Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 59. Marah


__ADS_3

“Gak usah peluk peluk gue!” Sarkas Monalisa dengan kasar mendorong Max yang hanya mengulum senyumnya.


“Kenapa? Bukannya kamu kesini mau ketemu aku, berarti kangen aku dong!” ucap Max dengan PD nya tanpa tau membuat Monalisa berdecih dalam hati. Max semakin mengeratkan pelukannya seraya mengendus-ngendus di leher jenjang Monalisa.


“Max, gue bilang nggak usah peluk, Lo gak budeg kan!” Suara Monalisa makin meninggi, awalnya tujuannya ingin marah-marah dan memukuli Max malah jadi begini. Dan lebih menyebalkan lagi tubuhnya seakan menerima semua beda sekali mulut nya.


“Nggak mau, sebelum kamu panggil sayang, atau honey juga boleh”


“Bukannya disini ada si dedek ya” Max mengusap pelan perut rata Monalisa yang tertutup dress merah muda tersebut.


Monalisa yang sudah kesal melepaskan paksa pelukan itu dan kali ini berhasil, seketika ia menjaga jarak dari Max. Tatapan nya sangat tajam sekali namun bukannya membuat Max takut tapi malah makin tersenyum.


“Puas lo kan! Lo sengaja kan ngeluarin di dalam dan buat gue hamil. Lo pikir gue senang, enggak ya gue gak sudi punya anak dari Lo!”


Monalisa menunjuk-nunjuk muka tengil Max tapi sayangnya malah ganteng gak ketulungan.


“sengaja banget malah dan aku tentu aja senang banget karena akhirnya yang aku inginkan terkabulkan” Max tersenyum ria seraya mengembangkan tangannya tanpa peduli wajah Monalisa yang sudah memerah seperti tomat bukan karena malu tapi marah mendengar ucapan tanpa beban itu.


“DASAR BAJINGAN! MAX SIALAN! GUE BENCI LO! GUE BENCI...hikss...” Monalisa terus memukul dada Max dengan brutal. Sedangkan pemilik nya hanya diam saja tanpa merasa sakit sedikitpun. Mendengar suara isakan itu membuat Max merasa sedikit bersalah, ingat hanya sedikit ya. Pukulannya juga sudah mulai melemah.


“Hmm, iya aku tau” sahutnya sembari merengkuh tubuh bergetar sang kekasih hati nya.


“Hikss...g-gue b-benci Lo, Lo jahat...hiks...” Monalisa terus meracau yang mana hanya diiyakan saja oleh Max.


“M-max...”


“yes honey, my love” jawab Max tak dengan tengil bahkan bibir nya terus memberi ciuman hangat di dahi sang kekasih.


Tidak tau saja ulahnya itu membuat Monalisa makin kesal dan marah. Tapi apa pedulinya, yang terpenting hatinya senang.


“Sayang, terserah kamu mau benci aku atau apalah karena  bagiku sampai kapan pun kamu tetap milikku, menjadi milik ku selamanya dan tetap begitu sampai maut memisahkan kita!” Max tersenyum sembari memejamkan mata menghirup aroma wangi mawar dari tubuh kekasihnya.


“Sayang kamu semakin wangi saja” Suara Max menjadi serak begitu saja, karena setiap mencium wangi dari sang kekasih selalu membuat nya candu. Tangisan Monalisa sudah tidak terdengar lagi, entah sadar entah tidak dia malah kenyamanan berada dalam pelukan Max. Tanpa menyadari dirinya telah membangunkan singa kelaparan.


“Sayang, Honey!” Max membawa bibir ke leher putih mulus itu dan meninggalkan beberapa kissmark di sana.


“Eughh...M-ax!”


“Hmm” Max menghentikan kegiatannya dan langsung saja mengangkat kekasihnya ala bridal style dan melihat mata sembab itu memandang nya dengan sayu. Max hanya membalasnya dengan senyuman menawan nya. Lalu membawa sang kekasih ke kamar pribadinya.

__ADS_1


Di sana Max meniduri kekasih nya, sebenarnya ia ingin melakukan hal lebih tapi saat melihat wajah lelah itu mengurungkan niatnya.


“Capek marah-marah ya” gumamnya.


Cup... cup... Mengecup singkat wajah nya mulai dari dahi, pipi, hidung dan terakhir bibir manis kekasih nya.


Lalu berbalik keluar ingin melanjutkan pekerjaannya.


🌼🌼


Malam harinya.


Tampak Atha memandang lesu kearah bumil yang sekarang malah cengar-cengir karena keinginan nya sudah terwujud tapi malah Atha kena imbasnya.


“Sayang, udahan ya...aku gak betah pakai beginian” rengek Atha kesekian kali, sungguh ia merasa malu sekarang, bagaimana tidak sekarang itu ia sedang memakai daster dan lebih menyebalkan lagi ia juga di minta menari-nari, benar-benar menjatuhkan harga diri seorang Athalla. Untung saja di rumah jika tidak mau ditaruh dimana muka nya.


“Sayang udah ya!” rasa ia ingin menangis saja, istrinya sungguh tega sekali.


“Ih...belum juga sejam, gak usah lebay kamu. Karena kamu terus merengek maka aku tambah dua jam, atau kalo perlu tidur nanti tetap di pakai”


“Lucu tau gak, kamu makin ganteng deh kalo pakai beginian”  


Sedangkan di ujung sana, bibi Neneng hanya menutup mulutnya menahan tawa hal itu. “Pfff...kasihan sekali si taun”


“Sini dulu sayang, kita selfi” Luna merangkul suaminya yang hanya menampilkan wajah datarnya.


Jika tidak istri mungkin sudah ia tendang ke laut Amazon.


...


Gara-gara daster itu, Luna dibuat sebal karena di cuekin. Bahkan saat tidur saja membelakangi nya. Suaminya ngambek.


“Kak, ngadap sini dong” kesal juga Luna karena dari tadi segala rengekan dan bujukan nya tidak didengarkan oleh si empu.


“Ih...kak Atha zeyeeng!” Luna melingkari kakinya ke pinggang suami sambil meniup-niup daun telinga nya. Sesekali ia terkekeh saat melihat telinga suami nya bergerak-gerak bahkan sudah merah dibuat nya.


“Kak...” lanjut menoel-noel pipi suaminya. Dia kan lihat sampai kapan suaminya itu akan tahan mendiamkan nya.


“Kak...kamu makin seksi aja deh” memasukkan satu tangan nya ke dalam piyama tidur suaminya sembari meraba-raba perut kotak-kotak itu, jangan lupakan seringai kecil terukir dari bibir nya. Namun setelah beberapa detik tidak ada respon apapun dan tentu saja membuat Luna sangat kesal.

__ADS_1


“Ih...kak Athaaa” Luna cemberut, suaminya itu pura-pura apa tiduran benaran sudah tidur sih.


Plak


Memukul lengannya dengan kasar Namun, tetap tidak merespon.


“Udah dead kali ya” cetus nya.


“Ck, bakalan jadi janda muda dong gue, eh...tapi gue kan cantik bening pasti banyak yang mau” Luna tertawa cekikikan sendiri, Apalagi saat merasakan pergerakan di samping nya.


“Cari laki baru gue!” Luna langsung saja tersentak saat mendapatkan pelukan erat, pelakunya siapa lagi kalo bukan suami nya.


“Bilang apa tadi?” Atha memicingkan matanya tidak suka.


Sedangkan Luna hanya mengerlingkan mata nya acuh, “bilang apa emang nya? Perasaan gak ada tuh, salah dengar kali!”


“Ih...kamu kok gitu sih, jelas-jelas aku dengar kamu bilang mau cari laki baru tadi!” Atha misuh-misuh sendiri dengan cemberut.


Dan Luna malah tertawa, baginya sangat lucu melihat wajah cemberut suaminya. Atha makin sebal karena ditertawakan.


“Ck, gak boleh ketawa berlebihan kasihan baby nya” istrinya itu kalo ketawa berlebihan sekali.


“Hahhh...iya maap lupa” perlahan Luna menghentikan acara tawanya lalu mengecup singkat bibir suaminya yang masih manyun itu.


“Udah dong, aku cuman canda, lagian kamu sih ngambek nya kelamaan”


Atha tentu saja kesenangan mendapatkan itu, ternyata istrinya itu pengertian sekali tau saja dia lagi pengen.


“Lagi dong yank”


“Ck, gak usah ngelunjak kamu” degusnya tapi bibirnya malah melakukan nya.


Cup


Dengan cepat menahan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2