
Di tempat lain, terlihat seorang gadis mengamuk bahkan melempar-lempar semua barang yang berada di sekitarnya.
“Aaarrghhh...sial! semua gara-gara cewek miskin tak tau diri itu!” gadis itu mengusap kasar rambutnya yang telah berantakan tersebut.
“Gak, gue gak percaya dia tidak mungkin di lindungi keluarga Albert...pasti semua ini salah” racau nya dengan tampilan sangat kacau sekali.
Friska, Yap dia Friska, putri bungsu Keluarga Wijaya yaitu keluarga terpandang namun masih jauh di bawah keluarga Albert maupun Georgio.
Permasalahan nya karena orang tuanya sendiri marah besar sebab sekarang perusahaan keluarga hampir diambang kebangkrutan dan itu karenanya, bukan hanya itu ia dan teman-temannya juga telah di keluarkan dari sekolah bahkan mau pindah pun tidak ada yang mau menerima padahal sebentar lagi mau tamat.
Namun, satu hal lagi yang paling membuat ia hancur sesuatu yang di tutup-tutupi nya selama beberapa tahun ini terbongkar dan membuat keluarga nya murka dan malu, ia di usir dari rumah.
Dan sekarang telah hampir seminggu kejadian tersebut, kini ia tinggal di apartemen milik Abang sulungnya, karena hanya Abang nya itu yang tidak ikut mengusir dan apartemen tersebut juga telah di berikan padanya.
“AAARRKH...gue akan balas, gue makin benci sama Lo Luna sialan! Liat aja gue pasti bakal hancurin Lo se hancur-hancurnya!”
“Hahaha.. tunggu pembalasan gue *****!” Friska tersenyum miring, lalu mengambil ponsel nya yang hampir ia lempar ke lantai untung tidak jadi.
Ia mencari kontak teman-teman nya untuk memulai rencana pembalasan. Ia tak terima semua ini, benar-benar membuatnya semakin membenci Luna.
🌼🌼
London
Telah hampir seminggu mereka di negara asing tersebut. Masalah ingatan Atha juga sudah mulai berangsur-angsur pulih. Luna juga sudah mulai mengikuti ujian online.
Daddy Arya juga telah kembali ke Indonesia dua hari yang lalu sebab tidak bisa lama-lama, bagaimana pun masih ada pekerjaan harus di urusnya.
Seperti sekarang kedua sejoli tersebut sedang seru pergi jalan-jalan dan jangan lupakan dari kejauhan mereka tetap di awasi oleh bawahan Daddy Arya untuk jaga-jaga.
“Panas-panas begini enaknya es krim...kak beliin satu cup es krim rasa vanilla” ucap Luna yang sedang duduk di sebuah bangku panjang, di sebelah nya ada Atha.
“Bentar” Atha segara ke arah penjual es tersebut karena tempatnya juga tidak terlalu jauh.
Sambil menunggu Atha, Luna hanya memandang orang-orang lewat berjalan kaki, tak seberapa dari mereka berpasangan. Dan tak terduga pandangan mendapatkan sepasang kekasih lagi kissing entah ia juga tak tau bisa saja lebih.
“Ck...gak malu apa” cibirnya, tapi ia sadar jika ini bukan Indonesia jadi maklumi saja.
“Liat apa sih!” Ah ternyata Atha, Luna segera memalingkan muka nya kearah Atha yang berada di sebelah nya membawa dua cup es krim.
“Gak ada”
Atha hanya ber ‘oh’ ria Lalu memberikan satu pada Luna yang rasa Vanilla sesuai permintaan sang istri.
Luna mengambil nya dengan senyuman lebar, “makasih ya”
Atha hanya membalas nya dengan deheman, ia menatap istrinya yang tampak sangat lahap sekali memakan es krim nya.
“Kenapa?” tanya Luna yang ternyata sadar oleh tatapan Atha yang tak biasa. Ia ikut menoleh pada Atha dengan kerutan di keningnya.
__ADS_1
“Hah... emang nya kenapa?” bukan nya menjawab malah bertanya balik membuat Luna kesal saja.
“Ck, serah deh” tanpa peduli lagi ia melanjutkan menikmati es krim nya sambil main ponsel.
Atha yang merasa di cuekin ikut mengintip apa yang di lihat Luna.
“Ngapain ngintip...gak usah kepo” cetus Luna membuat Atha menghentikan acara ngintip nya.
“Emang kenapa? Jangan bilang kamu mau chattingan sama selingkuhan kamu” tuding Atha sewot dengan sesekali menjilat es krim di tangannya.
Mendengar itu, Luna langsung menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah Atha dengan tatapan heran.
“Apa tadi, kamu bilang selingkuhan...gak usah nuduh sembarangan deh, nyebalin banget sih”
“Siapa suruh cuekin akunya”
“Cuek gimana sih, orang main hp doang sensian amat sih...kek cewek” lagian aneh banget sih.
“Ya udah balik aja yuk” ajak Atha setelah menghabiskan es krim nya begitu pun Luna.
“nanti aja deh” tolak Luna.
“Balik aja, besok kita main lagi”
Akhirnya, Luna mengalah lagian ia juga udah lelah pengen rebahan.
...
Luna yang sedang mengganti bajunya di kagetkan oleh seseorang masuk ke kamar mandi tak sempat di kunci nya.
“Ih...bisa gak kalo mau masuk itu di ketuk dulu” gerutu Luna pada seseorang itu yang tak lain Atha suaminya.
“Sengaja” sahut nya acuh.
Luna hanya berdecak, lalu pandangan teralih pada sesuatu di pegang suaminya tersebut.
“Apaan tuh”
Bukannya menjawab, Atha malah tersenyum aneh lalu memberikan pada Luna.
“Buat kamu...malam ini kamu harus pakai ini, pokoknya gak boleh nolak, awas aja kalo tidak di pakai!”
Setelah memberikan pada Luna, ia kembali keluar. Beda halnya dengan Luna, ia tampak kebingungan karena masih belum melihat pasti pakaian apa yang di berikan suaminya itu.
Namun, saat melihat dengan jelas Luna langsung melotot dan terpekik.
“KAK ATHAAA...MASAK AKU HARUS PAKAI BAJU KURANG BAHAN GINI SIH...”
Atha yang mendengar pekikan Istrinya hanya terkikik, untung kamar mereka kedap suara.
__ADS_1
“Harus di pakai...itu mahal lho belinya” sahut Atha, ia juga tak sabaran melihat hasilnya pasti seksi banget dah.
Sedangkan di kamar mandi, Luna mencak-mencak sendiri. Masak iya diminta pakai lingerie sih kan malu, lagian suami nya itu ada-ada aja deh.
Kalo mau kan tinggal bilang aja gak usah di suruh pakai pakaian laknat ini juga.
“Pakai apa enggak ya? Kalo enggak di pakai pasti bakal marah deh...iiihh, ngeselin banget sih...apaan coba pakai beginian, malah buang-buang duit beli yang nggak jelas begini” Luna terus menggerutu seraya menatap jijik kearah lingerie merah itu.
Setelah berpikir akhirnya dengan terpaksa memakainya kalo tidak suami menyebalkan nya bisa marah, kan nggak like.
Sebelum keluar Luna memandang dirinya dulu lewat kaca. Ia akui dengan badan montok dan kulit putih nya terlihat sangat seksi setelah memakai lingerie tersebut.
“pantasan laki gue tuh kesemsem banget ama gue...lah gue montok begini, cantik pula tuh” Luna tergelak sendiri, kemudian segera keluar.
Sekarang ia tidak terlalu malu lagi karena dalam beberapa hari ia sudah terbiasa, apalagi sejak hari pertama melakukan itu mereka sering melakukan lagi.
Ceklek
Atha yang lagi fokus pada ponselnya menoleh saat mendengar pintu kamar mandi di buka.
Dan matanya langsung melotot, berbinar-binar melihat pemandangan indah tersebut.
Atha hanya bisa menelan saliva susah payah, ternyata memang tidak salah ia meminta istri montok nya itu memakainya.
“Sini sayang” Atha menepuk sofa di duduki nya, tak lupa mengedipkan mata untuk menggoda.
Luna sendiri hanya menurut, ia yakin setelah ini bakalan terjadi malam terpanas lagi.
Setelah Luna duduk dekat nya, Atha langsung melempar ponselnya sembarangan, dan langsung memeluk istrinya.
“seterusnya kalo lagi di kamar kamu harus sering-sering deh pakai beginian”
Luna hanya mendelik, ogah benar dia pakaian laknat ini sering kali.
“Gak nyaman tau... ngapain pakai pakaian kurang bahan terus yang ada aku di gempur sampai pagi” cetus Luna sebal.
Atha hanya terkekeh dan jangan lupa kan tangannya telah bergerilya di tubuh montok istrinya.
“Bikin debay yuk” bisiknya di telinga Luna.
Luna hanya berdeham, lagian ia juga tak akan bisa menghindar kalo sudah begini.
Melihat respon Luna, Atha sangat gembira tanpa ba-bi-bu lagi membawa istri nya ke tempat tidur.
“pasti besok gue bakalan bangun kesiangan lagi” batin Luna pasrah.
BERSAMBUNG...
__ADS_1
LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT