Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 40. Adik Laknat!


__ADS_3

“Tidak...mamaaa!”


“Hosh...hosh...” Atha langsung terbangun dengan nafas memburu bahkan pakaian tidurnya telah basah karena keringat.


“Mimpi itu lagi!” Atha mengusap kasar wajah nya, “Mama...Atha kangen mama” lirihnya saat mengingat semua kenangan tentang mama wanita yang merawat waktu kecil walaupun bukan wanita melahirkan nya tapi tetap saja rasa sayang nya sangat kuat sebab sebelumnya bertemu keluarga kandungnya wanita itulah yang telah merawat nya.


“Mama, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu! Aku tidak akan memaafkan mereka sampai mereka mati sekalipun!” Mata Atha memerah mengingat kejadian keji saat para bajingan itu memperkosa secara bergilir dan membunuh mamanya dengan kejam.


“seperti nya sepulang ini aku harus mengunjungi makam mama” gumamnya mengingat sudah cukup lama ia tak mengunjungi mamanya, Mungkin ia juga harus membawa istrinya karena sudah sepatutnya istrinya tau tentang mamanya.


Kemudian Atha bangkit dan pergi memasuki kamar mandi untuk mencuci muka nya.


“Dek!” terdengar suara panggilan dari arah luar pintu kamar Atha.


“Dek...udah bangun apa belum” Itu adalah Mike memanggil adik nya Atha, namun tak ada balasan.


“Kebo banget adek gue...” lalu ia ingat sesuatu, “njiir...lupa gue kamarnya kan kedap suara mana kedengaran” sesal nya merutuki kebodohan nya.


“Ck, mending gue makan duluan aja daripada menunggu yang tak pasti” Mike berbalik pergi kearah ruangan makan yang telah dihidangkan oleh para maid.


Mereka berada di mansion milik Mike sendiri dan sekarang telah hampir seminggu mereka di luar kota, urusan disana juga telah selesai dan mungkin besok mereka akan kembali.


Saat akan menyuap lauk ke mulutnya harus terhenti oleh suara seseorang siapa lagi kalo bukan Atha adik bontot nya.


“Bagus bang, makan sendiri tanpa gue!” ucap Atha yang baru sampai disana dengan pakaian telah berganti dengan baju kaos dan celana pendek nya dan ikut duduk di kursi kosong didepan abangnya yang di batasi meja makan.


“lah suka-suka gue” Mike memutar bola matanya melas dan menjawab dengan acuh. Memang begini antara mereka kadang pakai aku-kamu kadang lo-gue, tapi sebenarnya mereka lebih senang berbicara pakai lo-gue biar lebih seru walaupun terkadang akan kena marah jika terdengar oleh sang Daddy.


Atha hanya melirik abangnya males dan memakan makanannya.


Beberapa menit setelah selesai makan siang, mereka memilih bersantai di ruangan keluarga sambil ngopi.


“Tha...Lo yakin besok berangkat, kenapa gak malam ini aja?” tanya Mike melirik adiknya yang lagi sibuk membolak-balikkan berkas di tangannya.

__ADS_1


Pandangan Atha yang awalnya memandang berkas tersebut langsung beralih pada abangnya dengan mengernyit, “Emang kenapa? Apa ada masalah?” Atha bertanya dengan kebingungan, perasaan tidak ada masalah jika ia pulang besok.


“Lah emang Lo gak rindu gitu sama bini Lo...emang Lo betah dalam beberapa malam ini tidur tanpa ada bini...kalo gue mah kagak, kagak ada penghangat, apalagi...” Ocehan Mike langsung terpotong oleh ucapan datar Atha.


“Kurang belaian Lo bang!” dengan menatap abangnya itu datar.


Bibir Mike berkedut dengan mata melotot dan berkata dengan kesal, “lo kali yang kurang belaian sembarangan aja kalo ngomong!”


“lo sih lebay...baru aja pisah lima hari gak sebulan...bucin sih boleh tapi gak gitu juga kali” sahut Atha mencibir.


“...” Mike diam namun tatapannya sangat tajam, apa adiknya ini tidak pernah merasakan seperti apa yang rasakannya padahal sudah beristri.


“Kayak Lo kagak bucin aja, gue ingat waktu itu gue pernah ngintip Lo lagi bucin dan merengek kek anak kecil...ayo ngaku lo! Siapa yang lebih bucin dari gue” Mike menaik-turunkan alisnya menggoda adiknya. Sedangkan Atha mendengar nya hampir saja tersedak saat meminum kopinya dan menatap tajam pada Mike.


“Sialan Lo ******! Dasar tukang intip!” umpat Atha dengan garang. Tentu saja dia malu.


Mike malah ketawa kencang saat melihat muka merah adiknya, ternyata adiknya malu. “Bisa malu juga Lo dek, Hahaha... makanya jangan suka ngeledek gue kan jadi kena batunya Lo”


“Cih” Atha hanya berdecih kesal mendengar suara tawa itu benar-benar menyebalkan.


“nyinyir sekali anda!” balas Atha datar tanpa melirik dan langsung beranjak dari sana karena terlalu malas mendengar pertanyaan dan ocehan unfaedah dari abangnya itu.


Mike menatap jengkel sang adik, “Dasar adik laknat!”


“kalo mau pulang sekarang, pulang saja duluan jangan sampai stres nantinya!” Teriak Atha dari jauh tanpa menoleh ke belakang.


“DIAM LO BONTOT!” Pekik Mike dengan keras karena terlalu kesal. Bahkan membuat para maid dan pengawal disana tutup telinga. Begini majikan nya ini jika diluar dingin kek es balok tapi didepan keluarga terdekat nya langsung mencair seperti tak ada es nya.


🌼🌼


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di kampus Luna kuliah. Terlihat Luna menahan kekesalan nya karena dari awal sampai di kampus hingga sekarang diri selalu jadi pusat perhatian karena selalu diikuti oleh beberapa pengawal. Walaupun anak-anak di kampus telah tau Luna menantu keluarga Albert tapi tetap saja semua itu membuat Luna tak nyaman karena banyak yang pura-pura baik dan ingin berdekatan dengan nya dan sekarang ditambah dengan pengawal ini. Sangat berlebihan.


“kalian bisa kan tidak mengikuti saya lagi. Ini berlebihan tau gak? Kayak anak presiden aja!” pekik Luna dengan muka tak berdaya, di tambah kedua sahabatnya malah ikut membela bukannya membantu mencari cara untuk menjauhkan mereka.

__ADS_1


“kalian dengar ucapan saya!” sentak Luna berkecak pinggang menatap garang ketiga pengawal yang satu diantara mereka seorang wanita.


“Maaf nyonya muda, kami tidak bisa meninggalkan nyonya karena ini perintah tuan besar dan tuan muda!” sahut pengawal wanita tersebut mewakili kedua temannya dengan nada datar dan wajah datarnya yang mana membuat Luna sekali kesal.


“Lebay banget sih, lagian disini kan ada kedua sahabat saya jadi kalian tidak perlu terlalu berlebihan. Juga kalian kan masih bisa menjaga dari jauh” Luna berkata dengan nada sedikit lemas dan tak berdaya.


“Tidak bisa nyonya! Kita tidak bisa menjamin keselamatan nyonya dari jarak jauh. Musuh tuan Albert telah mengetahui tentang nyonya jadi bisa saja salah satu dari mereka ingin mengincar nyonya!” jawab pengawal wanita itu lagi masih dengan datar.


Mendengar itu, Luna hanya mendesah lemah karena apa yang dikatakan wanita itu benar juga. Bagaimana pun ia sekarang istri dari salah satu tuan muda keluarga Albert.


“Udah gak usah di pikirin...lagian ini juga demi kebaikan Lo” ujar Zoya seraya merangkul pundak Luna.


“Benar. Apalagi dengan keadaan lo yang sekarang jadi harus ekstra hati-hati dan penjagaan yang ketat” sambung Rere lagi ikut menambah kan.


Jauh dari tempat mereka, terlihat tiga orang wanita menatap kearah Luna dengan tatapan kesal dan jengkel.


“Sialan! Kenapa ketiga pengawal itu selalu mengikuti Luna...kalo begini akan susah menculik nya!” Friska mengepal tangannya kuat.


“Cih... ternyata keluarga Albert sangat menjaga nya dengan ketat!”  Riya ikut geram.


“Heii...kalian gak usah emosi gitu, lagian masih ada Monalisa...gue yakin Mona bakal mudah menculik nya tanpa sepengetahuan pengawal itu” Kinan melirik kedua temannya itu dengan jengah, apa mereka lupa dengan rencana Monalisa.


“Lo benar. Kita hanya perlu menunggu info dari Mona” angguk Riya. Friska juga meredam emosi nya dan kembali tersenyum smirk membayangkan penyiksaan kejam yang diberikan pada Luna.


“Heh... Luna..Luna, liat aja nanti Lo bakal gue buat menangis minta ampun dan gila!” ucap Friska dalam hatinya.


Sedangkan Luna sendiri terlihat tertawa senang bersama kedua sahabatnya tanpa mengetahui sama sekali rencana busuk mereka yang akan menimpanya.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


 


__ADS_2