Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 23. Bertemu Daddy Arya


__ADS_3

Sinar matahari masuk ke sebuah kamar melewati celah gorden, membangun Rehan dengan perlahan membuka matanya yang masih terasa lengket.


“Hoaaam...udah pagi ternyata” gumamnya, kemudian menoleh kearah samping kanannya seutas senyuman terbit di bibirnya. Di sana terlihat Luna masih tertidur menghadap kearah nya dengan bibir sedikit terbuka, dan itu terlihat menggoda baginya.


“Kalo tidur gini adem banget liatnya, kan jadi pengen makan” gumamnya lagi sambil senyum-senyum.


“Kecup dikit gak papa kan, gak dosa juga kok sama istri sendiri ” tanya Rehan entah pada siapa, kemudian mendekati wajahnya ke muka Luna dan...


Cup


Rehan mengecup bibir yang setengah terbuka itu, saat melihat si empu bergerak, Rehan kabur ke arah kamar mandi, kalo ketahuan bisa ngamuk.


15 menit melakukan ritualnya mandi, Rehan keluar dengan satu tangan mengusap rambut basah nya dengan handuk kecil, ia juga melirik kearah Luna yang masih setengah sadar.


Rehan terkekeh melihat Luna susah payah untuk membuka mata, ia mendekat dengan jahilnya mengusap telapak tangan yang sedikit basah itu pada muka Luna.


“Nih biar segar”


Luna tersentak, “iiihh...Rehan dingin tau” sebal Luna dengan suara seraknya, bahkan sekarang mata sudah terbuka karena ulah Rehan.


 “Kyaaaa...Rehan, ngapain Lo cuman pakai handuk” pekik Luna lagi saat mata melihat Rehan yang ternyata hanya memakai handuk sebatas pinggang.


“Emang kenapa sih...”


“lagian gue kan laki Lo jadi biasa aja dong...bahkan kalo mau Lo bisa liat gue telanjang bulat!” ucap Rehan santai tanpa beban. Bola mata Luna hampir saja keluar dari tempatnya mendengar ucapan vulgar Rehan.


“Rehan, ini masih pagi jangan ngadi-ngadi deh” dengan kesal Luna turun dari tempat tidur, bahkan muka nya sudah memerah membayangkan saja membuat ia bergidik ngeri dan berlari kecil ke kamar mandi.


Rehan hanya tertawa kecil melihat reaksi Luna, padahal itu emang kenyataan pasti akan terjadi juga.


Kemudian berjalan kearah lemari mengambil pakaiannya, selesai lalu ia bergerak keluar.


...


Selesai ritual mandi, Luna buru-buru memakai seragam sekolahnya, ia lupa belum memasak. Dan bergegas keluar pergi ke dapur. Namun, saat sampai ia melihat Rehan sedang memasak dengan lincah.


“gak usah di bantu mending Lo siap-siap aja” ujar Rehan yang tau Luna akan mendekat dan protes.


Luna merasa tak enak dengan hati-hati bertanya, “yakin gak mau di bantuin”


Saat mendapat gelengan dari Rehan, Luna hanya pasrah lalu kembali ke kamar memasukkan buku-buku pelajaran yang di bawahnya ke dalam tas, tak lupa memakai sepatu sekolahnya.


Tak sampai 10 menit, Luna kembali ke dapur sambil menyandang tas sekolahnya.


“Yuk makan” ajak Rehan yang telah duduk.


Luna mengangguk, mereka sarapan dengan nikmat tanpa ada yang bicara.


“Huff....udah jam tujuh lewat” gumamnya Luna saat melirik jam tangannya.

__ADS_1


“mulai sekarang Lo harus diantar sama Yanto jadi gak usah pakai sepeda lagi” ucap Rehan.


“Tapi-“ Luna yang akan protes tidak jadi saat mendapatkan tatapan tajam dari Rehan


“Gak ada bantahan” tekan Rehan datar. Membuat Luna berdecak sebal.


“Ya iya...gue berangkat”


“Eh, masih lupa, heam...” kata Rehan seraya menyodorkan tangan kanannya.


“Ck, iya iya” Luna mencium punggung tangan Rehan yang hanya di balas senyuman manis oleh Rehan tak lupa mendaratkan kecupan di kening Luna. Yang mana membuat pipi Luna merona.


“Hati- hati ya istri gak boleh nakal di sekolah” diiringi kekehan kecilnya saat melihat pipi merona Luna.


“Iya...” jawab Luna sedikit gugup dan buru-buru keluar. Yanto yang melihat nona segera membukakan pintu.


“Arrghh...Rehan sialan!” teriak Luna dalam hati sambil memegang kedua pipinya, ia benar-benar malu. Rehan mencium kening nya.


Seandainya ia tau jika Rehan telah mencium bibirnya pasti akan semakin malu dan kesal.


🌼🌼


Seperti yang di katakan Anton kemarin, sekarang Rehan telah berada dalam mobil yang dikendarai Anton sendiri.


“Kita akan kemana?” tanya Rehan, karena belum dibilang tempat pertemuan nya.


“tuan muda akan tau sendiri” Jawab Anton datar.


Berselang lama, mobil di bawa Anton berhenti di depan sebuah apartemen mewah.


“Silakan tuan muda, tuan besar telah menunggu di dalam” ujar Anton setelah membuka kan pintu untuk tuan mudanya.


Rehan tidak bergerak tatapan nya memandang lama apartemen tersebut serta area di sekitar nya.


“Entah kenapa gue merasa seperti sering ke sini” batinnya.


Melihat itu, Anton seperti mengerti dan menjawab, “ini adalah apartemen yang dulu sering tuan muda tempati”


Mendengar jawaban Anton, Rehan mengangguk pantasan ia merasa familiar.


“Mari tuan muda”


Rehan melanjutkan langkahnya memasuki apartemen yang diikuti Anton dari belakang.


Sampai didepan pintu, Anton menghentikan langkahnya dan membiarkan Rehan masuk. Dan terdengar suara berat seseorang...


“Akhirnya kau datang putraku!”


Di sana terlihat seorang pria paruh baya gagah tersenyum hangat padanya.

__ADS_1


Dan itu membuat hati Rehan ikut menghangat, ternyata benar pria yang menatapnya di resto waktu ayahnya sendiri.


Melihat putranya masih bengong, Arya mendekat dan memeluk sang putra.


“Daddy merindukan mu” lirih Arya, membuat Rehan ikut membalas pelukan sambil mengusap punggung lebar ayahnya.


“Sini duduk Daddy ingin mengatakan sesuatu” titah Arya usai acara berpelukan dan mengajak sang putra duduk di atas sofa yang terlihat sanga mewah.


“Baik dad” walaupun sedikit canggung tapi ia merasa nyaman sekali.


“Anton sudah menjelaskan semuanya padamu kan”


“Sudah Dad” angguk Rehan.


Arya mengangguk puas.


“Maafkan Daddy karena baru menemui mu sekarang. Dad...tak menyangka kau akan seperti ini, Dad... dengan kedua abangmu menyesal karena tidak menyelamatkan mu lebih awal... mungkin kau tidak akan hilang ingatan...bahkan kami benar-benar menyesal karena telah memaksa mu berhubungan dengan wanita itu yang ternyata musuh dalam selimut...” tatapan yang biasa nya selalu menatap tajam sekarang menghilangkan entah kemana di gantikan dengan tatapan sayu.


Rehan tampak terdiam mencerna semua penjelasan Daddy-nya, ia mencoba mengingat siapa wanita itu namun yang ada membuat kepalanya sakit.


“Jangan memaksakan diri, Dad tidak ingin kau kesakitan begini...” cegah Arya saat melihat memegang kepalanya.


“Tapi Dad, kapan ingatan aku akan pulih? Aku ingin mengetahui semuanya, aku ingin segera mengingat nya” racau Rehan tak terima, ia hanya ingin mengingat kembali.


Arya juga tak tega melihat keadaan putra nya, “Dad...yakin semuanya akan pulih...atau perlu Daddy membawamu ke London disana ada seorang dokter kenalan Daddy yang mungkin bisa mempercepat pemulihan ingatan mu”


“Bahkan kedua abang mu sangat menyetujui...”


Mendengar itu, Rehan sedikit tenang dan menatap Daddy nya lekat, “Daddy tidak bercanda kan”


“Tidak. Ini demi kebaikan kamu, Dad hanya ingin kau segera pulih”


"Apa membutuhkan waktu yang lama dad?”


“Tidak juga mungkin hanya sekitar satu bulan atau paling lambat dua bulan” jawab Arya saat mengingat penjelasan Dokter tersebut.


Rehan jadi semangat namun saat mengingat istrinya ia jadi patah semangat, “terus bagaimanapun dengan istri ku Dad, tidak mungkin aku meninggalkan dia selama itu... apalagi sekarang dia lagi masa sekolah yang sebentar lagi mungkin akan ujian akhir”


“tenang saja, itu urusan gampang...kau hanya perlu membicarakan pada istri mu itu... apakah dia ingin ikut atau tidak?”


“Benar juga ya... Daddy bukan sembarang orang” Degus Rehan saat mengingat Daddy nya itu seorang miliarder dan pengusaha tersohor dan disegani dimana-mana.


Arya hanya terkekeh, “ya sudah bagaimana sekarang kita makan bareng, sudah lama kita tidak makan bareng” ajak Arya.


“Boleh” Rehan mengangguk setuju. Kemudian mereka berjalan keluar. Arya kembali dalam mode dingin dan datar tidak seperti di dalam tadi, bahkan Rehan juga ikut-ikutan. Dan memerintahkan Anton menghantarkan mereka ke salah satu restoran mewah miliknya.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2