Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 93


__ADS_3

Brumm...


Motor sport merah memasuki gerbang sekolah dan berhenti tepat di parkiran. Beberapa siswa/i tampak memandang heran, karena baru pertama kali melihat motor itu. Tidak seberapa dari mereka penasaran sama pemilik nya.


“Wahh...siapa tuh!”


“Cewek apa cowok ya!”


“Dari bodynya cewek deh”


Masih banyak bisik-bisikan dari mereka. Saat helm itu di terlepas sekali lagi terdengar bisik-bisikan.


“Capek banget!”


“Wajah kok asing banget, anak baru kali ya”


“Cantik banget masyaalah”


“bad banget njjr!”


“Kira-kira mau nggak ya jadi gebetan gue!”


“Gak usah mimpi Lo!”


"sirik aja Lo!"


Sedangkan orang yang dibicarakan hanya acuh tak acuh. Hal ini sudah terbiasa baginya. Cewek itu yang tak lain Aurel sendiri. Menyandang tasnya berjalan dengan santai melewati mereka dengan mulut sibuk mengunyah permen karet.


“Ck, gue lupa nanya bang Al dimana ruangan kepala sekolah” degusnya. Al sudah berangkat lebih awal dari nya karena ada beberapa hal di selesaikan nya. Maklumlah ketos. Dan saat ingin bertanya ke murid di sana terdengar suara seseorang memanggil nya.


“Kak Aurel!”  Membuat Aurel berbalik untuk melihat, saat pertama lihat saja ia sudah tau siapa cowok tersebut.


“Afkar, Kebetulan gue ketemu Lo! Sekarang antarin gue ke tempat kepsek” ucapnya tanpa membiar cowok itu berbicara. Dengan santainya ia merangkul pundak Afkar.


“Kebiasaan Lo kak” degus Afkar panjangnya Afkar Rakuno Albert yang tak lain putra Tirta dan Zoya, dia masih 16 tahun dua tahun di bawah Aurel.  Melihat kedekatan mereka membuat anak-anak lain bertanya-tanya. Wajarlah Afkar itu most wanted boy di sana.


“Ngapain Lo pindah kesini kak?” tanya nya, bukan nya dapat jawaban tapi malah geplakan di dapatkan.


“Banyak nanya Lo, buruan anter gue”


“Iya iya” Afkar pasrah punya kakak gini amat sifat nya.


...


Sesampai di depan ruangan kepala sekolah. Afkar mengetuk pintu nya karena kakak nya itu lagi mager katanya. Emang minta di tampol.


Tok...tok...


Cklek


Terlihat seorang pria paruh baya membuka kan pintu.


“Afkar, ada apa?” tanya pria paruh baya yang tak lain kepala sekolah sendiri.

__ADS_1


“Ini pak kakak saya mau tanya kelas nya” jawab Afkar. Sedangkan Aurel hanya menatap si kepsek dengan tatapan dingin nya.


Pria itu tampak berpikir, lalu beberapa saat ia baru sadar, “oh...kamu Aurel ya cucu tuan Arya” tanyanya dengan raut wajah berubah cerah.


Membuat Aurel memutar bola matanya jengah, “nggak usah banyak bacot pak, dimana kelas saya” Afkar mendengar nya hanya bisa mengulum senyumnya. Apalagi saat melihat wajah masam si kepsek.


“Ya sudah biar bapak antar dan kamu Afkar silakan masuk ke kelas mu” ucap nya dengan tegas.


“Iya Pak” Afkar melanjutkan langkahnya pergi kearah kelas nya. Sedangkan Aurel mengikuti kepsek menuju kelasnya.


“Oiya...pak nanti kedepannya bapak harus nutupin indentitas saya sebagai cucu Opa” ucap Aurel sedikit mengecilkan suaranya membuat langkah pak kepsek berhenti.


“Tapi kenapa?” Jelas ia bingung, bukannya lebih bagus semua orang tau jika dirinya cucu pemilik sekolah.


“cuma lagi pengen aja pak sekalian cari suasana baru”


Mendengar alasan nya ia hanya menghela nafas, “ya sudah bapak pasti akan lakukan sesuai keinginan kamu tapi jika terjadi hal tak diinginkan jangan salahkan bapak mengatakan kebenaran nya” Bagaimana pun ia sangat menghormati Arya sebagai atasan nya dan sekarang cucu nya meminta menyembunyikan marga nya.


Aurel tersenyum puas, “tenang aja pak” memberikan satu jempol nya yang hanya dibalas senyuman kecil.


Melanjutkan langkahnya, beberapa saat mereka sampai di depan kelas 12 IPS2, lalu mengetuk pintu nya.


“Eh... bapak! Ada perlu apa bapak menemui saya” kata guru wanita yang mengajar dikelas tersebut usai membukakan pintu nya.


“Ini hanya mengantar murid baru” tunjuk nya kearah Aurel. Hanya dibalas anggukan dan senyuman oleh si guru.


“Yasudah saya harus kembali”


“Baik pak” usai pak kepsek pergi, dia mempersilakan Aurel masuk.


“Silakan perkenalkan diri kamu” Aurel mengangguk dengan tatapan menatap acuh semua yang disana.


“Hey guys, kenalin nama gue Aurelia Queensley, kalian boleh panggil Aurel”


“Pindahan mana!” tanya salah satu siswa.


“SMA Nusa Bangsa”


“udah punya gebetan” tanya siswa lainnya. Membuat Aurel jadi males mendengar pertanyaan itu.


“Sudah, kamu bisa panggil ibu Dewi sekaligus wali kelas kamu”


“Sekarang kamu silakan duduk” Dewi segera memotong pertanyaan para murid yang mana tak hanya akan menghabis waktu pembelajaran nya. Aurel memilih duduk di bagian belakang karena hanya itu yang masih kosong.


“Yasudah kita lanjut pembelajaran kembali”


🌼🌼


Beberapa jam berlalu, jam pelajaran usai sekarang sudah masuk jam istirahat. Semua siswa/i berbondong-bondong keluar kelas tujuan mereka kemana lagi bukan kantin.


Di kelas 12 IPS2.


Seorang siswi mendekati tempat duduk Aurel, “Heii... kenalin gue Maurel Austin, Lo bisa panggil urel” ucap memperkenalkan diri.

__ADS_1


“hmm... Aurel” jawab Aurel singkat. Maurel tersenyum kecil, “kantin yuk” ajak nya.


Aurel mengangguk, ia juga sudah sangat laper.


“Mulai sekarang kita teman ya” Aurel hanya mengangguk saja, lagian gak masalah juga memiliki teman baru. Gak mungkin kan ia sendirian aja, gak seru.


Kedua sahabat nya itu juga belum pasti bakal pindah kesini. Tapi ia harap mereka ikut pindah kesini.


Sesampai di kantin, “udah pada penuh semua” gerutu Maurel. Aurel yang hanya menautkan alisnya sambil meliarkan pandangan untuk melihat.


“Dah kita duduk di sana aja” tunjuk nya kearah salah satu meja yang hanya di isi oleh satu cewek cupu. Sebenarnya ia melihat kearah tempat bang Al dan teman-teman nya tapi ia males kesana. Yang ada nanti bikin ribet.


“Kita boleh disini” tanya Maurel pada cewek cupu tersebut.


“B-boleh kak” jawab dengan gugup masih dengan wajah menunduk sembari makan.


“Thanks ya” Mauren duduk diikuti oleh Aurel yang hanya masa bodo.


“Aurel Lo mau pesan apa? biar gue ambilin”


“Bakso sama es teh”


“Oke” Mauren beranjak kearah stan makanan.


Selama menunggu Mauren, Aurel memilih menyibukkan diri dengan ponselnya tanpa terganggu dengan lirikan dari cewek cupu di depannya.


“ngapain lirik gue teros, kagum Lo ama kecantikan gue!” ucap Aurel tanpa mengalihkan pandangan yang mana membuat si empu tersentak.


“M-maaf k-kak...H-ana b-bingung a-ja kenapa kakak mau duduk d-dekat a-ku!” Jawab nya dengan gugup. Hal tersebut membuat Aurel terpaksa menghentikan kegiatannya beralih menatap si cupu, “emang kenapa? Serah gue dong mau duduk dimana? Sama siapa!” Sebenarnya ia sudah biasa sih ngeliat beginian kalo ada anak cupu pasti bakal di bilang miskin dan jijik lah. Tapi ia b aja, apa salahnya sama-sama makan nasi juga.


“Ck, nggak usah ngerasa rendah Lo, omongan orang gak usah didengar. Emang ada ya peraturan ngelarang murid cupu dekat ama murid keren, kagak lah” ucap dengan santai bahkan sampe terdengar oleh anak-anak disana karena suara Aurel sedikit keras. Saat mengucapkan keren, ia tertawa dalam hati. Karena mengatakan dirinya sendiri.


Si cupu mendengar perkataan nya, entah kenapa membuat nya sangat senang.


“M-makasih ya kak. Kenalin aku Hana kelas 10” cicitnya memperkenalkan diri.


“Gue Aurel kelas 12” jawab Aurel singkat membalas uluran tangan Hana.


“Makanan datang” seru Mauren.


“Nih bakso sama es teh Lo”


“thanks” tanpa ba-bi-bu lagi ia memakan bakso nya. Pagi tadi dirumah ia hanya sarapan dikit jadi wajar saja laper banget sekarang.


Mauren dibuat geleng-geleng melihat nya, “ck, Lo kayak nggak makan seharian aja Au”


Hanya dibalas dehaman oleh Aurel karena sibuk mengunyah baksonya.


“Wahhh...kayak nya ada yang punya teman baru nih!”


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2