudah terbiasa, bahkan ia sudah sering kali berhubungan badan dengan Max termasuk bokap Jessica. Monalisa juga seorang wanita gila **** namun dia lebih sering melakukan dengan Max dan bokap Jessica, itu pun tanpa sepengetahuan Jessica dan istrinya bahkan keluarga nya tidak mengetahui tentang hubungan mereka sebagai partner ****.
__ADS_1
Setelah berciuman cukup mereka memilih pergi ke hotel untuk melakukan yang lebih. Sesampai di hotel mereka langsung melakukan hubungan **** dalam waktu cukup lama.
Beberapa jam kemudian, terlihat keduanya telah berbaring sambil berpelukan hanya ditutupi oleh kain selimut.
“Mon, apa sudah berapa banyak Lo main sama pria lain selain gue?” Mendengar pertanyaan Max, Mona tidak terlalu bingung karena sudah sering sahabat nya ini tentang itu.
“Uhm...berapa ya? Gue gak ingat! tapi gue kan lebih sering main sama Lo...”
“Termasuk bokap Jessica!” Max memotong perkataan Monalisa dengan nada sedikit kesal. Dan Mona hanya mengangguk santai tanpa mengerti maksud pertanyaan dari Max.
Max merubah posisi nya dengan menatap lekat wajah Monalisa yang sekarang juga sedang menatapnya dengan raut bingung.
“Please Mon! mulai sekarang Lo jangan main sama pria lain lagi selain gue, apalagi bokap Jessica, nanti kalo Jessica sama tante Merry tau gimana? Mereka pasti marah dan kecewa sama Lo! Apalagi Keluarga Lo, bisa-bisa Lo di bilang wanita tidak baik dan perusak rumah tangga orang!” Terlihat dari tatapan Max sangat khawatir, peduli dan sangat menyayangi Mona.
“Maksud Lo apa ngomong begitu? Lo pikir Lo siapa ngelarang gue Hah! Lagian bukan urusan Lo juga kalo mereka tau, gue bisa urus sendiri” Sentak Mona tak suka dengan ucapan Max, dan langsung beranjak memakai pakaian nya untuk pergi.
“Mon, gue sahabat Lo” Max terlihat panik melihat Mona marah padanya. Dengan cepat ia menahan Mona yang akan pergi setelah selesai memakai pakaian nya.
“Mon... please! Jangan marah sama gue, gue cuman ingin yang terbaik buat Lo”
“Ck, gak usah ngajarin gue. Yang perlu Lo lakuin turutin permintaan gue yang tadi! Gue gak mau sampai Lo gagal” Setelah itu Mona langsung berlalu keluar tanpa menyadari dirinya telah membuat luka di hati Max.
“Aaarggh...” Max berteriak antara sakit hati dan marah.
“Kenapa Lo gak pernah mengerti perasaan gue selama ini Mon! KENAPA?!”
“Sedangkan Lo dengan seenaknya meminta gue baut turutin semua keinginan lo! Selama gue selalu turutin tapi disaat gue yang minta bahkan memohon Lo gak pernah mau! KENAPA MONA? KENAPA?!”
“Gue sayang sama lo! Tapi Lo gak pernah mengerti” Max terduduk dilantai dengan kepala bersandar di tepi ranjang. Max terlihat berantakan dengan mata berkaca-kaca.
“Atha! Gue gak akan pernah biarin Lo bersama dia lagi. Sorry Mon, mungkin gue bakalan merusak rencana Lo!” Batin Max seraya tersenyum miring.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT