Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder

Ternyata SuamiKu Tuan Muda Miliarder
Chapter 98


__ADS_3

Huhh


Sejak beberapa menit tadi Aurel terus mendesah kasar. Wajahnya terlihat tidak memiliki semangat sama sekali. Apalagi menatap penampilan nya yang terbilang berlebihan.


“Sebal gue, kenapa coba acaranya mendadak gini. Gak tau apa gue tuh mau balapan” gerutu Aurel sembari berjalan keluar dari kamar nya.


“Mereka juga kenapa sih nggak kasih tau gue dari kemarin, malah mendadak gini” Aurel terus menggerutu sampai di ruangan tamu. Disana ia menatap males kedua orang tua dan kembaran nya.


Luna yang melihat wajah masam putri hanya tersenyum tipis, “udah dong, gak usah masam gitu. Mami sama Papi juga baru tau tadi pagi dari Opa mu” Luna mengelus bahu putri nya.


“Iya, papi aja juga kesel sama Opa mu apalagi mereka. Sengaja banget buat kita kaget” Atha ikut menambahkan.


“Tetap aja, apalagi aku harus dandanan gini nggak nyaman banget”


Mereka hanya geleng-geleng mendengar keluhan Aurel. Memang Aurel paling tidak suka berdandan apalagi makai pakaian peminim.


“Papi heran deh seingat papi waktu mami mu mengandung suka banget dandan tapi kenapa kamu jadi ke balik” ucap Atha.


“Ck, mungkin itu mami aja kali. Gak ada sangkut pautnya sama aku” Bantah Aurel. Luna dan Al memutar bola matanya.


“Sudah, kita berangkat” kata Atha.


“Yuk sayang” Luna menarik lengan putri nya melangkah keluar.


Setengah jam kemudian. Akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, tempat yang mereka tuju tak lain adalah mansion utama Albert, yang tak lain kediaman Arya Opanya Aurel dan Al.


Mereka sama-sama memasuk mansion, disana juga telah hadir beberapa tamu undangan. Pertama mereka terlebih dahulu menghampiri sepasang kekasih.


“Cieee...si bocil udah tunangan aja” Ledek Atha dengan suara pelan. Orang yang dibilang tampak mendegus.


“Apa sih om, gue udah gede gak usah panggil bocil, jijik tau nggak” Sahut pria tersebut, yang tak lain Alano yang sudah menjadi pria dewasa. Sementara gadis cantik di samping nya terkekeh mendengarnya apalagi melihat wajah pria yang sudah menjadi tunangan nya itu kesal.


“Heleh...ma—“ ucapan nya langsung dipotong oleh suara istrinya.


“Gak usah mulai. Ngeledekin Alano terus” Menatap suaminya tajam. Sedangkan yang ditatap malah mencibir.


“Papi dipanggil opa tuh” Mendengar ucapan Al, Atha mengalihkan pandangan belakang. Disana terlihat Daddy-nya sama kedua saudara kandungnya serta kedua sepupunya sedang berbincang dengan beberapa orang tamu undangan. Sudah dipastikan mereka rekan bisnis mereka.


“Ya sudah papi kesana dulu” lalu tatapannya kembali beralih pada Alano.


“Dan kamu, jangan sampai lepas kendali mentang-mentang udah tunangan, nikah dulu baru kawin” Usai berkata ralat bermaksud memperingati Alano, dia baru pergi. Sedangkan Luna dan Al geleng kepala mendengarnya beda lagi Alano, wajah menjadi gelap.


“Om sialan” batinnya.

__ADS_1


“Selamat ya Alano, tante gak nyangka kamu bakal tunangan dadakan gini. Mana gak kasih tau tante. Sekarang udah acara aja bilangnya”


“sengaja kali mi” Al ikut menyahuti sembari menatap datar abangnya tersebut.


“Maaf tante, Alano gak maksud gitu. Salahin aja Mama sama papa” Luna hanya tersenyum mendengarnya. Alano menuruni sifat mamanya Anastasya, beda sekali dengan adiknya Aidan. Lalu Luna beralih menatap gadis cantik yang menjadi tunangan Alano. Dan Luna cukup kenal dengan gadis tersebut karena sering Alano mengajak kerumah nya.


“Selamat ya Zahra”


“Makasih tante” Zahra ikut tersenyum.


“Yaudah, tante ketempat mama kamu sama yang lain ya” Alano dan Zahra mengangguk.


“Al, Aurel mana. Kok abang gak liat” tanya Alano saat tak melihat adik nakal nya itu.


Al mengedikkan bahunya, saat masuk tadi anak itu sudah menghilang. “Cari makan kali” dia juga sudah tau kebiasaan adik kembarnya itu, jika datang ke acara pasti yang di datangi duluan makanan. Dasar maniak makan. Tapi aneh nya badannya gak pernah gendut.


Disisi lain. Aurel terlihat telah duduk santai bersama kedua sahabatnya dengan mulut sibuk mengunyah makanan.


“Ck, gak ikhlas gue. Padahal gue berharap banget jadi pasangan bang Alan” Ghina mengerucutkan bibirnya. Yap, dia juga diundang Lebih tepatnya kedua orang tuanya. Begitupun Stella. Sebenarnya males banget pergi, apalagi berencana pergi balapan tapi karena paksaan orang tuanya jadi terpaksa ngikut.


“ngarep banget Lo nyet. Modelan kayak Lo gini mana cocok sama abang gue” Cibir Aurel.


“Terus cocok nya yang gimana kak?” tanya Stella.


“Sialan Lo rel! Sahabat kurang akhlak Lo”


“Lagi ngomongin apa nih, bahagia banget” mereka menoleh, ternyata Aleta.


“Eh...kak, gue kira siapa?” Celetuk Aurel dengan suara tawa masih terdengar.


“Gini amat punya teman” sebal Ghina. Aleta ikut tersenyum saat melihat wajah kesal sahabat adiknya tersebut. Aleta tidak sendirian, ia bersama sahabatnya.


“Kenalin nih, sahabat kakak. Namanya Ratu” ucap Aleta setelah ikut duduk dekat mereka.


Aurel mengangguk tak lupa berkenalan balik begitu pun Stella dan Ghina. “kakak kapan tunangan” tanya Aurel memandang kakak nya tersebut.


Aleta berdecak mendengar pertanyaan itu, “gak usah nanya kesana, kakak masih belum ke pikiran buat tunangan. Lagian kakak pengen sukses dulu baru jalin hubungan sama cowok” Mereka berdecak kagum mendengar nya.


“Keren kak”


Ratu hanya geleng-geleng kepala mendengar alasan sahabat nya itu.


“Bilang aja gak laku” Seketika Aleta melotot mendengar ucapan sahabat nya itu.

__ADS_1


“Sembarangan. Cantik-cantik gini gak laku. Kamu gak lupakan gimana kesel nya aku di kejar-kejar cowok hampir tiap hari di kampus” Siapa juga yang tidak jatuh hati dengan Aleta, selain cantik dan pintar dia juga cucu seorang Arya, miliarder.


Mendengarnya Ratu memutar bola matanya. Apa dibilang sahabat nya ini memang benar. Bahkan terkadang dia saja dibuat iri.


Ketiga remaja itu tertawa kecil mendengar nya, “Suka benar Lo kak, tapi tetap aja gue yang paling cantik” ucap Aurel dengan PDnya. Membuat kedua sahabatnya merasa ingin muntah.


Aleta dan Ratu menatap males Aurel, “muji diri sendiri” cibir Aleta. Ratu tidak komentar apa-apa karena memang kenyataannya Aurel itu cantik, cantik banget malahan.


“Emang sih cantik sama kayak kelakuan nya” Ejek Ghina yang langsung dapat jitakan dari si empu.


“Gak sadar diri Lo” Ghina memutar bola matanya.


“Eh, Ghin...balapan gimana?” Bisik Aurel yang hanya didengar Ghina.


“Kayaknya besok aja deh, kalo sekarang susah buat kabur, Lo nggak lupakan banyak bodyguard opa Lo ngawasin kita” jawab Ghina dengan berbisik.


“Ngapain kalian bisik-bisik gitu, mau berencana kabur” ucap Aleta dengan penuh selidik, dia tidak akan pernah lupa kelakuan adiknya ini. Apalagi jika sudah bersama Ghina. Aurel dan Ghina jadi gelagapan.


“Enggak kak, so’uzon banget deh” Geleng Aurel sambil cengengesan diikuti Ghina. Sedangkan Stella hanya menyimak, dia cukup tau apa yang di bisikan mereka.


🌼🌼🌼


Pukul 07.03 pagi.


Tok...tok...


“Aurel, bangun nak udah pagi lho...nanti kamu terlambat!” terdengar suara teriakan dari balik pintu berwarna putih tersebut. Sementara yang dipanggil masih bergulung nyaman dalam selimut tebalnya tanpa terusik sama sekali.


“Aurel, kamu dengar mama kan. Buruan bangun, jangan sampai papa turun tangan” Aurel yang sebenarnya sudah bangun langsung terlonjak mendengar kata papa.


“Iya ma, Aurel udah bangun kok” balasnya dengan cepat, selain Opanya, Aurel paling takut dengan papanya, yang tak lain adalah Sean. Wanita yang dipanggil mama yang tak lain ialah Ana terkekeh mendengar nya, dia tau putri adik ipar nya itu sangat takut dengan suaminya.


“Buruan keluar, yang lain udah nungguin di bawah”


“Iya ma” dengan ogah-ogahan Aurel beranjak untuk mandi. Usai acara semalam ia dengan orang tuanya memilih menginap di sini. Untuk perlengkapan sekolah nya telah diantar paman Tio asisten papinya.


15 menit. Aurel telah selesai memakai seragam sekolahnya. Walaupun terbilang tidak ada rapinya sama sekali. Dasi yang tidak dipakai dengan satu kancing atas dibiarkan terbuka. Lengan kemejanya digulung sampai siku, Jangan lupakan memakai celana dasar bukan nya rok. Katanya biar lebih mudah membawa motor. Lagian tidak mungkin juga ia makai rok.


“perfect” ucapnya usai mengacak-acak rambut panjang nya yang dibiarkan tergerai. Lalu menyampir tasnya dan keluar.


 


BERSAMBUNG...

__ADS_1


LIKE >> KOMEN >> VOTE >> FAVORIT


__ADS_2