Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 25. Kedatangan bibi Sinta


__ADS_3

Di SMA R’mond terjadi kehebohan bahwa sekolah tempat mereka belajar telah di ambil alih oleh keluarga Albert.


Bukan hanya itu saja semua nya juga di minta berkumpul di lapangan sebab ada yang ingin di sampaikan.


“Baik lah anak-anak karena kalian telah berkumpul bapak sebagai kepala sekolah langsung pada intinya...”  ucap Denis sebagai kepala sekolah pada semua siswa-siswi nya.


“Sekarang sekolah ini telah di beli oleh tuan Albert...dan karena itu tuan Albert juga membuat peraturan baru yaitu tidak di bolehkah melakukan pembullyan, kekerasan sesama siswa-siswi...jika masih terjadi seperti kejadian sebelumnya maka kalian akan di keluarkan dan tidak akan pernah diterima di sekolah mana pun...itu pun juga berlaku pada semuanya guru...!”


Mereka semakin heboh tak percaya namun sebagian bersyukur tapi tidak untuk beberapa orang mereka terlihat sedikit cemas. Siapa lagi kalo bukan si Queen bully Friska and friends. Begitupun para guru.


“Baik lah hanya itu ingin bapak sampaikan... setelah kalian semua boleh pulang kecuali untuk Friska dan teman-teman mu ikut ke ruangan bapak...”


Mereka bersorak gembira, karena tidak melanjutkan pembelajaran lagi.


Namun, berbeda dengan Friska dkk entah kenapa mereka merasakan firasat tak enak yang terjadi.


“Santai... kalian lupa bokap gue tetap donatur terbesar disekolah ini” kata Friska sombong.


“Iya sih...tapi tetap aja kalo misalnya berhubungan dengan pemilik baru sekolah ini...” timpal Kinan yang dianggukan yang lain.


“Ck, udah gak usah berdebat sekarang mending kita ikutin aja Pak Denis” ujar Riya males.


Friska hanya diam dengan angkuh ia berjalan ke arah ruangan kepala sekolah diikuti oleh teman-temannya.


...


Sedangkan di sisi lain, terlihat hanya tinggal kedua pasangan tersebut sebab Zoya telah pergi beberapa menit yang lalu.


Luna juga telah bangun dari tadi namun, tetap harus berbaring karena paksaan Rehan.


“Besok gak usah sekolah... sekarang makan bubur ini” ucap Rehan sedikit datar, ia masih tak terima dengan kondisi Luna.


“Emang kenapa sih? Lagian luka gue gak parah amat...gak usah lebay deh” protes Luna tak terima, lagian ia juga sudah terbiasa.


“Gak usah membantah... turutin aja kata suami” melihat tatapan tajam Rehan, Luna jadi takut dan hanya bisa menuruti.


“Bagus... sekarang buka mulut Lo”  ucap Rehan sambil menyodorkan sesendok bubur ke arah mulut Luna. Melihat itu Luna segera duduk namun mulut nya masih terkatup.


“buka mulut Lo” Namun hanya gelengan di dapatkan nya.


Rehan mengernyit, “kenapa sih...ini demi kebaikan Lo...”

__ADS_1


“Gue gak mau, gue gak suka bubur... rasanya gak enak Han...yang lain aja deh”


“beliin nasi goreng aja gue gak suka bubur Han” rengek Luna menggeleng heboh.


Rehan menghela nafas berat, “oke... tunggu bentar gue beliin” ia juga tidak ingin memaksa, lagian Luna cuman luka jadi tidak apa-apa makan-makanan di luar.


Luna menyunggingkan senyuman manis nya menatap Rehan yang telah keluar, ternyata Rehan tidak protes.


“Ternyata Rehan segitu khawatir nya sama gue” ucapnya pelan.


“Eh...kok gue masih panggil Rehan sih, ck...susah banget sebut nama aslinya” dumel nya.


Sejam kemudian, sehabis makan Luna kembali merengek ingin pulang, karena merasa tidak perlu di rawat lagi.


“Gue kan udah enggak papa Atha... mending pulang aja yuk!” rengek Luna untuk kesekian kali. Dan ia juga sudah memutuskan untuk memanggil Atha bukan Rehan lagi.


(Oke...mulai sekarang kita panggil Atha bukan Rehan)


Atha menatap Luna dengan males, “besok aja..”


“Iihh...gak bisa sekarang aja ya” rengek Luna dengan bibir mengerucut sebal.


“Dih...najis” cetus Luna sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


“sok-sok an bilang najis nanti gue cium jadi ketagihan lo...” cibir Atha yang hanya di balas degusan oleh Luna.


“pokoknya gue mau pulang titik gak pakai koma” pekik Luna kesal.


“Keras kepala banget sih, karena gue suami sayang istri jadi gue turuti” ucap Atha dengan nada males.


Namun, Luna di buat salting jadinya saat mendengar kata sayang istri.


Atha yang melihat Luna salting hanya tersenyum, “Ciee...ada yang salting...mau gue panggil sayang gak!” goda Atha.


“Idiih...siapa yang salting sih...” elak Luna memalingkan mukanya.


Atha semakin terkekeh melihat tingkah Luna, “tapi mau gue panggil sayang gak...atau...” belum juga selesai sudah dipotong oleh pekikan Luna.


“Gak usah ngadi-ngadi... sekarang gue mau pulang!” pekik Luna antara kesal dan malu, lagian suka banget menggodanya bikin sebal saja.


“Pfft...iya iya...bentar gue bayar bentar!” Atha hanya bisa menahan tawa melihat kekesalan Luna, kemudian segera keluar.

__ADS_1


Luna mendegus, “lama-lama kok nyebalin banget sih...suka banget goda gue” dumel Luna mengerucut sebal.


Tak berselang lama, Atha kembali, Luna juga sudah siap. “Yuk...” lalu mereka keluar  lalu pulang seperti biasa di antar Yanto.


Selama dalam mobil hanya ada keheningan diantara mereka sampai akhirnya tiba di rumah.


Saat sampai di rumah mereka tampak bingung saat melihat sebuah mobil, namun Luna seperti familiar dengan mobil tersebut.


“Bukannya itu mobil bibi Sinta” gumam Luna membatin.


Dan benar saat melihat seseorang keluar dari mobil tersebut bersamaan ia dan Atha keluar mobil.


“Astaga! Lunaaa... kamu lama banget sih pulangnya bibi sama Dona udah nungguin dari tadi lho!” ujar bibi Sinta sok manis membuat Luna sedikit muak, apalagi Atha jika bukan bibi dari Luna sudah ia tendang.


“Waahh... ternyata benar ya suami kamu jadi sukses sekarang bahkan punya mobil mewah...” heboh bibi Sinta dengan tak tau malunya sambil menyentuh mobil tersebut.


“ya tuhan! Apa ini bibi nona kelihatan sekali memiliki hati busuk!” batin Yanto sedikit jijik.


Luna jadi malu melihat kelakuan bibinya, “mending kita masuk bibi...gak enak di liat tetangga” ujar Luna saat melihat para tetangga memandang kearah mereka.


Akhirnya, mereka masuk kecuali Yanto kembali pergi sesuai perintah Atha.


Sejak masuk Dona selalu mencuri-curi perhatian pada Atha, “gue yakin nih cowok bukan orang biasa...ck, beruntung banget si Luna, malah ganteng lagi...awas aja kalo benar gue harus dekatin” batin Dona tersenyum licik. Sinta sendiri tau apa yang direncanakan putrinya, ia juga telah meminta suaminya untuk mematai Atha.


“Han, kapan-kapan main dong kerumah bibi biar kita lebih dekat...sejak menikah sama Luna kamu belum pernah lho ke rumah bibi” ujar bibi Sinta masih memanggil dengan sebutan Rehan, lagian belum waktunya mereka mengetahui identitas asli Atha kecuali Luna.


“Nanti jika saya tidak ada kesibukan saya akan usahakan” jawab Atha datar.


“Nih...di minum dulu bibi, Dona” ucap Luna yang baru balik dari dapur membawa kan minuman untuk mereka.


Mereka hanya membalas dengan senyuman hangat ralat pura-pura. Atha melihat nya hanya geleng-geleng kepala.


“Yaudah...gue mandi bentar”


Luna mengangguk, Atha beranjak menuju kamar ia dan Luna.


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2