Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 51. Kemarahan Alfredo


__ADS_3

Terjadi keributan di kantor utama perusahaan keluarga Georgio, semua itu bermula hilang nya dokumen penting dan sebanyak puluhan jutaan uang milik perusahaan hilang membuat perusahaan memiliki kerugian yang sangat banyak.


Alfredo sangat marah sekali dan memerintahkan sekretaris nya mengumpulkan semua karyawan tak lupa mengecek semua CCTV. “Sialan! Kenapa kalian bisa kecolongan begini! Bimo cepat periksa semua nya tangkap pengkhianat itu!” Alfredo memandang semua karyawan yang telah berkumpul di depannya dengan menunduk namun mereka bertanya-tanya dalam hati siapa yang berani melakukan hal ini. Benar-benar cari mati.


Bimo memeriksa satu persatu seperti perintah bos mereka, namun setelah menyelesaikan semua hasil nya benar-benar mengecewakan, “Maaf pak, diantara mereka tidak yang mencurigakan seperti nya orang itu telah melarikan diri sebelum kita ketahui” ucap Bimo membuat Alfredo menggertak giginya.


“Sial!”


“Saya tidak mau tau selidiki dan cari pelakunya sampai bertemu dan bawa hidup-hidup ke hadapan saya!”


“Baik pak” Dia juga membubarkan mereka semua, “lanjutkan pekerjaan kalian!” Lalu berbalik ke arah ruangan kerja nya.


Baru saja memasuki ruangan terdengar ketukan pintu dari luar membuat nya mau tak mau mempersilahkan masuk.


“Pa...apa semuanya benar, perusahaan kita mengalami kerugian besar” Dia Zex yang masuk bersama Mona langsung mengajukan pertanyaan pada Papanya.


Alfredo tampak memijit kepalanya, dia pusing. Kenapa semua nya harus begini. “Hahh...benar, papa benar tidak menyangka akan terjadi seperti ini. Jika kakek kalian sampai tau pasti dia akan marah dan menyalahkan papa tidak becus”


Tidak tega melihat wajah murung sang papa, Mona menghampiri papanya dan memeluk nya, “Papa harus tenang dulu, kita pasti bakal nemuin pelakunya. Soal kakek biar Mona yang ngomong, dia pasti bakal ngerti” Mendengar kesayangannya berbicara begitu membuat Alfredo sedikit tenang.


“Kau benar, papa jadi melupakan dirimu! Tua bangka itu sangat susah di bujuk jika tidak dengan mu”


“Jelas dong, aku kan cucu kesayangan kakek” ucap Mona dengan bangganya membuat kedua pria berbeda usia itu terkekeh.


“Mana kedua adikmu” Alfredo memandang putra sulungnya.


“aku tidak tau tapi kata mama siang tadi mereka pamit pergi berkumpul bersama teman-teman masa perkuliahan mereka”


“begitu, apa mereka belum tau masalah ini” lanjut Alfredo bertanya.

__ADS_1


“Seperti belum, aku belum sempat menelepon mereka” jawab Zex.


“Papa seperti tidak tau saja mereka seperti apa? Jika sudah bersama teman-temannya mereka seakan menulikan panggilan dari kita” Mona ikut mengomentari. Alfredo mengganggu saja karena sudah tau kelakuan kedua putra nya itu.


“Princess, bagaimana hubungan mu dengan Max, apa benar kau menjalin hubungan dengan dia!” Mona tampak terkejut, dia akui memang dia menjalin hubungan dengan Max tapi hanya sebatas teman dan partner ****.


“M-maksud papa? Bukannya selama ini papa sudah tau seperti apa hubungan ku dengan Max, ya hanya sebatas teman tidak lebih...” Memang keluarga nya tidak mengetahui tentang hubungan **** mereka, karena yang mereka tau Mona itu anak baik walaupun terkadang licik.


“Dan papa harus tau aku sedang mencintai seseorang dan dalam rencana menjadikan dia milikku!” lanjut Mona menyeringai tipis. Sedangkan Alfredo terlihat kebingungan lalu melirik putra sulungnya.


“Zex, apa benar princess kita sedang jatuh cinta, bukannya selama ini papa lihat dia dekat dengan Max”  Mendengar pertanyaan sang papa Zex jadi gelagapan, seandainya papa mengetahui siapa orang yang dimaksud adik pasti papannya langsung menolak.


“Aku tidak tau pa, tanya kan saja pada orang nya” sahut Zex setenang mungkin. Alfredo beralih menatap putrinya.


“Siapa lelaki itu sayang! Bukan nya setau papa kamu menjalin hubungan dengan Max, bahkan Max sendiri yang mengakui nya pada papa dan mama mu...” Mona melotot.


“Dan papa juga tidak ingin kamu melakukan hal tak senonoh lagi dengan suami Melly, jangan membuat keluarga kita malu sayang...untung saja tante Melly mu tidak tau jika tau apa yang akan papa lakukan, kau harus tau dia itu adik mamamu!” Mona semakin melotot dan gelagapan dari mana papa nya tau semua nya, apa ulah Max juga tapi kenapa dia melakukan ini.


Zex ikut terkejut dia tidak menyangka adik kesayangannya akan melakukan hal menjijikkan itu.


“apa yang dikatakan papa itu benar sayang? Tapi kenapa kamu melakukan hal itu!” Kecewa, tentu saja ia kecewa. Dia tidak pernah berpikir ternyata Mona sudah terlalu jauh, berarti sama saja adiknya wanita murahan. Dia saja walaupun sangat mencintai dan menginginkan Alisya tidak pernah sampai berpikiran untuk menodai nya karena itu sama saja membuat Alisya membenci nya.


“P-papa...M-ona...”


“Sudah, kamu tidak perlu minta maaf, papa hanya ingin kau segera menikah dengan Max dan tentang lelaki yang kamu maksud lebih lupakan saja, apalagi yang kau incar putra bungsu keluarga musuh kita. Papa tidak ingin kau dekat dengan dia lagi karena mereka musuh kita sampai kapan pun tetap begitu...ingat kita harus membuat keluarga Albert bangkrut”


Mona semakin kaget begitupun Zex padahal mereka belum mengatakan pada siapa pun tapi ternyata papa mereka sudah mengetahui nya.


“T-api pa!”

__ADS_1


“papa tidak ingin mendengar apapun lagi tapi jika kau hanya ingin mendekati nya untuk kehancuran keluarga Albert papa setuju!” awalnya Mona murung tapi saat mendengar kata-kata terakhir papanya wajahnya kembali cerah.


“Benaran pa” Alfredo mengangguk, “tapi ingat papa tidak ingin mendengar kamu sampai mencintainya!” Alfredo kembali mengingat kan.


“Iya pa” Mona tersenyum senang tapi dalam hatinya memiliki rencana licik karena dia akan tetap merebut Atha dan menjadikan miliknya.


“Ya udah, kalo gitu aku pamit ya pa, mau shopping sama mama” Mona keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan bahagia, dia tidak sabaran ingin bertemu dengan sang pujaan hati nya.


...


“Pa...apa mungkin ini juga perbuatan keluarga Albert” tanya Zex setelah beberapa saat Mona pergi.


“Papa tidak tau, tapi jika benar kita benar-benar harus lebih hati-hati. Mungkin saja Arya ingin membuat keluarga kita bangkrut perlahan-lahan”  Zex mengangguk, Keluarga Albert benar-benar tidak bisa diremehkan apalagi Arya sebagai kepala keluarga nya. Ditambah ketiga putranya.


...


Sedangkan disisi lain, tampak tiga orang pria berbeda usia tertawa kemenangan. Mereka terlihat sangat puas sekali.


“Kerjaan Lo emang patut dikasih jempol bang! Gue yakin tua bangka itu pasti marah besar”


“Ya jelas lah, kita dilawan. Lagian mudah banget mengecoh mereka. Mereka juga tidak akan pernah mencurigai kita” Mereka bertos ria.


“Ck...kalian memang adik laknat, bersenang-senang tidak mengajakku” Degus seorang  pria lebih tua dari mereka yang baru memasuki ruangan tersebut. Mereka hanya bodoamat membuat si empu semakin kesal, untung sayang!


 


BERSAMBUNG...


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2