Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 34. Rencana busuk Dona


__ADS_3

Tak terasa telah hampir dua minggu lebih Luna balik dari London dan tinggal di mansion bersama keluarga besar Albert. Luna juga telah menerima ke lulusan yang mana sebentar lagi Luna akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Dan soal Atha, yang mana sebenarnya masih menjalankan masa perkuliahan di semester terakhir namun karena sudah cukup lama tidak masuk jadi harus terpaksa mengulang. Tetapi ternyata telah di urus oleh Sean abang nya, apalagi kampus tersebut milik keluarga Albert dan sangat mudah bagi mereka.


Atha tidak perlu susah payah mengulang nya atau pun berhenti hanya tinggal menyelesaikan skripsi dan terakhir wisuda.


Atha juga telah di angkat oleh Daddy nya menjadi Direktur di salah satu perusahaan sang Daddy sebelum nanti akan di serah kan sepenuhnya karena bagaimanapun Atha masih baru dalam dunia bisnis.


Arya juga telah mengumumkan tentang identitas putra bungsunya yang selama tak di publik karena sudah sepatutnya semua dunia tau siapa putra bungsu nya kecuali orang tertentu yang sudah lama tau duluan termasuk keluarga Georgio.


orang-orang pada kaget dan tercengang mendengar berita tersebut. Apalagi beberapa orang yang sempat kenal dengan Atha, namun tidak mengetahui identitas asli nya.


Di kampus saja dulu, hanya segelintir orang yang tau siapa Atha jadi wajar saja banyak yang tercengang.


...


“Ma...aku gak nyangka cowok itu putra bungsu Keluarga Albert...ck, beruntung banget anak itu...kenapa sih, di selalu beruntung” Dona terus mendumel tak terima atas berita heboh dua hari yang lalu.


“tinggal embat aja apa susahnya sih...sirik aja Lo dek” sahut Davin tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.


Sekarang mereka lagi berada di ruangan keluarga, disana juga ada Sinta mama mereka kecuali Sandi sang papa yang belum pulang dari kantor.


“Betul tuh kata abang mu, kalo perlu buat mereka bertengkar lalu pisah...lalu kamu buat dia jadi milikmu” Sinta sang mama ikut menambah kan.


“Mama serius, gak semudah itu kali... mereka bukan keluarga yang mudah di singgung” ujar Dona sedikit pesimis, bukannya ia takut tapi tidak ingin saja nanti malah berimbas kekeluargaan, apalagi papanya bekerja di perusahaan mereka.


“Belum juga di coba malah langsung pesimis...lagian adek gue gak buruk amat...Luna aja tampang pas-pasan bisa tuh...masa Lo yang lebih gak bisa...”


“Benar kata abang mu, mama gak suka aja liat anak itu malah jadi songong nanti” Sinta tak terima Luna hidup bahagia apalagi dapat menikmati harta kekayaan keluarga Miliarder itu, seharusnya putri bukan Luna anak miskin itu sangat tidak cocok.


Mendapatkan dukungan besar dari kedua orang tersayang nya membuat Dona bersemangat dan tak pesimis lagi, Dona tersenyum miring saat memikirkan rencana busuk nya yang akan disebut pelakor tapi tak masalah baginya. Sebab sampai kapan pun ia tak akan pernah senang melihat sepupunya itu hidup bahagia apalagi dengan harta berlimpah.


“Tapi ingat kamu juga jangan sampai memutuskan hubungan mu dengan pacarmu itu... bagaimana pun dia juga termasuk dari keluarga kalangan atas bagus untuk di manfaatkan sampai kamu berhasil mendapatkan suami Luna...ingat jangan sampai pacarmu itu tau, kan rugi”  Sinta terus memberikan masukan buruk pada putrinya, sebut saja ia seorang ibu tak baik tapi memang seperti itu lah sifatnya di otaknya hanya harta...uang dan uang.


“Mantap dah, mama paling terbaik” seru Davin memberikan jempol pada sang mama dan tentu saja di balas senyuman sumringah dari Sinta.


“Iya dong mama siapa dulu...dan jangan lupakan kalian lahir dari rahim siapa”


Kedua kembaran tak seiras itu tertawa tepatnya tertawa setan dengan otak penuh kelicikan.

__ADS_1


“Bagaimana dengan papa...” tanya Dona mengingat sang papa belum pulang dari kantor.


“tentu saja dia setuju...kalian tidak tau saja siapa papa kalian itu” sahut Sinta. Karena sifat suaminya hampir sama dengan nya tidak ada bedanya.


Dan sekarang diturunkan kepada anak-anak nya memang Keluarga setan.


...


Sedangkan di tempat lain, Luna terlihat pergi jalan-jalan bersama sahabat tercinta nya di sebuah mall.


“Njiir... mentang-mentang bini orkay belanja gak tanggung-tanggung” celetuk Zoya.


“Kapan lagi coba, lagian gue cuman sesekali belanja sebanyak ini” sahut Luna santuy dengan kedua tangan penuh menjinjing beberapa paper bag. Sebenarnya itu juga bukan keinginan tapi suami laknatnya memaksa.


“nyenyenye...serah dah, orkay mah bebas, ye nggak nyonya muda” cibir Zoya meledek.


“Lo ngeledek...malah manggil nyonya muda lagi” Degus Luna.


“Lah siapa juga ngeledek Lo sih...kan emang bener kan Lo nyonya muda ralat istri tuan muda Atha...uhuuy”


“Bodo dah. Tapi traktir ya...kan kali-kali gitu traktir sahabat tercinta lo”


“Iye... iye”


Sesampai di cafe yang terletak di lantai tiga mall tersebut, mereka duduk disalah satu meja yang masih kosong dan memesan makanan dan minuman mereka pada pelayan.


...


“Lun...Lo udah tau kan tentang Friska dkk” kata Zoya yang sedang mengaduk-aduk baksonya.


Luna yang lagi menyedot es jeruknya mengangguk.


“Gue sih tertawa gembira atas penderitaan mereka, terutama si Friska anjiiim...emang ya keluarga laki Lo terbaik...Lo sebagai mantu aja di lindungi kek anak kandung...aish, gue kan jadi pengen juga!”


Luna hanya memutar bola matanya melas mendengar kata-kata terakhir Zoya.


“Jadi mertua gue aja deh mau Lo... mumpung Daddy Arya selagi duda, kan mantap tuh jadi mommy tiri laki gue... apalagi langsung dapat anak cogan semua”

__ADS_1


“Hahaha...gila Lo masa gue yang muda gini kawin ama duda beranak tiga...kalo anaknya masih kecil mau aja gue mah...lah ini anaknya lebih tuaan dari gue...sumpah ide lo gila bener dah...” Zoya tertawa hambar, emang sahabat gak ada akhlak.


“suara Lo keras amat...liat noh semua pada lirik kesini”


Zoya memperhatikan di sekitarnya ternyata benar para pengunjung lain menatap aneh ke arah nya. Zoya hanya cengengesan.


“Eh...tapi bagus juga Zoy, bisa aja kan Lo berjodoh ama Daddy Arya kan seru tuh gue panggil Lo mommy...pfftt...”


Luna menutup mulutnya menahan tawa, terbayang saat Zoya menjadi mertuanya.


“anjiim...ogah gue, biarpun kaya tapi gue gak mau ya nikah ama orang tua... amit-amit dah” ucap Zoya, membayangkan saja membuat nya bergidik ngeri.


“Ck elah...lebay Lo”


“Enak aja Lo, gue gak terima ya sampai di jodoh-jodohin ama bapak-bapak” Sarkas Zoya.


“Kepedean Lo...siapa juga mau  jodohin lo”


“Elo lah siapa lagi coba”


“Ck...serah Lo deh”


Setelah perdebatan tersebut mereka pergi, tentu saja sebelum itu Luna membayar makanan dan minuman ia dan Zoya.


...


“Tunggu pembalasan gue sialan! Nikmati aja kebahagiaan Lo sekarang tapi tidak kedepannya!” batin seseorang menyeringai saat menatap kepergian mereka berdua.


 


BERSAMBUNG...


 


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


 

__ADS_1


__ADS_2